Mandiri Akan Genjot Kredit UMKM

Bank Mandiri Genjot Portofolio Kredit Sektor UMKM

 

Neraca

 

Jakarta-Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Pahala N Mansyuri mengatakan bahwa pihaknya akan terus menggenjot pertumbuhan kredit produktif terutama pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta meningkatkan akses kepada usaha yang belum bankable. ”Kita mempunyai banyak program untuk membina para enterpreneur dari yang belum bankable melalui program kemitraan, kemudian yang sudah bankable, Mandiri sudah menyiapkan program kredit sampai dengan Rp.100 Juta”, Ujar Pahala. Dia mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan Mandiri dalam membina UMKM sudah sangat sinergis dengan Kredit Usaha Rakyat yang dicanangkan oleh pemerintah untuk memberdayakan sektor mikro. Menurut Pahala, sektor tersebut sangat prospektif, terlebih lagi Bank Indonesia mewajibkan portofolio minimum kredit UMKM sebesar 20% kepada bank-bank yang ada di Indonesia. “Dari sektor mikro, yang masih mengaksesnya hanya sekitar 20% sehingga masih ada 80% yang dapat digarap oleh perbankan untuk meningkatkan aksesnya”, tandasnya.

 

Memang, Pahala mengakui bahwa masih membutuhkan waktu yang panjang untuk meningkatkan penyaluran kredit di sektor mikro sehingga perbankan dapat aktif dalam pembiayaan dan pengembangan sektor tersebut, hanya saja ia juga menerangkan bahwa perlu strategi lain selain sektor perbankan dalam melakukan pembiayaan terhadap sektor UMKM. "Perlu ada inovasi di bidang pembiayaan UMKM selain perbankan seperti venture capital dan perlu ada institusi lain untuk memberikan permodalan dalam bentuk equity atau venture", tukasnya. Ia menargetkan pertumbuhan kredit mikro sebesar 40%, dimana tahun lalu Bank Mandiri meraih pertumbuhan sebesar 60% dari sektor mikro tersebut. "Dalam angka, tahun lalu kita meraih Rp.19 Trilliun dari sektor tersebut dan dari mereka sudah mengakses baru sekitar 20-25% sehingga potensinya besar sekali dan bentuk apresisi kami adalah membuka outlet untuk segmen mikro tahun ini sebanyak 300 unit di seluruh Indonesia", kata Pahala. Di sisi lain, Pahala juga menerangkan bahwa tren suku bunga mikro memang masih cukup tinggi, akan tetapi yang terpenting adalah memperluas akses sehingga pihaknya akan memprioritaskan aksestabilitas. "Dalam jangka panjang, ketika adanya kompetisi serta banyaknya pemain di sektor mikro, kami percaya suku bunga mikro akan menurun di masa depan", terangnya di Jakarta Convention Center, Kamis (17/01). Menurutnya, tingkat suku bunga mikro di Indonesia relatif flat diakibatkan kecenderungan penuruan suku bunga keseluruhan tergantung dari tingkat suku bunga secara makro, akan tetapi ia berharap dengan situasi ekonomi Indonesia yang terkendali dapat terlihat penurunan tingkat suku bunga terutama di sektor mikro. Secara makro, Pahala mengakui bahwa kredit di kuartal I cenderung melemah akibat kondisi perekonomian global yang masih menunjukkan ketidakpastian. "Terutama sektor ekspor kita agak menurun karena permintaan global cenderung berkurang, akan tetapi di triwulan I dan II, kami berdapat dapat tumbuh berkisar 18-20% dan untuk proyeksi tahun ini kami berharap dapat tumbuh sekitar 20-22%", pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Dukung UMKM Tingkatkan Ekspor Lewat E-commerce

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan dukungannya untuk peningkatan ekspor melalui e-Commerce. Menurut Menkominfo Rudiantara, peluang ini terbuka…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

REI Akan Terus Mendukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Bogor - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) akan tetap komit berjuang bersama pemerintah dalam merealisasikan target Program Sejuta…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sompo Insurance Permudah Proses Klaim Asuransi Kendaraan

  NERACA   Jakarta - PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) kembali menyuguhkan hasil inovasi layanan klaim Pelanggan melalui peresmian…

10 Poin Hasil Pleno Development Committe IMF-World Bank

      NERACA   Bali - Development Committee (DC), perkumpulan menteri dan pejabat sektor keuangan seluruh dunia, melakukan pertemuan…

Wapres Harap Bank Pembangunan Jadi Investor Jangka Panjang

    NERACA   Bali - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta sejumlah bank pembangunan dunia, seperi Bank Dunia (WB), Bank…