Perempuan Jadi Pendorong Pasar Smartphone

NERACA

Jakarta - Ericsson Consumer Lab dalam survey teranyarnya mengungkapkan bahwa perempuan bisa menjadi pendorong pasar smartphone. Pasalnya tidak kurang dari 97% smartphone yang dimiliki perempuan digunakan untuk SMS, 77% lainnya untuk mengirim dan menerima foto, 59% digunakan untuk jejaring sosial, 24% untuk memberitahukan keberadaan lokasi dan 17% untuk menukarkan kupon.

"Fakta ini menunjukan bahwa perempuan mampu mendorong pasar adopsi smaratphone secara masal sedangkan laki-laki mendapatkan hasil yang lebih rendah," ungkap Vice President Marketing and Communication PT Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati di Jakarta, Rabu (16/1).

Ia menjelaskan penggunaan SMS dikalangan wanita seperti di negara Rusia, Mesir, Afrika Selatan dan Turki masih cukup tinggi. Negera-negara tersebut juga menjadi yang paling rajin dalam mengirim atau menerima foto di Asia dengan 87% digunakan oleh perempuan dan 79% oleh laki-laki. Sementara itu, di Eropa, sekitar 60% wanita pengguna smartphone akan cenderung memilih social netwroking dibandingkan dengan laki-laki yang hanya 52%. "Untuk itu, industri telekomunikasi mempunyai potensi yang besar untuk segmentasi wanita," jelasnya.

Hardyana menjelaskan survey yang dilakukan secara global dengan mengambil hasil riset dengan cara melakukan wawancara kepada lebih dari 100.000 responden yang tersebar di 40 negara di 15 kota-kota besar. "Bertahun-tahun kami telah mengumpulkan database yang besar dari tren data konsumen dan kami melihat adanya laju perubahan yang terjadi lebih cepat, salah satunya adalah mengenai perempuan pengguna smartphone," lanjutnya.

Dalam laporan hasil survey tersebut juga memaparkan bahwa teknologi komputasi awan atau cloud computing kian menjadi kebutuhan konsumen pada tahun ini. Pasalnya cloud membentuk kebutuhan pada perangkat pendukung. Lebih dari 50% pengguna tablet dan di atas 40% pengguna ponsel cerdas menginginkan kemudahan akses aplikasi dan data yang lebih mudah di beberapa perangkat. Teknologi komputasi awan membantu mewujudkan hal ini. "Apa yang tersaji di dalam tren konsumen ini juga terjadi di Indonesia. Perkembangan teknologi membentuk tren yang sama di level global," ujarnya.

Selain komputasi awan, riset ini juga menemukan bahwa komputasi untuk berbagai pekerjaan juga semakin meningkat. Konsumen akan lebih memilih untuk membeli perangkat mobile, seperti tablet ketimbang desktop personal computer. Tren konsumen terkini lainnya adalah para pekerja semakin memanfaatkan broadband di kantor. Sebanyak 57% pengguna ponsel cerdas misalnya menggunakan layanan pribadi di tempat kerja. Akses ini bukan termasuk layanan yang dibiayai kantor.

Selain itu, masyarakat perkotaan kian mobile. Para penduduk perkotaan mengakses Internet dimana pun. Tren lain yang juga masuk dalam temuan Ericsson ConsumerLab adalah perempuan menjadi pendorong pasar smartphone, in-line shopping, televisi sebagai sarana sosial, dan perubahan dalam proses pembelajaran.

Penerapan TIK Rendah

Sebelumnya, Hardyana juga memaparkan peringkat Indonesia khususnya kota Jakarta dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) masih berada di urutan ke 21. Adapun nilai penggunaan TIK sebesar 11, 6. "Penggunaan TIK di Indonesia khususnya di Jakarta masih sangat rendah, terutama untuk penggunaan bisnis. Indonesia harus segera membangun TIK untuk kemakmuran warga dan bisnis," katanya.

