Dampak Banjir, Volume Perdagangan Ikut Terkoreksi - Bantah Opsi Suspensi Perdagangan

NERACA

Jakarta – Musibah banjir Jakarta yang terjadi dua hari lalu, Kamis dan Jum’at (17-18/1) kemarin tidak hanya melumpuhkan aktifitas masyarakat, tetapi juga trading saham di Bursa Efek Indonesia. Akibatnya, volume transaksi harian turun menjadi Rp 3,9 triliun dari biasanya Rp 4,5 triliun.

Direktur Perdagangan BEI Samsul Hidayat mengatakan, dampak banjir aktifitas perdagangan saham terhambat dan hal ini berpengaruh terhadap volume perdagangan, “Volume perdagangan di BEI yang biasanya Rp 4,5 triliun menjadi hanya Rp 3,9 triliun pada transaksi perdagangan kemarin, “katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia juga menambahkan, indeks BEI juga ikut terkoreksi dampak banjir karena sepinya transaksi,”Aktivitas memang terhambat. Mereka ada kendala, namun berusaha untuk aktifitas dari nasabah agar tidak terganggu. Dampaknya ke volume trading, tapi kalau volume lebih ke investor. Pikiran orang, investor terpecah konsentrasi karena banjir,”ungkapnya.

Namun, Samsul mengatakan, terhambatnya aktivitas tersebut tidak akan sampai pada penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) karena alasan tersebut tidak masuk kriteria untuk pemberhentian perdagangan saham, “Kalau keadaan darurat, kita punya kriterianya dan termasuk jika disuspen. Karena kebijakan itu semua ada dasarnya untuk menuju ke bursa. Semua harus ada kewenangan, ada pengumuman resmi dari pemerintah, “tandasnya.

Tetap Kordinasi

Kata Samsul, pihaknya terus memantau dan berkoordinasi dengan anggota bursa, terkait aktivitas perdagangan saham di tengah kondisi banjir yang melanda Jakarta, “Kami pantau terus dari pagi, dan kami mengapresiasi langkah anggota bursa untuk tetap melakukan aktifitas perdagangan saham karena harus melayani nasabah,”ujarnya

Lebih lanjut Samsul mengatakan, klien anggota bursa bukan hanya di Jakarta, Indonesia tetapi juga ada nasabah di luar negeri. Oleh karena itu anggota bursa juga harus melayani kliennya.Ia mengakui memang ada kendala di beberapa anggota bursa terkait sumber daya manusia (SDM).

Dia menegaskan, pihaknya tetap pantau untuk aktivitas perdagangan demi melayani nasabah dan bila tidak ada kendala dari infrastruktur dan pemerintah, pihak BEI tidak bisa mensuspen pasar gitu saja. Pasalnya, kewenangan terbesar ada pada OJK.

Sementara itu, dia mengatakan, berdasarkan UU Pasar Modal N0.5 bahwa Bapepam-LK memiliki kewenangan untuk memberhentikan perdagangan saham, “Kendala ada namun dalam kondisi minimum. Tidak bisa begitu saja men-suspen. Saham yang pre-opening Cuma LQ 45 saja. Kewenangan ada di OJK, “tegasnya.

Menurutnya, di UU Pasar Modal No. 5 jelas menyatakan bahwa Bapepam-LK punya kewenangan memberhentikan perdagangan jika ada keadaan darurat. Sebelumnya, pihaknya dapat menghentikan perdagangan saham sementara jika situasi Jakarta dinyatakan darurat oleh pemerintah terkait banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta, “Jika keadaan memburuk dan dinyatakan sebagai situasi darurat oleh pemerintah serta sebagian besar anggota bursa tidak dapat melakukan perdagangan, pihak BEI bisa saja tidak melakukan perdagangan dan menyampaikan pemberitahuan sesegera mungkin kepada setiap anggota bursa dan investor, “ungkapnya.

BEI mencatat beberapa anggota bursa mengalami gangguan operasional dampak banjir Jakarta. Gangguan operasional di sebagian anggota bursa seperti karyawannya yang tidak dapat masuk kerja atau terkena pemadaman listrik. Bahkan ada dua hingga tiga anggota bursa (AB) yang tidak dapat beroperasi karena terkena banjir. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Awal Pekan Ini, BEI Suspensi Saham Renuka

NERACA Jakarta - Setelah masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, awal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…