Obligasi Jatuh Tempo BFI Finance Rp 297 Miliar

BFI Finance Tbk akan membayar obligasi pokok dan bunga pada bulan Juli 2013. Dalam pelunasan tersebut perseroan akan menggunakan kas internal sebagai sumber pendanaan. Hal tersebut disampaikan oleh pihak manajemen perseroan di Jakarta akhir pekan kemarin.

Adapun obligasi yang akan jatuh tempo tersebut merupakan obligasi BFI Finance III tahun 2011 seri B senilai Rp102 miliar. Sementara untuk obligasi berkelanjutan I BFI Finance Indonesia tahap I tahun 2012 seri A yang mempunyai jumlah pokok Rp195 miiar dan akan jatuh tempo 17 Juni 2013.

Untuk obligasi perseroan yang akan jatuh tempo adalah obligasi pokok Rp102 miliar. Pihak perseroan akan menggunakan sebagian kas internal perseroan yang berasal dari collection piutang perusahaan yang berjumlah kurang lebih Rp500 miliar setiap bulannya.

Sebelumnya, Direktur BFI Finance, Cornelius Henry Kho mengatakan perseroan berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp625 miliar paling lambat Mei 2013 mendatang. Dalam penerbitan emisi ini, perseroan berencana menggunakan laporan keuangan September 2012. Sesuai ketentuan, obligasi bisa diterbitkan maksimal 6 bulan dari tanggal laporan keuangan yang digunakan.

Emisi tersebut merupakan tahap II dari obligasi berkelanjutan dengan nilai total Rp1,2 triliun. “Emisi obligasi tahap II senilai Rp625 miliar akan diterbitkan sebelum semester I/2013,” ujarnya.

Dia mengatakan, emisi ini merupakan bagian dari usaha pendanaan untuk mendukung ekspansi pembiayaan dan melunasi utang lama, dengan target dana Rp5 triliun. Adapun sisanya akan dipenuhi lewat pinjaman perbankan, baik join financing maupun modal kerja. Ke depan, perseroan juga berencana untuk menambah 20-25 cabang pada tahun depan terutama pada wilayah kabupaten dan kota kecil.

Sementara hingga kuartal ketiga 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 353,30 miliar atau Rp 232 per saham. Laba bersih pada kuartal ketiga tersebut menunjukan kenaikan 16,90% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 302,21 miliar atau Rp 199 persaham. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan perseroan dari Rp 892,35 miliar pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi Rp 1,14 triliun pada kuartal ketiga 2012. Adapun beban perseroan mengalami peningkatan dari Rp 516,28 miliiar menjadi Rp 695,55 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

P3D Kota Sukabumi Catat Pendapatan Rp119 Miliar

P3D Kota Sukabumi Catat Pendapatan Rp119 Miliar NERACA Sukabumi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan…

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…