Investor Asing Dongkrak Nilai Transaksi Harian - BEI Catatkan Rp 5 Triliun

NERACA

Jakarta–Sejak pembukaan perdagangan saham di awal pekan, transaksi harian di bursa terus mengalami kenaikan cukup signifikan. Dimana, PT Bursa Efek Indonesia mencatat sampai dengan Selasa (15/1), nilai rata-rata transaksi harian telah mencapai Rp 5 triliun.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, kenaikan nilai rata-rata transaksi harian saham sebesar 11,86% sepanjang 2013, didukung aktifnya transaksi investor asing, “Sebenarnya kami tidak tahu apakah itu karena perdagangan lebih awal atau karena sentimen global. Tapi, kami melihat karena adanya kenaikan likuiditas,” katanya di Jakarta, Rabu (16/1).

Namun yang pasti, lanjut Ito, peningkatan rata-rata transaksi itu lebih dikarenakan adanya kenaikan likuiditas saham. Menurutnya, harapan terhadap nilai transaksi harian itu juga akan didukung pertumbuhan ekonomi, krisis global yang sudah mereda dan tidak seperti tahun lalu.

Selain itu, dikatakannya, juga akan didorong penambahan emiten. Tahun ini, BEI mematok target bisa mencatatkan 30 emiten baru. Berdasarkan data BEI Selasa (15/1/2013), rata-rata volume perdagangan saham 4,51 miliar saham dengan nilai transaksi Rp5,09 triliun . Frekuensi perdagangan saham mencapai 150.486 kali. Kapitalisasi pasar saham BEI sebesar Rp4,221 triliun.

Sebagai informasi, BEI menargetan transaksi harian di lantai bursa mencapai Rp 5,5 triliun per hari pada 2013. Nilai transaksi ini naik 37 % dibandingkan nilai transaksi pada 2012 yang mencapai Rp 4 triliun.

Ito pernah bilang, pihaknya telah mengantisipasi kenaikan maupun pertumbuhan pada jumlah perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Dengan jumlah IPO yang mencapai 30, hal ini akan mempengaruhi nilai transaksi harian. "Tahun lalu IPO tidak tercapai karena tiga perusahaan baru dapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Jadi 26 yang dapat efektif, tapi tiga lagi masih menunggu persiapan, hal ini diproyeksikan akan mempengaruhi transaksi harian,”tandasnya.

Selain itu, perkembangan investor asing akan mendukung nilai transaksi harian yang sejak 2006 sudah baik. "Mereka nett buyer. Walaupun jumlahnya mereka tidak bertambah banyak, namun dana yang mereka investasikan jumlahnya besar sekali," katanya.

Ditahun 2012, BEI menurunkan target rata-rata nilai transaksi harian perdagangan saham menjadi Rp 4,8 triliun dari target sebelumnya Rp 5,8 triliun. Penurunan transaksi harian ini menyusul adanya penurunan likuiditas bursa global. Meski demikian, pihak BEI mengklaim penurunan target itu masih lebih rendah dibandingkan bursa negara lain yang melemah antara 15-20% di Asia dan bursa Eropa dan Amerika Serikat 20-25%. (bani)

BERITA TERKAIT

Hipmi: Investor Tidak Lagi Wait and See - DAMPAK POSITIF PERTEMUAN JOKOWI-PRABOWO

Jakarta-Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengatakan, pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto menimbulkan konfiden yang…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Saham Trikomsel Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham di luar kebiasaan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pergerakan saham PT Trikomsel…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…