Kuasai Pasar Obat Generik, Indofarma Garap Segmen Menengah Atas

NERACA

Jakarta - PT Indofarma Tbk (INAF) akan terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpan pasar obat generik di Indonesia dengan membidik pasar segmen menegah atas, “Selama ini kami melihat image obat generik masih identik dengan kalangan menengah ke bawah. Masyarakat menengah atas cenderung enggan mengonsumsinya. Karena itu kami sengaja roadshow ke mall-mall untuk sosialisasi,”kata Direktur Pemasaran Indofarma, Elfiano Rizaldi di Jakarta kemarin.

Menurutnya, kualitas obat generik sama sekali tidak kalah dengan obat bermerek. Apalagi nanti ketika BPJS sudah berjalan, penggunaan obat generik adalah yang didulukan.

Kata Elfiano, beberapa mall yang telah masuk dalam jadwal roadshow Indofarma, menurut Elfiano, adalah Gandaria City, Mall Taman Anggrek, Mall Kelapa Gading dan beberapa mall premium lainnya.

Selain melakukan roadshow di Jakarta, Elfiano menjelaskan, Indofarma akan juga memperluas roadshow ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan terus dikembangkan hingga ke seluruh Indonesia sampai akhir tahun nanti.

Dia menuturkan, langkah promosi di mall-mall tersebut dilakukan bersamaan dengan berbagai program sosialisasi yang mendatangi langsung berbagai tempat berkumpulnya masyarakat, seperti wilayah industri, perumahan-perumahan elit, tempat layanan Posyandu hingga ke sekolah-sekolah. “Jadi target kami adalah menggeser persentase penggunaan obat generik yang saat ini sekitar 80% masih melalui Puskesmas,”tandasnya.

Dirinya menyakini, dengan menggandeng kalangan menengah atas, makan penggunaan obat generiknya bisa lebih berimbang dan merata dari berbagai lapisan masyarakat.

Untuk roadshow, Indofarma telah menganggarkan dana yang diambilkan dari anggaran Operational Expenditure (Opex) tahun ini yang jumlahnya tumbuh sekitar 30% dari anggaran tahun 2012 lalu. “Yang jelas kami ambilkan dari Opex. Dari tahun lalu sekitar Rp25 miliar, tahun ini kami naikkan kami naikkan 30%, diantaranya untuk dana sosialisasi tersebut. Kalau nominal pastinya kami tidak bisa sebut karena menjaga persaingan dengan produsen (obat generik) lain,” tegas Elfiano. (bani)

BERITA TERKAIT

BPOM Awasi 9.392 Iklan Obat dan Makanan

BPOM Awasi 9.392 Iklan Obat dan Makanan   NERACA Manado - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi sebanyak 9.392 iklan…

Garap Proyek Serpong Garden, HAP Gandeng Creed Group

      NERACA   Jakarta - PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Jepang, Creed Group.…

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…