Ia menambahkan, kebijakan yang dibuat pemerintah akan membantu mengarahkan sektor bisnis untuk pengembangan TIK. Oleh karena itu, perubahan kebijakan, regulasi, dan perencanaan, adalah beberapa faktor yang mendorong kemajuan.

Adanya korelasi yang positif antara TIK yang sudah maju dan pembangunan ekonomi secara luas telah didukung oleh banyaknya laporan akademis dan studi kasus. Sebagai contoh dalam laporan yang dikeluarkan oleh Stockholm School of Economics pada tahun 2012, disimpulkan bahwa peningkatan 1 persen dalam penetrasi broadband akan meningkatkan peluang bisnis baru sebesar 3,8%. "Faktor-faktor tersebut akan sangat penting dalam membantu organisasi dari semua ukuran agar dapat terhubung, berkolaborasi, dan bersaing secara lebih efektif," tambahnya.

Dalam riset itu, Ericsson menggunakan 28 indikator dalam dua kategori: (1) kemajuan TIK di kota itu yang ditentukan dari ketersediaan dan penyelenggaraan infrastruktur TIK; dan (2) manfaat investasi TIK dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Bagi Jakarta, pemeringkatan 25 kota di dunia itu untuk mempelajari apa yang telah diterapkan di kota-kota negara lain dalam pemakaian TIK demi kemajuan bisnis dan kemakmuran warganya. "Belum ada rencana untuk (riset) khusus (tentang pemanfaatan TIK) terkait kota-kota di Indonesia," kata Hardyana.

Hasil pemeringkatan terhadap Jakarta dalam riset global Ericsson itu bisa diterapkan juga untuk kota-kota lain di Indonesia demi mempelajari pemanfaatan TIK pada kegiatan bisnis. Tiga kontribusi TIK pada kegiatan bisnis, seperti disebut laporan riset Ericsson, adalah (1) pembangkit peluang kewirausahaan seperti inovasi layanan video streaming, e-commerce, dan layanan cloud; (2) pendukung akses ke pasar yang terkendala kondisi geografis; dan (3) pendorong efisiensi biaya transaksi antarperusahaan.

Sementara 24 kota lain yang menjadi obyek riset Ericsson adalah Beijing, Buenos Aires, Delhi, Dhaka, Istanbul, Johannesburg, Kairo, Karachi, Lagos, Los Angeles, London, Manila, Mexico City, Moskow, Mumbai, New York, Paris, Sao Paulo, Seoul, Shanghai, Singapore, Stockholm, Sydney, dan Tokyo.

BERITA TERKAIT

Pasar Modal Syariah Tumbuh Signifikan

NERACA Jakarta-  Positifnya kinerja industri pasar modal juga seirama dengan perkembangan industri pasar modal syariah di tahun ini. Bahkan Otoritas…

Gelar Private Placement - Bank BJB Bidik Dana di Pasar Rp 684,19 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) berencana melakukan aksi korporasi penambahan…

Industri Sepeda Motor Agresif Pacu Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Industri sepeda motor di Indonesia semakin agresif menembus pasar ekspor. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan produktivitas…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kemenperin Gandeng IMIP Gelar Diklat 3 in 1 Industri Logam

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sepakat menjalin kerja sama dalam upaya mencetak tenaga…

PT Bintang Energi Lestari Bangun Kota Baru di Daerah Lebak, Harga Rumah Mulai Rp 136 Jutaan

NERACA Jakarta - Pengembang properti PT Bintang Energi Lestari tengah mengembangkan kota baru di daerah Maja, Lebak, Banten dengan nama…

Kementan Fokus Pada Pembangunan Klaster Berbasis Korporasi Petani dan Infrastruktur Pertanian

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) akan fokus kepada pengembangan kawasan pertanian (klaster) berbasis korporasi petani dan penguatan infrastruktur pertanian…