Banjir Akan Picu Inflasi Tinggi - Hambat Jalur Logistik

NERACA

Jakarta - Banjir akan memicu inflasi tinggi karena jalur logistik otomatis terhambat sehingga para pemasok mengalami kesulitan akses dalam mengirimkan produk mereka. Kondisi itu akan menyebabkan harga merangkak naik dan dapat menyebabkan tingginya inflasi secara nasional. Menteri Keuangan Agus Martowardojo berharap, hujan dan banjir yang menyerang ibu kota selama beberapa hari ini tidak terlalu berdampak pada kegiatan perekonomian nasional, apalagi menyebabkan inflasi.

"Hujan dan banjir di mana-mana memang yang paling kita khawatir transportasi tidak lancar dan ini akan pengaruh pada inflasi di nasional," ujarnya usai pelantikan pejabat eselon 1 dan 2 di Kementerian Keuangan, Kamis (17/1). Dia menyatakan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah melakukan koordinasi penanggulangan bencana banjir yang menimpa ibu kota Jakarta.

Selain itu, yang lebih mengkhawatirkan bencana banjir besar ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di daerah. Bila ini terjadi, inflasi Januari diperkirakan mendekati 1%. "Artinya, karena kondisi ini masih belum berakhir, masih musim hujan awal. Di Jakarta saja, seperti ini dampaknya, apalagi di daerah-daerah yang infrastrukturnya, terutama transportasi yang belum terlalu baik," imbuh Agus.

Harga Naik

Terpisah, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui harga beberapa bahan pokok pangan melonjak seiring terjadinya musim hujan yang mengakibatkan penurunan produksi. Penurunan produksi beberapa bahan pangan tersebut rata-rata hingga sekitar 25% akibat musim hujan yang merendam areal perkebunan. Komoditas yang penurunan produksinya hingga 25% tersebut adalah cabe dan bawang merah.

"Harga bahan kebutuhan pokok, khususnya cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah memang mengalami kenaikan. Itu terjadi karena sebagian daerah produsen itu produksinya turun," katanya. Dia menyebutkan, bahwa secara umum distribusi pasokan bahan kebutuhan pokok khususnya sayur mayur ke pasar Ciawi tidak terpengaruh oleh musim hujan dan banjir karena sekitar 90% pasokan berasal dari lokal Ciawi dan daerah lain di Jawa Barat. Sementara itu, sisanya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang tidak terlalu terpengaruh oleh dampak banjir.

Meski demikian, menurut pantauan Gita saat berkunjung ke pasar Ciawi, perkembangan harga rata-rata pada minggu ketiga Januari 2013 seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan cabe merah keriting relatif lebih rendah dibanding harga rata-rata ibukota Jawa Barat.

Sebagai antisipasi kenaikan harga yang berlarut, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga dan kelancaran distribusi secara intensif dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, untuk perkembangan harga di tingkat nasional sendiri ada beberapa yang justru mengalami penurunan harga seperti minyak goreng curah yang turun 0,58% menjadi Rp10.052 per kilogram, tepung terigu turun 0,14% menjadi Rp7.830 per kilogram, kedelai turun 0,23% menjadi Rp9.283 kilogram dan gula pasir turun 0,13% menjadi Rp12.306 per kilogram.

Sementara itu, bahan pokok yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah bawang merah naik 9,10% menjadi Rp20.385 per kilogram, daging ayam ras naik 2,60% menjadi Rp28.147 per kilogram, telur ayam ras naik 2,32% menjadi Rp18.921 per kilogram, cabe merah naik 1,62% menjadi Rp21.667 per kilogram, daging sapi naik 0,50% menjadi Rp86.522 per kilogram dan beras naik 0,31% menjadi Rp8.339 per kilogram.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, untuk perkembangan harga di tingkat nasional sendiri ada beberapa yang justru mengalami penurunan harga seperti minyak goreng curah yang turun 0,58% menjadi Rp10.052 per kilogram, tepung terigu turun 0,14% menjadi Rp7.830 per kilogram, kedelai turun 0,23% menjadi Rp9.283 kilogram dan gula pasir turun 0,13% menjadi Rp12.306 per kilogram.

Sementara itu, bahan pokok yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah bawang merah naik 9,10% menjadi Rp20.385 per kilogram, daging ayam ras naik 2,60% menjadi Rp28.147 per kilogram, telur ayam ras naik 2,32% menjadi Rp18.921 per kilogram, cabe merah naik 1,62% menjadi Rp21.667 per kilogram, daging sapi naik 0,50% menjadi Rp86.522 per kilogram dan beras naik 0,31% menjadi Rp8.339 per kilogram.

BERITA TERKAIT

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Sekda Kuningan Harapkan Sinergitas Stakeholder Hadapi Curah Hujan Tinggi

Sekda Kuningan Harapkan Sinergitas Stakeholder Hadapi Curah Hujan Tinggi NERACA Kuningan – Musim hujan yang intensitasnya mulai tinggi membuat sebagian…

Kadar Gula Darah Tinggi Bahayakan Kesehatan

Upaya menjaga kadar gula darah dan membatasi asupan makanan bergula tak cuma harus diterapkan untuk penderita diabetes, tapi juga semua…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Gandeng BUMDes, Pertamina Bangun 77 Ribu SPBU Mini

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan membangun 77.000 SPBU mini di seluruh pelosok daerah di Indonesia…