Bayi Baru Lahir Rentan Penyakit - Perlu Penanganan Khusus

Ketika seorang ibu baru melahirkan anak, banyak masalah yang harus diperhatikan terutama ketika menjalani minggu-minggu pertama kehidupan bayi, biasanya terdapat beberapa masalah kesehatan. masalah tersebut wajar terjadi karena organ tubuh bayi belum mampu berfungsi optimal, tetapi orangtua perlu mencari tahu cara mengatasinya.Berikut beberpa masalah kesehatan yang wajar terjadi pada bayi baru lahir.

Muntah atau gumoh

Para ahli mengatakan muntah atau gumoh pada bayi yang disebabkan karena refluks asam, adalah hal yang normal pada bayi yang bersendawa, batuk atau menangis setelah minum susu. Gumoh terjadi pada separuh dari semua bayi sampai berusia 1 tahun.

Bayi gumoh terutama disebabkan karena katup antara kerongkongan dan perut belum mampu bekerja dengan sempurna sehingga hal ini dapat mengakibatkan refluks asam. Minimalkan kemungkinan bayi gumoh dengan menjaga bayi tetap tegak hingga 45 menit setelah menyusui dan menghindari popok terlalu ketat.

Pilihlah ukuran puting botol susu yang sesuai agar tidak terlalu banyak cairan yang diminum bayi atau arus susu yang lambat karena bayi dapat mengisap lebih kuat hingga meningkatkan udara yang masuk ke perut bersama susu.

Sembelit

Setiap bayi memiliki kebiasaan buang air besar yang berbeda-beda. Sementara beberapa bayi buang air besar hingga tiga sampai lima kali sehari, bayi yang lain dapat buang air besar sekali selama 3 hari. Susu formula biasanya menyebabkan intensitas buang air besar pada bayi lebih sedikit dibanding bayi yang minum ASI.

Tanda-tanda sembelit pada bayi adalah bayi tampak tegang atau mengejan ketika buang air besar tetapi tidak ada kotoran yang keluar atau keluar darah dari anus akibat terlalu kuat mendorong tinja. Yang pertama kali dilakukan orangtua untuk mengatasi hal ini adalah memastikan penyebabnya, apakah karena perubahan makanan dari ASI ke susu formula atau makanan padat.

Diare

Tinja berair lebih mengkhawatirkan daripada sembelit. Diare dapat disebabkan oleh sesuatu yang Anda makan jika Anda menyusui atau jika bayi mengalami infeksi. Bayi dapat mengalami dehidrasi jika buang air besar dengan tinja yang berair lebih dari 5 - 8 kali selama 8 jam.

Tanda-tanda lain termasuk menangis tanpa air mata, jarang buang air kecil dan mata yang terlihat cekung. Anda mungkin perlu memeriksakan bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan cairan oralit yang mengandung elektrolit untuk menghidrasi tubuh.

BERITA TERKAIT

Danareksa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru - Gotong Royong Rawat Ciliwung

Sebagai bagian dari pada tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT Danareksa (Persero) menggagas program…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 11,4 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan September 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru sebesar Rp11,4 triliun. Perolehan…

Superkrane Incar Kontrak Baru US$ 100 Juta - Permintaan Sewa Crane Meningkat

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) pacu ekspansi bisnis. Emiten crane…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Kemenpar Dorong Industri Kreatif Lewat Kustomfest 2018

Hasil karya anak bangsa tersaji dalam Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2018 resmi digelar Sabtu, (6/10). Sebanyak 155 motor dan…

Ini Cara Terbaik Menjaga Kesehatan dan Kualitas Sperma

Tantangan kesuburan menjadi satu hal yang rumit bagi tiap orang. Kesehatan sperma selalu dikaitkan dengan konsep kejantanan pria. Maka dari…

Media Sosial Banyak Bikin Remaja Perempuan 'Galau'

Selama satu dekade terakhir, platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram telah mencuri perhatian banyak orang. Laman media sosial…