Berdampak Positif, BEI Serius Pangkas Jumlah Lot Saham

NERACA

Jakarta-Sukses menerapkan pemajuan jam perdagangan bursa, otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan fokus pada rencana penurunan jumlah lot saham, dari 500 lembar menjadi 100 lembar pada tahun ini. “Fokus kami masih kepada pengurangan satuan saham per lot.” jelas Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, kemarin.

Ito mengatakan, realisasi rencana penurunan jumlah lot saham bukan hal mudah. Hal itu dikarenakan melibatkan sistem internal yang ada di BEI. Selain itu juga menuntut kesiapan sistem di seluruh perusahaan sekuritas. Karena itu, perlu waktu yang cukup panjang untuk mematangkan rencana tersebut.

Wacana penurunan jumlah lot saham sebenarnya telah dikemukakan pihak otoritas bursa sejak pertengahan tahun lalu, di mana dengan langkah tersebut diharapkan dapat menarik investor dan meningkatkan likuiditas perdagangan. Selain rencana tersebut, pihak otoritas juga berencana akan melakukan perubahan satuan fraksi saham emiten.

Kerjasama Pefindo

Untuk meningkatkan kualitas perdagangan, kata Ito sejauh ini BEI juga bekerjasama dengan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk membuat laporan analisis saham emiten yang perdagangan sahamnya kurang likuid karena belum terpantau investor. Program ini sudah dilakukan sejak tahun 2009 lalu. “Sudah ada sekitar 50 emiten yang telah dibuatkan analisis dan riset sahamnya.” ujarnya.

Ito mengakui, dampak positif dari program ini tidak serta merta dapat diukur karena pihaknya belum melihat dampak tersebut secara langsungnya. Meskipun demikian, secara relatif, hal ini memberikan pengaruh yang cukup baik.

Terkait rencana penurunan jumlah lot saham, Direktur BEI Hoesen pernah menyampaikan, salah satu tujuan dari gagasan penurunan jumlah saham dalam lot tersebut yaitu untuk menambah gairah investor ritel untuk bertransaksi agar pasar modal domestik lebih likuid sekaligus meningkatkan transaksi jual-beli saham di dalam negeri.

Pada akhir Desember tahun 2012 lalu dikatakan, rencana penurunan jumlah lot saham masih dalam pembahasan Bapepam-LK, dan pihak bursa telah melakukan kajian yang cukup dalam sehingga diharapkan pelaku pasar telah memahami kebijakan tersebut. Diproyeksikan, hal tersebut dapat diselesaikan pada semester pertama 2013.

Dengan adanya kebijakan penurunan jumlah saham dalam satuan lot, lanjut Hoesen, investor dapat memulai investasinya dengan sistem portofolio, di mana dengan hal tersebut akan terjadi diversifikasi kepemilikan portofolio efek. “Dengan memperkecil jumlah saham dalam lot maka investasi di pasar modal akan lebih murah, sehingga nantinya akan membuat investor ritel menjadi mudah berinvestasi. Itu juga caranya mendiversifikasi, kan jangan menaruh telur kamu dalam satu keranjang.” jelasnya.

Meskipun demikian, kata Hoesen, pihaknya akan terlebih dahulu me-review sejauh mana pemajuan jam perdagangan bursa yang baru saja diterapkan. “Paling tidak kan tiga bulan, seberapa jauh dampaknya. Setelah itu baru kita mulai dengan inisiatif-inisiatif lainnya.” jelasnya.

Rencana penurunan jumlah lot saham juga menuai komentar dari pelaku pasar. Kepala Analis dari Trust Securities, Reza Priyambada misalnya, sosialisasi mengenai kebijakan penurunan jumlah lot saham diharapkan dapat secara rinci disampaikan kepada para pelaku pasar, “Sejauh ini, saya menanggapi positif akan rencana itu,” ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Kalteng Urutan 23 Jumlah Investor Terbanyak - Catatkan 3.353 Investor

NERACA Palangka Raya - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir September 2018 jumlah investor di Provinsi Kalimantan…

Lagi, BEI Suspensi Saham Super Energy

Selang sehari setelah saham PT Super Energy Tbk (SURE) diperdagangkan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara atau suspensi…

Investor Marak Berburu Saham IPO Passpod - Miliki Prospek Cukup Cerah

NERACA Jakarta – Penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) mendapatkan respon positif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BSDE Bukukan Penjualan Rp 5,4 Triliun

NERACA Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan marketing sales sebesar Rp5,4 triliun di kuartal tiga 2018 atau 75%…

Volume Penjualan Rokok HMSP Tumbuh 1,2%

NERACA Jakarta —Di kuartal tiga 2018, emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan kenaikan volume penjualan rokok sebesar…

Clipan Finance Raup Laba Rp 226,16 Miliar

Pada kuartal tiga 2018, PT Clipan Finance Indonesia (CFIN) mencatatkan laba bersih senilai Rp 226,16 miliar. Jumlah tersebut meningkat 37,66%…