Waspada, Rumah Sakit Jadi Sarang Infeksi Nosokomial

Sebagai tempat pengobatan, rumah sakit diyakini menjadi tempat yang bersih kuman penyakit. Padahal, rumah sakit merupakan salah satu tempat publik yang berpotensi menjadi tempat penyebaran infeksi nosokomial.

Ketua Himpunan Perawat Pengendalian Infeksi Indonesia, Costy Pandjaitan memaparkan, rumah sakit merupakan breeding ground atau tempat berkembang biaknya kuman, penularan kuman terjadi melalui beberapa cara seperti kontak baik secara langsung maupun tidak langsung yang terjadi di Rumah sakit, antara petugas medis kepada pasien, pasien satu kepada pasien lainnya, pasien kepada orang yang berkunjung.”Masyarakat nampaknya belum memahami bahwa adanya potensi Infeksi nosokomial, infeksi yang terjadi akibat interaksi yang berlangsung di rumah sakit,” tuturnya.

Data WHO menyebutkan, beberapa tahun lalu Infeksi nosokomial menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia.Bahkan dari seluruh dunia tercatat sebanyak 10% pasien rawat inap di rumah sakit mengalami infeksi nosokomial. Sedangkan di Indonesia, penelitian yang dilakukan di 11 rumah sakit di Jakarta menunjukkan 9,8% pasien rawat inap mendapat infeksi nosokomial.

"Kebiasaan praktisi medis menjaga kebersihan dengan sabun yang benar-benar efektif menghilangkan kuman menjadi sangat penting karena mereka yang berhubungan langsung dengan bermacam-macam pasien yang berarti juga bermacam-macam virus dan kuman," ujarKetua Kompartemen Umum, Dr. Robert Imam Sutedja.

Ya, menjaga kebersihan praktisi medis merupakan tindakan mencegah penyebaran kuman. Karena itu program edukasi dan sosialisasi mengenai menjaga kebersihan tangan dengan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) bagi siapa saja yang ada di rumah sakit terutama petugas medis harus terus digiatkan untuk mencegah penyebaran kuman dan infeksi nosokomial.

Sementara itu, menjaga kebersihan tangan menjadi pertahanan awal untuk menjaga kesehatan. Berdasarkan data WHO, Tangan mengandung bakteri 39000 - 4600000 CFU /cm2 yang berpotensi tinggi menyebabkan penyakit infeksi menular.

Langkah sederhana dalam menjaga kebersihan tangan berupa CTPS secara teratur dan di waktu yang tepat dapat mencegah penyebaran dan perkembangan kuman yang menimbulkan berbagai penyakit. Hasil riset menunjukkan CTPS dapat mencegah tingkat kejadian penyakit infeksi menular seperti diare hingga 50%, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga 45%.

Memerangi kuman yang berevolusi dengan cepat menjadi tantangan besar di Indonesia seiring dengan makin tingginya populasi penduduk. Berdasarkan estimasi BPS penduduk Indonesia pada tahun 2015 akan mencapai sekitar 250 juta.Dampaknya, terjadi peningkatan interaksi antar masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung yang tanpa disadari memicu proses transmisi kuman yang terjadi dengan cepat.

BERITA TERKAIT

Pemkot Palembang Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga

Pemkot Palembang Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memperluas jaringan gas bumi untuk rumah…

BTN Jalin Kerjasama dengan KOI - Program Satu Juta Rumah

      NERACA   Jakarta - Sejalan dengan komitmen menyukseskan Program Satu Juta Rumah dan mendukung kesejahteraan para atlet…

RI Untung Besar Jadi Tuan Rumah Annual Meetings IMF-WBG

  Oleh: Norah C, Pemerhati Sosial Ekonomi             Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada event internasionalAnnual Meetings International Monetary Fund–…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Cara Tepat Melindungi Diri dari Polusi Udara

Polusi udara adalah salah satu faktor risiko terbesar untuk kesehatan manusia. Sederet penyakit diakibatkan oleh udara yang tercemar. Sebut saja…

Makanan Ini Mampu Turunkan Kadar Gula Darah

Diabetes merupakan salah satu gangguan kronis yang paling banyak diderita. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh…

Penyakit Kesehatan Jiwa dalam Perlindungan BPJS

Kesehatan jiwa masih dipandang sebelah mata. Masyarakat masih menganggap remeh dan mengabaikan penyakit ini. Akibatnya, mereka enggan memeriksakannya secara medis.…