BEI Siapkan Opsi Suspensi Jika Kondisi Darurat - Dampak Banjir Jakarta

NERACA

Jakarta – Direktur Perdagangan dan Pengaturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI),

Samsul Hidayat mengatakan, pihaknya dapat menghentikan perdagangan saham sementara jika situasi Jakarta dinyatakan darurat oleh pemerintah terkait banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta, “Yang pasti perdagangan saham Jum’at tetap berjalan seperti biasa, “katanya di Jakarta, Kamis (17/1).

Dia menegaskan, namun jika keadaan memburuk dan dinyatakan sebagai situasi darurat oleh pemerintah serta sebagian besar anggota bursa tidak dapat melakukan perdagangan, pihak BEI bisa saja tidak melakukan perdagangan dan menyampaikan pemberitahuan sesegera mungkin kepada setiap anggota bursa dan investor.

Oleh karena itu, kata Samsul, pihak BEI akan terus melakukan koordinasi dengan anggota bursa untuk memastikan perdagangan saham tetap beroperasi secara normal. Diakuinya, beberapa anggota bursa mengalami gangguan operasional.

Dia mengatakan, banjir yang melanda Jakarta memicu nilai transaksi harian perdagangan saham di sesi pertama Kamis (17/1) mengalami penurunan menjadi Rp1,64 triliun dari nilai rata-rata transaksi harian normal sekitar Rp2,5 triliun.

Saat ini, Samsul mengatakan, pasar saham Indonesia tetap berjalan normal seperti biasa walaupun operasional dari beberapa anggota bursa ada sedikit gangguan, “Harga saham di BEI juga tidak melemah terlalu dalam dan penurunan transaksi masih dalam tahap wajar,”tandasnya.

Kata Samsul, mungkin ada gangguan operasional di sebagian anggota bursa seperti karyawannya yang tidak dapat masuk kerja atau terkena pemadaman listrik. Hanya saja, perdagangan saham di BEI tetap berjalan seperti biasa. Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, ada dua hingga tiga anggota bursa (AB) yang tidak dapat beroperasi karena terkena banjir.

Sementara Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menegaskan, banjir Jakarta yang menghambat aktifitas masyarakat tidak memberikan dampak signifikan bagi transaksi saham di bursa, “Macet dan banjir yang melanda Jakarta akibat hujan deras tidak mengganggu perdagangan di pasar saham, “tuturnya.

Menurutnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak bisa dikaitkan dengan masalah-masalah di suatu daerah tertentu seperti banjir dan macet. "Nggak bisa langsung dihubungkan gitu, kan market tergantung sentimen atau kabar pasar bukan karena masalah-masalah di suatu area tertentu seperti banjir,"ungkapnya.

Apalagi, tambah Reza, saat ini sudah banyak fasilitas online trading yang memudahkan investor untuk melakukan aktivitas transaksi jual-beli saham di mana pun dan kapan pun mereka berada asalkan terhubung dengan internet. (bani)

BERITA TERKAIT

BID Zona Empat Harus Menjadi Opsi Pilihan Dalam Pembangunan Desa

BID Zona Empat Harus Menjadi Opsi Pilihan Dalam Pembangunan Desa NERACA Kuningan – Bursa Inovasi Desa (BID) Zona empat yang…

KLHK Hormati Gugatan Kualitas Udara Jakarta

KLHK Hormati Gugatan Kualitas Udara Jakarta NERACA Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menghormati gugatan yang dilayangkan Gerakan…

Tawarkan Kupon 7,5% - BEI Dorong ASN Investasi Obligasi SBR 007

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan investasi Obligasi Negara SBR 007 sekaligus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…