Lepas 4 Miliar Saham, Multi Agro Lunasi Utang Rp 300 Miliar

NERACA

Jakarta- Pasca melepas empat miliar lembar saham ke publik melalui pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial public Offering/IPO), PT Multi Agro Gemilang Plantations (MAGP) diproyeksikan akan memperoleh dana segar sebesar Rp440 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Multi Agro Gemilang Plantations Tbk, Risming Andyanto mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi utang perseroan. ”Setelah mendapatkan dana penawaran perdana saham, dalam satu minggu ini kita akan lunasi pinjaman Rp300 miliar ke Bank Panin,”katanya di Jakarta, Rabu (16/1).

Selain pelunasan utang, lanjut Risming, dana hasil IPO akan digunakan untuk penambahan modal kerja. Pasalnya, perseroan berencana untuk menambah tanaman baru sekitar 3.000-4.000 hektar lahan pada tahun 2013.

Menurut Risming, jumlah tanaman menghasilkan pada tahun 2013 akan bertambah sekitar 21% sehingga jumlah tanaman menghasilkan mencapai sekitar 1.066 hektar. Sementara pada Juni 2012 lalu, pihaknya mencatat, jumlah tanaman menghasilkan mencapai 12% dari lahan yang telah ditanami seluas 9.000 hektar.

Dalam pencatatan saham perdananya, harga saham perseroan ditawarkan sebesar Rp110. Namun kemudian melemah ke level Rp109 atau turun 0,91% dari harga perdana saham. Transaksi saham MAGP juga sempat melemah ke Rp103. Sementara volume transaksi saham tercatat mencapai 57 ribu lot saham dengan nilai transaksi Rp3 miliar.

Selain itu, perseroan juga menawarkan waran seri pertama dengan jumlah sebesar 400 juta unit. Harga pelaksanaan waran seri pertama sebesar Rp160 per saham. Dana hasil pelaksanaan waran diperkirakan Rp64 miliar.

Pencatatan dan awal perdagangan waran seri I pada 16 Januari 2013, pelaksanaan waran seri I pada 16 Juli 2013-15 Juli 2016. Akhir masa berlaku pada 15 Juli 2016. Adapun penjamin emisi efek dalam pelaksanaan IPO tersebut, yaitu PT Brent Securities dan PT Valbury Asia Securities.

Prospek Saham

Terkait pelemahan saham yang terjadi pada MAGP, Managing Director PT Valbury Securities Johanes Soetikno mengatakan, terjadinya koreksi saham tersebut dipengaruhi sentimen negatif indeks saham kemarin. Selain itu, hal tersebut juga didorong adanya aksi jual yang dilakukan pelaku pasar.

Menurut dia, sejauh ini penawaran perdana saham MAGP untuk pooling cukup besar, yaitu sekitar 10%-12%. Dari pooling tersebut juga tercatat besarnya minat asing untuk saham MAGP. “Investor asing, khususnya dari Singapura, Hong Kong dan Dubai juga berminat.” jelasnya.

Meskipun demikian, dari sisi fundamental perseroan pihaknya optimistis akan mendorong kinerja saham perseroan ke depan, terlebih sektor perkebunan menghasilkan produksi yang selalu dibutuhkan masyarakat. ”Ini akan memberi sentimen positif ke depan.” ujarnya.

Sementara hingga Juni 2012, perseroan mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp1,51 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp2,83 miliar. Selain itu, penjualan tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp20,81 miliar dari Rp19,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Adapun total liabilitas perseroan hingga akhir Juni 2012 mencapai Rp371,17 miliar dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp508,18 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Garap Proyek 35 Ribu MW - PLN Terbitkan Global Bond US$ 1,4 Miliar

NERACA Jakarta – Guna mendanai pengembangan dan operasional bisnis, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan surat utang (global bond) pertama…

Naik 7,4%, Utang Luar Negeri Capai Rp 5.521 Triliun

  NERACA   Jakarta - Utang luar negeri Indonesia pada akhir Mei 2019 naik 7,4 persen secara tahunan (year on…

Jabar Berikan Rp200 Miliar Bantuan Keuangan Per Pemkab/Pemkot

Jabar Berikan Rp200 Miliar Bantuan Keuangan Per Pemkab/Pemkot   NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…