Penjualan Mobil 2013 Diperkirakan Stagnan

NERACA

Jakarta -Penjualan mobil Indonesia tembus satu juta unit, maka Indonesia resmi menjadi bagian dari one milion club pasar otomotif ASEAN. Informasi terakhir dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menunjukkan, angka penjualan mobil 2012 mencapai 1.116.230 unit, naik 24,8% dibandingkan tahun 2011 sebesar 894.164 unit.

Tidak hanya dari sisi penjualan, angka produksi indutri otomotif sepanjang tahun 2012 juga mengalami peningkatan yang bahkan lebih besar dari persentase kenaikan penjualan. Angka produksi tahun 2012 tercatat 1.076.157 unit, naik 28,4% dibandingkan tahun 2011 sebesar 838.388 unit.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksikan, pangsa pasar mobil Indonesia tahun ini akan terus naik signifikan. Namun, Gaikindo tak mau besar kepala dalam memasang target penjualan tahun 2013. “Kami pengurus Gaikindo sementara menetapkan bahwa target penjualan tahun 2013 diperkirakan akan sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 1,1 juta unit,” kata Sudirman MR, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta, Selasa, (15/1).

Sudirman mengatakan, banyak alasan dari Gaikindo yang menetap angka penjualan mobil yang sama dengan tahun lalu. Salah satunya adalah, adanya kebijakan Bank Indonesia terkait uang muka kredit kendaraan bermotor (loan to value/LTV). Selain itu faktor yang menjadi pertimbangan lainnya adalah, adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

Sudirman juga memaparkan meskipun berhasil menorehkan prestasi yang baik pada tahun lalu, pelaku industri otomotif memproyeksikan penjualan mobil pada tahun ini hanya berada di kisaran 1,1 juta unit.

Kebijakan Uang Muka

Proyeksi itu akibat diberlakukannya kebijakan baru penaikan uang muka minimum kredit syariah. "Tahun lalu memang penjualannya bagus. Namun, tanda-tanda perlambatan mulai terlihat. Penaikan DP (down payment) syariah dan merosotnya harga komoditas dapat memicu penurunan penjualan," ujar Sudirman.

Hal ini, lanjutnya, terlihat dari menumpuknya stok mobil pada awal tahun ini yang merupakan sisa dari stok tahun lalu walaupun pada akhir 2011 kalangan ATPM mengadakan promosi besar-besaran untuk menghabiskan stok tersebut.

Sudirman juga masih meragukan kemunculan low cost and green car (LCGC) dapat mendongkrak penjualan karena hingga saat ini peraturan pemerintah yang memberikan insentif bagi mobil hijau tersebut belum juga disahkan. "Kami belum bisa produksi. Aturannya belum dikeluarkan. Kami khawatir investor di sektor komponen akan kecewa," katanya.

Dia menjelaskan saat ini terdapat 145 pemasok komponen untuk produksi massal calon produk LCGC Astra Daihatsu Ayla, yang 30 di antaranya adalah perusahaan baru, menunggu aturan tersebut rampung.

Sementara itu, Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, mengatakan saat ini rancangan aturan tersebut telah berada di Sekretariat Negara untuk disahkan. "Kami juga berharap agar peraturan turunannya nanti juga dipercepat penyelesaiannya agar produksi LCGC dapat segera dilaksanakan," kata Sudirman.

Sementara itu, Sekjen Gaikindo Juwono Andrianto mengungkapkan kebijakan pembatasan subsidi bahan bakar minyak yang dilakukan pemerintah akan menghambat penjualan mobil.Dia menilai kebijakan pemerintah mengenai pembatasan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi akan menjadi kendala terbesar bagi industri kendaraan roda empat pada 2013.

Menurut Juwono, ada beberapa faktor yang dapat mendukung ekspansi penjualan mobil pada 2013. “Tentu ada sejumlah yang mendukung ekspansi penjualan, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil pada 6% hingga 7% di 2013, dan pertumbuhan kelas menengah sehingga meningkatkan daya beli masyarakat”, katanya.

Selain itu, tambahnya, faktor suku bunga murah juga mendukung penjualan mobil secara kredit. Indikator-indikator tersebut yang memicu beberapa produsen mobil luar negeri melakukan ekspansi produksinya ke Indonesia.

Pun demikian, dirinya mengaku, kebijakan pembatasan subsidi bahan bakar minyak yang dilakukan pemerintah akan menghambat penjualan mobil. “Dengan isu pembatasan subsidi BBM, penjualan mobil hanya tumbuh 10%–15% dibandingkan dengan tahun lalu,” terangnya.

Dengan proyeksi tersebut, penjualan mobil diprediksi akan menembus 1,15 juta unit pada 2013, dibandingkan dengan tahun ini yang optimis dapat menebus 1,05 juta unit. “Penjualan masih akan didominasi oleh segmen multi purposes vehicle 4×2,” tutupnya.

BERITA TERKAIT

Mitsubishi Dukung Pengembangan Infrastruktur Mobil Listrik

NERACA   Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi…

Sentul City Bukukan Penjualan Rp 813 Miliar

NERACA Bogor – Emtien properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartak tiga 2018. Dimana perseroan…

MMKSI SUPPORT PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR MOBIL LISTRIK INDONESIA

Director of Coordination and Development Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Ogi Ikematsu (kanan) berbincang dengan Head…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…