2013, Bank DKI Targetkan Pembiayaan UKM Rp1,5 Triliun

NERACA

Jakarta - Sepanjang tahun 2013, PT Bank DKI menargetkan penyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun untuk sektor UKM. Saat ini, Bank DKI juga sedang menjajaki arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bersinergi dengan PD Pasar Jaya, untuk layanan produk perbankan kepada para pedagang pasar.

Kepedulian Bank DKI terhadap sektor UKM ini terus ditingkatkan, salah satu wujudnya melalui pemberian fasilitas 28 gerobak dan renovasi shelter kepada pedagang kaki lima di kawasan Sunda Kelapa. Pemberian fasilitas tersebut diserahkan oleh Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono dan Kepala Dinas UKM DKI Jakarta, Ratnaningsih disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di Jakarta, Minggu (13/1) pekan lalu.

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono menjelaskan bahwa pemberian fasilitas gerobak tersebut juga merupakan dukungan Bank DKI terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penataan pedagang kaki lima di Jakarta. Lebih lanjut lagi, Bank DKI dan Dinas UKM DKI juga menandatangani nota kesepakatan mengenai kerjasama program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam kegiatan penataan pedagang kaki lima di Jakarta.

Eko berpendapat, UKM termasuk pedagang kaki lima merupakan sektor ekonomi yang memiliki ketahanan yang baik terhadap gejolak kondisi perekonomian. Pertumbuhan sektor UKM juga menjadi salah satu indikator tingkat ketahanan ekonomi dan produktivitas masyarakat.

Dia turut berharap agar para pedagang kaki lima untuk terus mengembangkan diri, dan mulai melirik untuk memanfaatkan produk perbankan. “Para pedagang kaki lima dapat memanfaatkan produk Bank DKI seperti Kredit Modal Kerja. Bank DKI juga turut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar Eko.

Kepala Dinas UKM DKI Jakarta, Ratnaningsih mengapresiasi kepedulian Bank DKI terhadap para pedagang kaki lima. Ia pun menjelaskan dengan adanya penataan pedagang kaki lima, justru diharapkan omzet dari para pedagang kaki lima akan semakin meningkat. “Dengan sarana, dan fasilitas yang lebih baik untuk berdagang akan memberikan nilai tambah dan pengunjung akan semakin lebih nyaman” ujarnya.

Junnah, salah satu pedagang warteg di kawasan Masjid Sunda Kelapa, mengaku senang dengan adanya bantuan pemberian sarana gerobak dan perbaikan dari shelter. “Dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan usaha saya makin berkembang, kalau usaha saya sudah berkembang, saya mau nabung di Bank DKI” ujarnya, bersemangat.

Ekspansi bisnis

Sepanjang tahun 2012, Bank DKI telah berhasil membukukan laba sebesar Rp480 miliar. Sedangkan kucuran kredit yang sudah direalisasikan mencapai Rp25 triliun. Saat ini, Bank DKI merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar dari BUMD untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Tahun lalu, Bank DKI memberi kontribusi ke APBD sebesar Rp200 miliar.

Bank DKI juga terus menggelar ekspansi bisnis dengan memperbanyak jumlah kantor cabang dan kantor kas. “Kita akan menambah 300 lagi outlet di Jakarta dan luar kota. Jadi nanti totalnya sekitar 600 outlet. Setelah membuka kantor cabang di Surabaya, selanjutnya adalah Bandung dan Solo,” kata Direktur Operasi Bank DKI, Martono Soeprapto.

Rencana bisnis Bank DKI tahun ini yaitu pertumbuhan kredit 32% dari Rp11 triliun menjadi Rp14,5 triliun. Sekitar 20% dari target tersebut akan disalurkan ke sektor usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) termasuk dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR).

Untuk itu, manajemen akan membidik penyaluran kredit mikro ke pasar-pasar di DKI dan Jabodetabek. Salah satunya dengan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya. Distribusi kredit UMKM itu dilakukan langsung dan melalui channeling seperti koperasi pasar.

Dengan target tersebut, aset Bank DKI ditargetkan meningkat 18% dari posisi 2012 sebesar Rp28 triliun menjadi Rp33 triliun. Selain pertumbuhan kredit, penambahan aset juga melalui ekspansi ke luar DKI dengan membuka kantor cabang dalam waktu dekat di Solo dan Bandung. Bank DKI kini memiliki cabang di Surabaya, Jawa Timur. [kam]

BERITA TERKAIT

Pemkot Serang Targetkan Penerimaan Non-PBB Rp56,936 Miliar

Pemkot Serang Targetkan Penerimaan Non-PBB Rp56,936 Miliar NERACA Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, pada 2018 menargetkan penerimaan dari…

Bank Sumsel Babel Dukung Digitalisasi Taspen

Bank Sumsel Babel Dukung Digitalisasi Taspen NERACA Palembang - PT Bank Sumsel Babel mendukung digitalisasi PT Taspen (Persero) untuk melayani…

Menkeu Usulkan Asumsi Kurs Rp 15.000 di APBN 2019 - BANK INDONESIA PREDIKSI NILAI TUKAR RP 14.800-RP 15.200 PER US$

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati kembali mengusulkan perubahan asumsi makro pada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Salah satunya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Titik Keseimbangan Rupiah Di Posisi Rp15.000

      NERACA   Jakarta - Ekonom Agustinus Prasetyantoko menilai level Rp15.000-an per dolar AS saat ini merupakan titik…

Peringkat Daya Saing Indonesia Diurutan ke 45

    NERACA   Jakarta - Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index 4.0 dengan metodologi baru edisi 2018…

BI Perkirakan Anggaran Penerimaan Operasional Naik 7,9%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan anggaran penerimaan operasional meningkat 7,9 persen menjadi RpRp29,1 triliun pada…