Kejar Investor Ritel, Woori Korindo Luncurkan Produk Online Trading - Targetkan 3000 Investor Ritel

NERACA

Jakarta- Masih prospektifnya pasar ritel dinilai menjadi peluang bagi perusahaan sekuritas untuk meningkatkan jumlah investor domestik. Untuk itu, PT Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) meluncurkan produk online trading, Win Pro (Woori Internet Trading Profesionaly) yang diharapkan dapat menarik investor dengan menawarkan layanan yang lebih baik.

Head of Online Trading Division PT Woori Korindo Securities Indonesia, Yudhi Aliwiyanto Rusli mengatakan, pihaknya menargetkan 3000 investor ritel melalui produk online trading, “Target ini enam kali lipat dari jumlah investor yang aktif saat ini sekitar 500 investor,”katanya di Jakarta, Senin (14/1).

Selain itu, untuk target transaksi perharinya sebesar Rp 5 miliar dan diharapkan hingga akhir tahun 2013 bisa mencapai Rp 50 miliar. Menurutnya, produk online trading ini lebih mengincar investor pemula dan tidak tertutup kemungkinan investor pasar modal yang sudah handal.

Dia menyebutkan, online trading ini memiliki kualitas terdepan dengan mendatangkan vendornya langsung dari Korea. Konon di Korea, produk online trading Win Pro ini menjadi leader market.

Kata Yudhi, untuk membuka account online trading ini hanya sekitar Rp 1 juta dan fee beli dipatok 0,18% dan fee untuk jual 14%. Lanjutnya, dengan sistem online trading ini diharapkan dapat menambah jumlah pemodal ritel secara signifikan.

Menurut Yudhi, pertumbuhan golongan kelas menengah di Indonesia akan menjadi pasar yang potensial untuk menggarap investor ritel. Terlebih dengan deposit Rp5 juta, investor dapat melakukan transaksi online trading. Selain itu, jumlah investor ritel perusahaan yang tercatat di KSEI pun masih minim atau sekitar 350 ribu orang dibanding jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 230 juta jiwa.

Dinilai Lebih Baik

Yudhi menambahkan, Win Pro merupakan generasi baru setelah Win Direct yang dikembangkan WKSI. Fitur andalan yang ditawarkan dalam Win Pro adalah X-Ray dan menjadi aplikasi sistem trading yang sudah mengikuti standar sistem trading di Korea yang terbaik di dunia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen pernah mengatakan, meskipun pihak bursa efek tidak mewajibkan fasilitas online trading bagi perusahaan sekuritas, namun dirinya mengharapkan banyak perusahaan efek yang memiliki jaringan perdagangan saham berbasis internet ini. Hal tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal. “Dengan semakin bertambahnya perusahaan efek yang menggunakan sistem “online” pada perdagangan saham akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.” jelasnya.

Dengan menggunakan fasilitas “online trading”, lanjut Hoesen akan memberi kemudahan investor saham dalam melakukan transaksi jual-beli efek. Disamping itu, pihak bursa juga telah menyediakan sistem yang cukup untuk mendukung maraknya minat “online trading” di dalam negeri. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor domestik untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia.

Asal tahu saja, selain PT Woori Korindo Securities Indonesia, PT NISP Sekuritas juga meluncurkan fasilitas online trading (VINTRA-Virtual NISP Sekuritas Online Trading) guna meningkatkan jumlah nasabah baru. Bahkan pihak manajemen optimistis dapat menambah 1.000 nasabah baru dengan adanya fasilitas tersebut.

Di samping kedua perusahaan tersebut, beberapa perusahaan sekuritas yang tercatat telah meluncurkan sistem online trading antara lain PT eTrading Securities, PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Lautandhana Sekuritas, PT Philips Securities, PT Kim Eng Securities, dan PT CIMB Sekuritas.

Target Laba

Sementara Presiden Direktur PT Woori Korindo Securities Indonesia, Jeffry Wikarsah mengatakan, ditahun 2013 ini menargetkan laba sebelum pajak sebesar Rp 20 miliar, “Target laba ini masih diandalkan dari perdagangan efek yang memberikan kontribusi mencapai 80% dan sisanya bisnis penjamin emisi,”tuturnya.

Selain itu, perseroan juga akan membuka cabang di Bandung dan Surabaya pada semester pertama 2013. Saat ini perseroan telah memiliki cabang di Pluit, Jakarta dan kantor perwakilan di Solo. Jeffry mengatakan, pihaknya akan membuka cabang di Bandung pada kuartal pertama 2013.

Perseroan juga akan menangani dua penawaran perdana saham pada 2013. Salah satu penawaran perdana saham yang ditangani yaitu PT Cipaganti Citragraha yang akan melepas sekitr 25% saham ke publik. Rencana penawaran perdana saham akan dilakukan pada semester pertama 2013. Jeffry mengaku, memang rencana penawaran perdana saham Cipaganti ini masih agak lama karena ada perbaikan akuntansi.

Selain itu, perseroan juga akan menangani salah satu penawaran perdana saham di sektor logistik. "Kami menjadi salah satu satu advisory financial untuk perusahaan di sektor logistik tersebut. Kemungkinan mereka akan melakukan penawaran perdana saham pada kuartal keempat 2013. Mereka akan memakai laporan keuangan Juni 2013," katanya.

Jeffry menambahkan, pihaknya juga sedang menjajaki penawaran perdana saham dan obligasi beberapa perusahaan. Namun pihaknya belum dapat menjelaskan lebih detil. Pada 2012, perseroan bersama PT Victoria Securities menangani penawaran umum obligasi PT Bank Saudara Tbk. (lia)

BERITA TERKAIT

Prodia Luncurkan Program Fat Loss Panel - Perangi Obesitas

NERACA Jakarta- Dalam upaya mendukung fokus Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai obesitas, Prodia meluncurkan pemeriksaan kesehatan berupa program pengendalian obesitas,…

Tarik Investor Dengan Insentif Perpajakan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memperkuat insentif perpajakan guna pendalaman pasar keuangan…

LG Perkuat Dominasi Di Pasar Inverter - Luncurkan Produk Baru

      NERACA   Jakarta – PT LG Electronics Indonesia (LG) telah meluncurkan produk terbaru mereka AC LG Dual…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…