Genjot Kredit, NISP Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun - Tawarkan Bunga Maksimal 7,60%

NERACA

Jakarta- PT OCBC NISP menerbitkan obligasi senilai Rp 3 triliun yang akan digunakan untuk penyaluran kredit. "Dana yang diperoleh, setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk pertumbuhan industri dalam bentuk penyaluran kredit." kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja di Jakarta, Selasa (15/1).

Menurut Parwati, obligasi yang diterbitkan perseroan merupakan obligasi berkelanjutan 1 tahap 1 tahun 2013. Obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri, yaitu seri A, dengan tenor 370 hari dengan indikasi bunga antara 6,00-6,75% per tahun. Seri B dengan tenor 2 tahun dan bunga 6,25-7,25% per tahun.

Adapun seri C memiliki tenor 3 tahun dengan indikasi bunga 6,75-7,60% per tahun. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap 3 bulan sekali, “Kami berharap penerbitan obligasi ini kembali mendapat sambutan positif dari investor yang ingin mendapatkan return optimal,”ujarnya.

Adapun penjamin emisi untuk penerbitan obligasi ini yaitu PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT NISP Sekuritas, dan PT OCBC Sekuritas Indonesia. Head of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas, Dadang Suryanto mengatakan, penerbitan obligasi OCBC mendapat peringkat AAA.

Karena itu, meski tanpa adanya jaminan secara khusus dalam penerbitan obligasi tersebut, dan digunakan untuk penyaluran kredit pihaknya optimistis penerbitan obligasi, khususnya sektor perbankan akan terserap dengan baik di pasar.

Target Investor

Komposisi masing-masing seri obligasi tersebut, lanjut Dadang, tergantung dari hasil book building. Target investor untuk penerbitan obligasi ini antara lain fund manager, perbankan, dan asuransi. "Bookbuilding dimulai pada 15 Januari dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 12 Februari 2013." Katanya.

Dadang menambahkan, selain kondisi pasar yang cukup baik, prospek pasar obligasi ke depan akan didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang cukup bagus, terlebih didukung dengan tingkat suku bunga yang atraktif.

Sementara hingga September 2012, OCBC memiliki aset Rp71,4 triliun dan laba bersih Rp656 miliar. Pada periode yang sama membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp53,6 triliun. Bank OCBC NISP juga aktif menjalinkan fungsi intermediasinya yang tercermin dari tingginya LDR (Loan to Deposit Ratio) sebesar 93,9%. (lia)

BERITA TERKAIT

BI TURUNKAN SUKU BUNGA ACUAN

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri) bersama Senior Deputi BI Mirza Adityaswara (kanan) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG)…

INDUSTRI OTOMOTIF SAMBUT POSITIF PENURUNAN BUNGA - BI Prediksi Pertumbuhan Stagnan di Triwulan II

Jakarta-Kalangan industri otomotif menyambut positif penurunan suku bunga acuan. Pasalnya, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia bisa berdampak pada penurunan…

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Genjot Pertumbuhan KPR, BTN Gandeng TNI

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperluas kerjasamanya. Setelah awal…

Perluas Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Layanan Kekinian

Istilah fintech (Financial Technology)  kini bukan hal yang asing didengar seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri digital saat ini. Bergerak dinamis perubahan industri…

Bantah Kendalikan Harga Saham - Bliss Properti Siap Tempuh Jalur Hukum

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) angkat bicara soal tuduhan soal mengendalikan harga saham yang…