Dongkrak Penjualan, Waskita Optimalkan Bisnis Beton - Bangun Pabrik Senilai Rp 100 Miliar

NERACA

Jakarta - Guna mendukung bisnis utama di sektor konstruksi, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan mengoptimalkan bisnisnya pada produksi beton. Hal ini dilakukan, seiring tengah giatnya pembangunan infrastruktur yang ditopang pertumbuhan ekonomi yang positif serto proyek MP3EI. Apalagi perseroan, diklaim memiliki ilmunya dalam produksi Beton. Oleh karena itu, Waskita Karya akan mendanai bisnisnya di sektor beton dari hasil penawaran saham perdana.

Direktur Keuangan PT Waskita Karya Tbk, Tunggul Rajagukguk mengatakan, pengembangan bisnis beton akan didanai dari hasil IPO. Disebutkan, perseroan sendiri telah menggunakan dana IPO sebesar Rp 552,57miliar hingga akhir Desember 2012 lalu, “Dana tersebut digunakan perseroan sebagai modal kerja sebesar Rp500,60 miliar,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (16/1).

Dia menjelaskan, penggunaan dana IPO digunakan perseroan untuk modal kerja sebesar Rp500,60 miliar. Sedangkan sisanya digunakan perseroan sebagai pengembangan dari bisnis sebesar Rp51,974 miliar dari yang direncanakan sebesar Rp454,91 miliar. "Dana hasil IPO tersebut kami gunakan untuk modal kerja dan pengembangan bisnis seperti produksi beton precast dan properti,”ungkapnya.

Adapun sisa dana perseroan saat ini sebesar Rp584,70 miliar, yang terdiri sekitar Rp181,76 miliar disimpan direkening perseroan dan sisanya sebesar Rp402,93 miliar di simpan dalam deposito Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank BJB serta rekening Bank BNI.

Kapasitas Produksi

Sebelumnya, General Manager Investor Relation and Productions Waskita Karya, Agus Sugiono pernah bilang, Waskita bakal bangun pabrik beton precast senilai Rp100 miliar dengan kapasitas 350 ribu ton. Pembangunan pabrik ini diperkirakan dapat menghemat ongkos produksi 10-14%.

Dia menuturkan, rencana pembangunan pabrik beton tersebut berasal dari 40% dana segar hasil IPO dan sisanya 60% untuk membiayai berbagai proyek perusahaan, “Kami akan membangun pabrik precast beton di Cibitung dengan kapasitas 350 ribu ton per tahun dari hasil IPO,”ujarnya.

Pabrik ini nantinya akan memproduksi tiang pancang, balok girder, dan beton lantai. Perseroan menargetkan pabrik beton ini mulai dapat beroperasi pada 2016 dan dapat meningkatkan kapasitas produksi beton hingga 850 ribu ton.

Agus menjelaskan, produksi beton ini akan digunakan untuk pembangunan proyek perusahaan seperti pengerjaan jalan tol Tanjung Benoa-Nusa Dua, Bali. Dia menambahkan, pembangunan pabrik ini untuk memastikan bahan-bahan untuk proyek. Sebagian besar produksinya akan digunakan sendiri dan sisanya baru dijual kepada kontraktor lainnya.

Beroperasinya pabrik ini dapat menghemat biaya operasi sekitar 10-14 persen. "Selama ini, kami selalu bergantung kepada perusahaan kompetitor seperti Adhimix, Betonindo, dan Wika Beton, maka itu kami ingin membuat pabrik precast sendiri,”tandasnya.

Target Kontrak

Ditahun 2013, PT Waskita Karya Tbk menargetkan kontrak baru sebesar Rp 14 triliun dan sisa kontrak ditahun 2012 sebesar Rp 7 triliun. Maka dengan demikian, total kontrak tahun 2013 sebesar Rp 21 triliun.

Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk M. Chaliq mengatakan, target kontrak tahun 2012 sebesar Rp 12 triliun dengan komposisi proyek dari APBN sebesar 40%, BUMN 20% dan sisanya swasta.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, belanja modal tahun 2013 sebesar Rp150 miliar dan belanja modal akan didapatkan dari kas internal, “komposisi belanja modal itu sekitar 15% untuk properti,15% untuk beton, dan 10% untuk jalan tol,”ungkapnya.

Nantinya, belanja modal akan digunakan untuk revitalisasi alat berat dan pabrik beton. Kemudian, perseroan juga akan melakukan tiga pengembangan bisnis ke depan, antara lain pabrik beton, properti dan investasi di jalan tol.

Perseroan akan melakukan pembangunan mixed used dekat kantor Waskita. Sedangkan investasi di jalan tol, perseroan bersama Citra Marga Nusaphala Persada telah investasi di jalan tol Depok-Antasari. "Kami juga sedang membidik jalan tol di Medan Kualanamo bersama Jasa Marga dan PP," ujar Choliq.

Sebagai informasi, di akhir tahun 2012, Waskita raih dua proyek pengerjaan kontrak jalan tol yaitu Gempol-Pasuruan dan Gempol Porong. Namun baru saja tanda tangan yang Gempol-Porong dan dalam waktu dekat Gempol-Pasuruan.

Disebutkan, total kontrak pengerjaan dua jalan tol ini senilai Rp 500 miliar dan untuk pengerjaan proyek jalan tol di tahun 2012 mencapai Rp 2 triliun. Selain itu, perseroan juga telah menandatangani kontrak car terminal Pelindo dua senilai Rp150 miliar.

Kemudian guna meningkatkan penjualan, pihaknya juga telah melarang menerima kontrak di bawah Rp25 miliar kecuali kondisi tertentu. Hal itu sesuai arahan Menteri BUMN yang melarang menerima kontrak di bawah Rp25 miliar.

Di tahun 2012, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 9 triliun dan laba bersih Rp 250 miliar. Dimana kinerja tersebut didukung dari pertumbuhan kontrak baru perseroan. Pada awal tahun 2013, perseroan telah mendapatkan kontrak jembatan kapuk naga di Jakarta utara senilai rp260 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Sampai Akhir November, 100 Perusahaan di Kota Sukabumi Gulung Tikar

Sampai Akhir November, 100 Perusahaan di Kota Sukabumi Gulung Tikar NERACA Sukabumi - Sampai dengan akhir November tahun 2018, Dinas…

Rambah Bisnis Air Bersih - RAJA Siapkan Dana Akuisisi US$ 1,6 Juta

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di tahun depan, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menambah lini bisnis baru di sektor…

Suport Bisnis Pembayaran Digital - DIVA Investasi 30% Saham di Pawoon

NERACA Jakarta– Pacu pertumbuhan bisnis di era digital, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), entitas anak PT Kresna Graha Investama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Renuka Coalindo Masuk UMA

Perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan harga saham…

Pemda Jateng Tunda Rilis Obligasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah seniai Rp1,2 triliun. Padahal, proses penerbitan obligasi tersebut telah mendapat…

BATA Bagi Dividen Interim Rp 8,71 Persaham

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) akan membagikan dividen interim untuk tahu buku 2018 sejumlah Rp 8,71 per saham atau semuanya…