Kemendag Siap Ladeni Amerika di WTO

NERACA

Jakarta - Di tengah lesunya ekspor Indonesia saat ini dan defisitnya neraca perdagangan ternyata ada beberapa masalah perdagangan antar negara dengan Indonesia yang mengalami hambatan sampai saat ini.Hambatan tersebut antara lain aduan ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) terkait pembatasan impor hortikultura.

Namun pemerintah Indonesia tidak merasa panik mengahadapi laporan Amerika Serikat (AS) kepada organisasi perdagangan dunia (WTO) terkait aturan yang dikeluarkan Indonesia soal pengetatan impor produk hortikultura. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan siap meladeni pertanyaan yang diajukan AS di lembaga tertinggi perdagangan dunia tersebut.

"Saya kira begini, setiap ketentuan di WTO setiap negara anggota berhak untuk melakukan itu. Dan prosesnya adalah yang pertama yang juga sudah diajukan oleh AS adalah permintaan untuk konsultasi, itu dulu," kata Bayu di Jakarta, Rabu (16/1).

Lebih jauh lagi Bayu memaparkan dalam jangka waktu 60 hari, pihaknya sedang menyiapkan bahan untuk pertemuan pertama di Jenewa, Swiss. "Tadi ada rapat sedang menyiapkan bahan, untuk pertemuan pertama antara pihak Indonesia dengan AS di Jenewa tentunya, di markas besar WTO, untuk mengklarifikasi apa pertanyaan dia dan apa jawaban kita dan seterusnya," paparnya.

Sesuai ketentuan jika dalam waktu 60 hari ini tidak ada titik temu antara kedua negara, maka kemudian WTO akan membuat panel. Panel digunakan untuk memeriksa aduan yang diberikan oleh AS dan jawaban oleh Indonesia. Di dalam panel itu nantinya akan didengarkan pandangan negara-negara anggota lain.

Pengalaman Indonesia di masa lalu tepatnya tahun 2010, pada kasus diskriminasi produk rokok Indonesia di AS menjadi acuan pelajaran yang sama yang dialami Indonesia saat ini. Bayu hanya menunggu menang atau kalah dalam keputusan yang akan diberikan oleh WTO.

"Kalau nanti kemudian berjalan dan itu seperti pengalaman kita menuntut atau mengajukan kepada WTO untuk larangan, di AS waktu itu ada larangan memasukkan cengkeh ke dalam rokok, dan itu kita ajukan ke WTO dan kita menang. Kalau melihat pengalaman itu, kita mengajukannya di 2010 diputuskan WTO tahun 2012, jadi lama. Ya bayangan kita mungkin bersiap untuk 12 sampai 18 bulan untuk proses di dalam panel itu," tandasnya.

Lindungi Petani

Di tempat berbeda, Menko Perekonomian Hatta Rajasa optimis bisa menghadapi gugatan Amerika Serikat di WTO. Hal tersebut didukung oleh opini bahwa setiap negara ingin melindungi petani dalam negeri. "Tunjukkan kepada saya negara mana yang tidak memberikan perlindungan pada petaninya. Kita pun harus melakukan itu," ujar Hatta.

Hatta menjelaskan surat protes Amerika dapat diatasi melalui proses konsultasi. Indonesia siap membicarakan hal ini. "Kita kan boleh melindungi petani kita, masa kita biarkan petani repot di negeri kita sendiri," tuturnya.

Pihak AS sendiri melayangkan surat keberatan kepada WTO awal pekan lalu sebab kebijakan pembatasan impor hortikultura merugikan petani di negeri Paman Sam itu. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga berusaha untuk proaktif dalam menanggapi gugatan tersebut. Dia mencoba untuk bertemu dengan pihak AS serta WTO untuk mencari jalan tengah.

BERITA TERKAIT

Pengusaha Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

NERACA Jakarta – BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Barat mengajak pengusaha di daerah itu untuk menyiapkan diri dan…

UPN Jakarta Siap Hadapi Industri 4.0

UPN Jakarta Siap Hadapi Industri 4.0 NERACA Jakarta - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Dr Prasetyo Hadi mengatakan…

UPN VETERAN JAKARTA SIAP HADAPI INDUSTRI 4.0

Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta DR Erna Hernawati AK, CPMA, CA (ke empat dari kiri) berpose salam Bela…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Bilateral - RI Fasilitasi Perdagangan Atasi Hambatan Ekspor Kopi ke Filipina

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) memfasilitasi hambatan perdagangan terkait tindakan pengamanan yang dilakukan oleh Pemerintah…

Kemendag Prioritaskan Revitalisasi Pasar Pada 2019

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprioritaskan program revitalisasi pasar rakyat pada 2019, guna mencapai target 5.000 unit. "Tetap yang…

Perdagangan Internasional - Indonesia Berupaya Tingkatkan Ekspor Produk Mode ke Perancis

NERACA Jakarta – Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian mendukung upaya untuk meningkatkan ekspor produk mode ke Paris.…