Pasokan Daging di Jabodetabek Terancam Tersendat

NERACA

Jakarta - Masalah daging sapi nampaknya belum terselesaikan juga. Pasokan daging sapi bulan depan, khususnya di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Jabodetabek) terancam tersendat. Stok sapi bakalan di sentra peternakan dan penggemukan diperkirakan habis akhir bulan nanti.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia Johnny Liano menyatakan, pasokan sapi pada bulan ini ditopang oleh kuota impor sapi bakalan. Sampai hari ini jumlah sapi bakalan yang dipotong mencapai 15.000 ekor. Sementara stok asli pengusaha hanya cukup untuk sebulan. "Stok sapi di Jabodetabek saat ini 18.000 ekor, cukup untuk Januari," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/1).

Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan membatasi impor sapi melalui sistem kuota. Johnny mengaku pengusaha rumah penggemukan bingung karena triwulan pertama tahun ini industri hanya diberi jatah impor maksimal 57.000 ekor.

Padahal sampai akhir bulan nanti, jatah itu bisa terpakai sampai 30.000 ekor. Alhasil, bulan depan mereka harus mengandalkan sapi lokal. Masalahnya, ketersediaan sapi lokal seringkali tidak stabil. Harganya pun lebih mahal dibanding sapi impor. Johnny akhirnya tidak yakin pasokan bisa aman. "Masalahnya nanti di akhir bulan kuota impor kita bakal habis sepenuhnya dan kita harus mengandalkan sapi lokal," keluhnya.

Pengusaha yakin tidak akan ada kenaikan harga di pasaran. Harga rata-rata nasional saat ini di kisaran Rp 85.000. Johnny yakin penjual dan pembeli tidak akan mau harga kembali tembus di atas Rp 100.000. Sehingga bila daging kembali naik, permintaan yang akan turun. "Harga Rp 100.000 orang pasti tidak mau, dan mereka akan beralih dari daging (sapi) ke sumber protein hewani lain," ujarnya.

Harga Melonjak

Di tempat berbeda, Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang, menegaskan awal tahun ini harga daging sapi sulit turun dan tetap berkisar Rp 90 ribu-Rp 120 ribu per kilogram. "Normalnya setelah hari raya harga daging akan turun, tapi sekarang masih tetap tinggi. Ini akibat pengurangan kuota impor daging," kata Sarman.

Menurut dia, realisasi impor sapi bakalan di triwulan pertama ini juga tak akan membuat harga daging turun dalam beberapa bulan ke depan. "Ada efek dari pemasukan feedlot iya, tapi apakah kontinuitasnya terjamin?" kata dia. Kebutuhan sapi di Jakarta mencapai 2.000 ekor per hari untuk dipotong.

Dia menambahkan, kontinuitas pasokan sapi dan daging diperlukan untuk membuat harga daging stabil. Sebab, semua distributor daging sudah memiliki kontrak dengan dunia usaha dan akan mengutamakan pasokan bagi industri, sehingga dia khawatir pasokan untuk pasar tak dapat dipenuhi.

Dalam catatan Sarman, hampir 80-90 % kuota impor daging terserap untuk DKI Jakarta dan sekitarnya karena industri olahan daging paling besar berada di Jakarta. Secara volume, kebutuhan daging di DKI Jakarta dan sekitarnya mencapai 50 ribu ton per tahun. Jumlah ini hampir menghabiskan kuota impor daging 2013 yang ditetapkan sebesar 80 ribu ton.

Kebutuhan daging di DKI Jakarta dan sekitarnya besar karena terdapat 5.700 perusahaan bergerak di bidang hotel, restoran, dan katering yang setiap harinya membutuhkan pasokan daging sapi. Belum lagi 20 ribu usaha kecil dan menengah yang membutuhkan daging sapi sebagai bahan baku, seperti warung bakso maupun warung nasi Padang. "Tidak hanya itu, setiap tahun ada 3 juta turis yang masuk ke Jakarta. Turis ini juga mengkonsumsi daging cukup besar," katanya.

BERITA TERKAIT

Padi Petani di Sumsel Terancam Tak Terserap

Padi Petani di Sumsel Terancam Tak Terserap NERACA Palembang - Produksi padi petani pada panen raya mendatang terancam tak terserap…

Harga Minyak Dipicu Penurunan Stok AS dan Pasokan OPEC

NERACA Jakarta – Minyak berjangka naik untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah penurunan tajam…

Ratusan Koperasi di Palembang Terancam Ditutup

Ratusan Koperasi di Palembang Terancam Ditutup NERACA Palembang - Ratusan koperasi di Kota Palembang, Sumatera Selatan tidak beroperasi secara baik…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…