“Menabung” Kalsium bagi Si Kecil

Biasanya orang tua sangat hati-hati dan jeli memberikan susu yang tepat bagi sang anak. Pasalnya, belakangan ini banyak beredar jenis susu dengan kualitas beragam ditawarkan. Tak jarang, produk susu yang ada saat ini penuh dengan bahan pengewet yang justru tidak baik untuk kesehatan. Makanya, orang tua perlu tahu bagaimana cara memilih susu yang baik bagi anak-anak.

NERACA

Susu adalah bahan pangan akan kaya zat gizi yang diperlukan tubuh manusia. Selain sebagai sumber protein, karbohidrat dan lemak, susu juga mengandung kalsium dan vitamin yang penting untuk pembentukan serta pemeliharaan tulang. Oleh karena itu, susu menjadi salah satu bahan makanan pelengkap dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.

Ironisnya, tingkat konsumsi susu di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga. Data Tetra Park Indonesia tahun 2011 mengugkapkan, tingkat konsumsi susu di Indonesia baru 12,85 liter per kapita per tahun. Angka ini tertinggal jauh dibandingkan Malaysia dan Filipina yang mengkonsumsi susu 22,1 liter per kapita per tahun, Thailand 31,7 liter per kapita per tahun, sementara India bisa mencapai 42,8 liter per kapita per tahun.

Terlepas dari rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia, peran orang tua sangat penting dalam memberikan asupan gizi susu bagi si kecil. Dr Yoga Devaera SpA dari Divisi Nutrisi & Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSCM mengatakan, air susu ibu (ASI) memang asupan terbaik untuk tumbuh kembang bayi hingga usia 2 tahun. Tetapi, menginjak usia 6 bulan, kebutuhan anak akan energi, protein, zat besi dan vitamin A tidak bisa lagi dipenuhi oleh ASI, “Karena itu, anak harus diberikan makanan pendamping air susu ibu berupa makanan bertekstur lunak dan cair seperti bubur susu, yaitu tepung beras plus susu dan puree buah, “katanya.

Cukupi Kalsium

Pada tahap usia 1 tahun keatas, ASI hanya memenuhi 30% kebutuhan gizi anak. Karena itu, makanan utama anak adalah makanan padat dan tambahan susu sebagai pelengkap. Meski begitu, bukan berarti anak tidak disarankan minum susu, justru susu bisa menjadi sumber kalsium yang baik. "Pemberian susu bersama dengan makanan lain akan mencukupi kebutuhan kalsiumnya. Tetapi susu tidak dimaksudkan untuk mencukupi seluruh kebutuhan nutrisinya. Anak tetap perlu diajari makan,”ujarnya.

Tambahan susu, kata dia lagi, bagi anak di atas 1 tahun diberikan sebagai sumber protein untuk tumbuh kembangnya dan upaya “menabung” kalsium untuk menjaga kesehatan anak,terutama menguatkan tulang. Selain susu,bahan makanan lain yang kaya kalsium di antaranya produk turunan susu seperti yoghurt dan keju,juga ikan yang dimakan dengan tulangnya dan sayuran berdaun hijau.

Keunggulan UHT

Ada berbagai jenis susu di pasaran, mulai dari susu segar, susu pasteurisasi, susu steril, susu formula, susu pertumbuhan, hingga susu UHT. Bentuk susu sendiri ada tiga jenis, yakni susu cair, susu bubuk, dan susu kental manis.

Dengan beragamnya jenis susu yang tersedia, tentu bukan perkara mudah memilih susu yang terbaik untuk keluarga. Hanya saja, dibandingkan dengan jenis susu lainnya, susu segar memiliki cita rasa paling lezat karena asam lemak susunya belum rusak akibat proses pengawetan. Namun demi keamanan, susu yang akan diminum sebaiknya tetap harus dipanaskan atau disterilisasi.

"Proses pengolahan susu dengan sistem sterilisasi UHT (Ultra High Temperature) terbukti mampu menjaga kandungan gizi alami yang terkandung pada susu tanpa perlu menggunakan bahan pengawet," kataDirektur SEAFAST (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology) Center, Purwiyatno Hariyadi.

Oleh karena itu, dia menilai, susu UHT merupakan alternatif yang baik untuk dikonsumsi anak, karena selain lebih praktis, susu UHT juga tahan lama disimpan pada suhu ruang selama kurang lebih 10 bulan selama kemasan tidak rusak, meskipun tanpa bahan pengawet. Namun jika sudah dibuka, susu UHT hanya memiliki ketahanan 4 hari dengan di letakkan di dalam lemari es. “Namun, jika penyimpanannya benar dan kemasannya tidak penyok, susu tetap segar sampai satu tahun lamanya,” tandas dia.

Ia juga menyebutkan, selama ini banyak susu yang menggunakan bahan pengawet agar produknya tak cepat rusak. Kini dengan dengan teknik UHT, susu melalui proses sterilisasi, lalu diisi ke dalam kemasan steril dalam kondisi lingkungan yang juga steril.

Sekedar informasi, susu UHT adalah susu cair yang diolah dengan menggunakan pemanasan suhu tinggi dalam waktu yang singkat, sekitar 140 derajat celcius selama 4 detik. Yang bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme, baik pembusuk maupun patogen dan spora, serta mencegah kerusakan nilai gizi susu. Susu UHT adalah minuman yang sehat dengan kandungan gizi alami yang lengkap.

”Susu UHT bebas bakteri karena diproses tanpa adanya campur tangan manusia, sehingga menjamin produk tetap segar, menjaga kandungan gizi alami dalam susu dan memungkinkan susu disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa memerlukan bahan pengawet,” tandas Communications Manager Tetra Pak Indonesia Elvira P. Wongsosudiro.

BERITA TERKAIT

Usaha Kecil Disebut Serap Paling Banyak Pekerja

NERACA Jakarta – Survei Organization of Economic Cooperation Development (OECD) menunjukkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) menyerap paling banyak…

Apa Untungnya IMF-WB Annual Meetings bagi Kita?

Oleh: Jerry Massie, Dr.,Ph.D., Indonesian Public Institute Jika grand desig-nya Indonesia menjadi tuan rumah penyelengaraan IMF Annual Meetings itu dilakukan oleh…

Fintech Aktivaku Dukung Inklusi Bagi UMKM

NERACA Jakarta - Berkembang pesatnya perusahaan starup fintech peer to peer lending menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mendapatkan akses…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Kemenpar Dorong Industri Kreatif Lewat Kustomfest 2018

Hasil karya anak bangsa tersaji dalam Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2018 resmi digelar Sabtu, (6/10). Sebanyak 155 motor dan…

Ini Cara Terbaik Menjaga Kesehatan dan Kualitas Sperma

Tantangan kesuburan menjadi satu hal yang rumit bagi tiap orang. Kesehatan sperma selalu dikaitkan dengan konsep kejantanan pria. Maka dari…

Media Sosial Banyak Bikin Remaja Perempuan 'Galau'

Selama satu dekade terakhir, platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram telah mencuri perhatian banyak orang. Laman media sosial…