BSDE dan SMRA, Saham Properti Utama Dikoleksi

NERACA

Jakarta - Meskipun dinilai akan mengalami koreksi karena harga yang sudah mahal, saham-saham di sektor properti masih pantas menduduki posisi saham layak diakumulasi di tahun 2013. Hal tersebut disampaikan Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang. "Saya masih recommend beberapa saham properti yang cukup prospektif." ujarnya di Jakarta, Kamis (17/1).

Menurut dia, sejauh ini, saham milik PT Summarecon Tbk (SMRA) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menjadi saham utama yang direkomendasikan. Pasalnya, untuk saham BSDE diproyeksikan akan mampu menanjak di level 1.500, sementara saham SMRA diprediksi akan mencapai level 2.200.

Dari sisi fundamental perseroan, kedua perseroan tersebut mencatatkan kinerja yang cukup baik yang fokus melakukan pengembangan usaha. Hingga kuartal ketiga 2012, BSDE misalnya tercatat berhasil menekan laju beban pokok penjualan daripada tingkat kenaikan pendapatan yaitu, hanya tumbuh 22% sementara penjualan berhasil tumbuh 27%.

Kinerja BSDE

Beban usaha pun naik lebih rendah ketimbang kenaikan pendapatan yaitu 15,13%. Pencapaian tersebut membuat laba kotor perusahaan tumbuh 29% menjadi Rp 1,714 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,327 triliun. Bahkan laba usaha naik signifikan 41,45% menjadi Rp 1,005 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 710,174 miliar. Besarnya permintaan pasar properti pada tahun 2012 dan kondisi perekonomian yang positif dinilai telah menggiring kinerja perseroan seacara signifikan.

Kinerja SMRA

Sementara untuk kinerja SMRA, hingga September 2012, perseroan mencatatkan laba naik 76,90% menjadi Rp456,63 miliar dari periode sama sebelumnya Rp258,12 miliar. Selain itu, perseroan juga membukukan pendapatan naik 38,58% menjadi Rp2,19 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,58 triliun.

Beban pokok penjualan dan beban langsung naik menjadi Rp1,08 triliun hingga September 2012, YoY dari Rp846,29 miliar. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,11 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp740,82 miliar.

Sementara beban penjualan emiten properti ini naik menjadi Rp142,98 miliar, YoY dari Rp91,17 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp376,70 miliar, YoY dari Rp273,31 miliar. Penghasilan operasi lain naik menjadi Rp19,81 miliar, YoY dari Rp16,25 miliar.

Direktur Utama SMRA, Johannes Mardjuki pernah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dana senilai Rp 1 triliun untuk pengembangan proyek properti di Jabodetabek, “Kami saat ini masih mencari lahan di wilayah Jabodetabek untuk mengembangkan kawasan layak huni seperti yang sudah dilakukan sebelumnya,” ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

ADHI Miliki 10% Saham Tol Cikunir Ulujami

NERACA Jakarta – Perbesar portofolio investasi di bisnis jalan tol, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memperoleh porsi kepemilikan minoritas…

Pergerakan Modal, Akuisisi dan Merger

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Ketika kekuasaan bersatu dan bekerjasama dengan pengendali modal global membangun perekonomian…

Iwan Sunito Jadi Pembicara Utama Without Borders Goes To Solo

SOLO – Whitout Borders, sebuah forum informal yang memiliki visi Indonesia maju dimana pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utamanya,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…