DPR: Jangan Ragu Naikkan Harga BBM Subsidi

NERACA

Jakarta - Meski pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan telah memberikan sinyal lampu hijau. Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis berpendapat, untuk menaikkan harga BBM bersubsidi tidak perlu berkonsultasi, apalagi meminta persetujuan DPR.

"UU APBN 2013 telah disetujui oleh pemerintah dan DPR. Di sana, DPR telah memberi diskresi bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Tidak perlu ada konsultasi dengan DPR, meskipun saya tahu ada juga fraksi atau anggota DPR yang tidak setuju," katanya di gedung DPR, Senin (14/1). Secara khusus, dia mengingatkan, Menteri Keuangan Agus Martowardojo agar tidak ragu-ragu dalam hal ini karena subsidi BBM merupakan penyebab utama beban fiskal.

"Tidak perlu lagi konsultasi. Jangan berlindung lagi pada DPR. DPR sudah setuju. Diskresi sudah diserahkan kepada pemerintah," ujar Harry Azhar. Menurut dia, kalau pemerintah tidak menaikkan harga BBM saat ini, itu berarti akan meninggalkan beban kepada pemerintah masa mendatang.

"Tugas pemerintah sekarang adalah mengurangi beban pemerintah yang akan datang. Saya kira asal kenaikan dan alasannya rasional, rakyat akan mengerti," jelasnya.

Alasan Harry Azhar bahwa kemungkinan harga BBM subsidi dinaikkan, karena di 2013 ada kecenderungan harga minyak dunia akan naik. Oleh karena itu, pemerintah harus berani mengambil keputusan menaikkan harga BBM subsidi.

Skenario

Skenario menaikkan harga BBM subsidi memang sudah disiapkan oleh pemerintah, baik dari Kementerian Keuangan yang dipaparkan oleh Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro, maupun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang pernah diusulkan oleh Rudi Rubiandini, yang pada saat itu masih menjabat Wakil Menteri ESDM.

Bambang menyebutkan, ada 3 usulan upaya pengurangan subsidi BBM di 2013 dapat dilakukan dengan kombinasi dari beberapa kebijakan. Pertama, harga BBM naik Rp 500 per liter "Jadi awal tahun, premium dan solar naik Rp500 menjadi penghematan subsidi diperkirakan Rp21,2 triliun," jelasnya.

Dia yakin, anggaran negara sebesar Rp21,2 triliun yang diselamatkan tersebut dapat dialokasikan untuk belanja yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur. Pemerintah menyadari, bukan hal mudah untuk menyesuaikan harga BBM. Terlebih, kenaikan harga BBM kerap dikaitkan dengan faktor politis. "Kenaikan harga BBM bersubsidi tidak mudah disebabkan kondisi politis dan mendekati (pemilu) 2014," tuturnya.

Kedua, semua angkutan, baik angkutan umum, maupun barang beralih menggunakan gas. Perkiraan konsumsi premium mobil barang dan umum sekitar 7% di seluruh Indonesia. Tahun 2013 juga telah dialokasikan subsidi LGV. "Penghematan subsidi diperkirakan jika seluruh Indonesia melakukan itu maka akan hemat Rp6,6 triliun, tetapi kalau hanya Pulau Jawa dan Bali hanya hemat Rp3,9 triliun," ujarnya.

Strategi ketiga, lanjut Bambang, kendaraan pribadi roda empat dilarang menggunankan BBM. Untuk sektor transporasi, konsumsi premium mencapai 53%. Konsumsi di Pulau Jawa Bali sekitar 59% dari jumlah tersebut. Kemudian, pemerintah akan menyediakan BBM alternatif oktan 90 dengan menggunakan biofuel. "Dengan langkah alternatif ini di seluruh Indonesia maka akan terjadi penghematan sebesar Rp50,2 triliun, sementara kalau dilakukan di Jawa Bali saja maka hemat Rp29,6 triliun," tandasnya.

Bambang mengatakan, subsidi yang besar membahayakan fiskal negara saat menghadapi risiko krisis. Sempitnya ruang fiskal juga membuat negara tidak dapat memberikan stimulus dalam pertumbuhan ekonomi. "Tingginya kebutuhan belanja negara tidak lagi bisa mengandalkan peningkatan penerimaan pajak. Oleh karena itu, cara terakhir adalah dengan alokasi pengeluaran yang tepat," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Realisasi Subsidi Energi Lampaui Pagu Anggaran

  NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan realisasi subsidi BBM dan LPG dalam APBN pada…

Yelooo Integra Raup Dana Rp 48,75 Miliar - Harga IPO Dipatok Rp 375

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Yelooo Integra Datanet Tbk go public telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan…

Meski Rupiah Melemah, Subsidi BBM Tak Berubah

      NERACA   Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar masih dikisaran Rp15.200 yang mana nilai tersebut jauh…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarik Investor Dengan Insentif Perpajakan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memperkuat insentif perpajakan guna pendalaman pasar keuangan…

Sejak Revisi PMK, Delapan Perusahaan Terima Tax Holiday

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak delapan perusahaan atau wajib pajak sudah menerima…

Bantu Petelur, Pemerintah Cari Bahan Baku Pakan

    NERACA   Blitar - Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)…