Agung Podomoro Targetkan Penjualan Rp6 Triliun - Outlook 2013

NERACA

Jakarta- Sukses mencatatkan penjualan senilai Rp5,8 triliun atau lebih besar dari nilai yang ditargetkan sebelumnya sebesar Rp5,5 triliun, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) optimistis menargetkan marketing sales sebesar Rp6 triliun pada tahun 2013. "Penyumbang marketing sales di tahun 2013 berasal dari proyek baru sekitar 30-40%,”kata Wakil Direktur Agung Podomoro, Indra Widjaja di Jakarta, Rabu (16/1).

Dia mengatakan, untuk mendukung kinerja perseroan, ada empat proyek baru yang akan digarap perseroan dan tiga hotel yang siap diluncurkan pada tahun ini. Sementara sisanya berasal dari proyek lama, antara lain Podomoro City, yang ditargetkan dapat menyumbang sekitar Rp1 triliun dan Vimala Hills sebesar Rp1 triliun.

Dengan meningkatkan penjualan, net income ditargetkan dapat mencapai 15-20%. Untuk total nilai penjualan yang telah dicapai perseroan di tahun 2012, lanjut Indra antara lain berasal dari proyek pembangunan Superblok Green bay sebesar 37,4% atau Rp2,1 triliun, Soho sebesar 18%, atau Rp1 triliun. Vimala Hills 8% atau Rp463 miliar, dan Podomoro City 6,6% atau Rp385 miliar.

Akusisi Proyek

Selain menargetkan empat proyek baru, pihaknya juga berencana untuk mengakuisi lima proyek. Meskipun demikian, hal tersebut masih dalam tahap studi. Adapun investasi yang digelontorkan untuk menyukseskan rencana akuisisi tersebut yaitu sekitar Rp 10 triliun. “Untuk akuisisi antara lain terbesar ada di wilayah Jakarta, dan Kerawang,” ujarnya.

Lebih lanjut Indra mengatakan, beberapa proyek yang juga akan dikembangkan antara lain berada di wilayah Batam, dan Balikpapan. Untuk proyek perumahan dan apartemen di Batam merupakan proyek yang telah diakuisisi 2012 lalu. “Reklamasi di situ sekitar 5 hektar kami akan bangun superblok, mall, hotel.” jelasnya.

Sementara untuk proyek hotel yaitu hotel bintang lima plus di Nusa Dua, Bali, pengembangan hotel di kawasan Seminyak dengan jumlah kamar 280 unit, dan pengembangan hotel bintang dua di Kelapa Gading dengan jumlah 170 kamar. Untuk pengembangan hotel di Nusa Dua, Bali dan Seminyak ini pihaknya bekerja sama dengan grup Intercontinental, sedangkan untuk hotel bintang dua di Kelapa Gading bekerja sama dengan grup Panorama.

Direktur Keuangan APLN, Cecar Dela Cruz mengatakan, pihaknya menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp4-4,5 triliun. ”Capex sebesar Rp4-4,5 triliun akan digunakan untuk mengembangkan beberapa usaha, baik apartemen yang letaknya ada di Jakarta dan menyelesaikan proyek di Balikpapan,” jelasnya.

Cecar mengatakan, anggaran belanja modal tersebut berasal dari hasil penjualan dan operasional perseroan, serta pinjaman perbankan. Tidak tertutup kemungkinan didapat melalui pasar modal. Sementara untuk penyerapan anggaran belanja modal di tahun 2012, pihaknya mencatat mencapai Rp2,7-3 triliun.

Terkait pengembangan yang akan dilakukan di Balikpapan, Cecar menambahkan, hal itu didasarkan pada posisi wilayah yang cukup strategis dan peluang bisnis yang cukup menarik. ”Banyak perusahaan-perusahaan besar asing maupun lokal di sana, letaknya juga tidak jauh dari pantai dan masih kurangnya pusat perbelanjaan.” jelasnya.(lia)

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Catatkan Penjualan Terbanyak - Opus Park Raih Most Favoured Middle Up Class

NERACA Jakarta – Apartemen Opus Park yang berlokasi di CBD township Sentul City, Bogor yang dikembangkan PT Izumi Sentul Realty…

Pabrik Baru Beroperasi - Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…