Reksa Dana Syariah Akan Ramaikan Pasar di 2013

NERACA

Jakarta- Prospek pasar saham yang dinilai akan mampu bertumbuh secara konservatif di kisaran 10-15% di tahun ini, didukung adanya rencana pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi cukup menarik optimisme para pelaku pasar. Para manajer investasi dari perusahaan sekuritas misalnya, meluncurkan sejumlah produk reksa dana syariah baru di tahun ini.

PT Samuel Aset Manajemen (SAM) meluncurkan reksa dana terbarunya, SAM Sharia Equity Fund, yang merupakan reksa dana berbasis syariah. Dari produk baru tersebut, pihak manajemen optimistis dapat memberikan kontribusi sekitar Rp100 miliar terhadap dana kelolaan. Bahkan, dengan sejumlah produk yang dimiliki, baik reksa dana (non RDPT) dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), dana kelolaan Samuel diperkirakan akan mampu dapat menembus angka Rp2 triliun.

Kata Direktur Utama SAM, Agus B. Yanuar, SAM menawarkan target imbal hasil sekitar 15-25% untuk reksa dana terbarunya., “Adapun penempatan dana pada portofolio saham syariah, yaitu sebesar 80% dan pasar uang syariah sekitar 2%, “katanya.

Selain itu SAM juga memilih sektor-sektor dan perusahaan yang dinilai likuid. Pihaknya pun melakukan review secara berkala selama tiga bulan terhadap perkembangan sektor-sektor yang menjadi portofolio investasi perusahaan sehingga diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor.

Saham Pilihan

Beberapa sektor yang menjadi pilihan SAM, antara lain sektor konstruksi, yaitu WIKA, ADHI, dan PTPP. Sektor konsumsi, antara lain UNVR, ICBP, ROTI, dan LBF. Sektor perbankan, yaitu BBCA, BMRI, dan BMRI, sementara untuk sektor properti antara lain BEST, SSIA, LPCK, dan LKPR.

Selain Samuel Sekuritas, PT Lautandhana Investment Management juga meluncurkan produk barunya di awal tahun ini, Reksa Dana Lautandhana Saham Syariah. Grace N Wiragesang pernah bilang meskipun pasar modal syariah masih minim, atau hanya sekitar 3% dari total dana industri, pihaknya optimistis produk syariah akan berkembang dengan baik di atas populasi yang notabene mayoritaskan muslim.

Dia pun menargetkan dapat meraup dana sebesar Rp100 miliar dari produk tersebut. Saat ini perusahaan memiliki 23 produk reksa dana, yang terdiri atas reksa dana reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, dan proteksi. Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan dari produk tersebut, cukup menarik, yaitu sekitar 15-20%.

Sementara untuk penempatannya diutamakan untuk sektor-sektor saham yang memiliki nilai kapitalisasi besar, seperti ADHI dan WIKA untuk infrastruktur dan ROTI, ICBP untuk konsumer.

Menurut dia, di tahun ini pihaknya menyiapkan dua hingga tiga produk baru yang akan diluncurkan. Asal tahu saja, dari data Infovesta Utama per 28 Desember 2012, ada 10 reksadana saham syariah memberi imbal hasil rata-rata 10,44%. Imbal hasil ini sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata imbal hasil reksadana saham keseluruhan di angka 10,06%. Per 26 Desember 2012, total dana kelolaan reksadana saham syariah mencapai Rp 2,67 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

Allianz Life Dukung Pengembangan Keuangan Syariah

      NERACA   Jakarta - Allianz Indonesia mendukung acara “Islamic Finance in Indonesia” yang diselenggarakan oleh The Asset…

Bank Jateng Syariah Hibahkan Bus ke Undip

      NERACA   Semarang - Bank Jateng Syariah menghibahkan masing -masing satu unit bus maupun mobil Mitsubishi Pajero…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…