Asosiasi Dorong Dibentuk Perusahaan Reasuransi Besar

NERACA

Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Kornelis Simanjuntak, menyatakan dukungannya dalam pembentukan perusahaan reasuransi berskala besar guna meningkatkan devisa negara serta dapat menahan risiko yang terjadi di perusahaan asuransi dalam menjalankan usahanya. “Banyaknya premi asuransi yang lari ke luar negeri bukan hanya fokus AAUI, melainkan semua pihak yang terlibat. Kalau mau memperkuat reasuransi dalam negeri, ada beberapa cara, antara lain memperkuat daya tampung melalui program bagus dan menambah modal. Itu semua harus ada dukungan penuh dari pemerintah,” ujar dia di Jakarta, pekan lalu.

Kornelius menyatakan, banyaknya premi asuransi yang lari ke luar negeri lantaran daya tampung dari perusahaan reasuransi masih belum besar. Apabila ingin memperbesar premi asuransi di dalam negeri maka harus diperbesar daya tampungnya serta perusahaan asuransi harus memperbesar retensinya.

Dia juga mengatakan bahwa pendirian perusahaan tersebut merupakan bentuk dari apresiasi ide OJK untuk mewujudkan perusahaan reasuransi berskala besar, di mana perusahaan asuransi menjadi pemegang saham dan dengan sendirinya akan mendorong bisnis reasuransi berbasis gotong-royong.

“Kalau di luar negeri nama perusahaannya adalah MaiPark. Mereka menanggung risiko bersama dan perusahaan asuransi kepemilikannya berdasarkan ekuitas. Lalu di beberapa negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam mempunyai perusahaan reasuransi besar. Kita juga sudah mengusulkan benchmark-nya,” ulasnya.

Gandeng Bank Mutiara

Sebelumnya, salah satu anggota AAUI, PT Asuransi Himalaya Pelindung (Asuransi Himalaya) melakukan kerja sama layanan bank garansi bagi nasabah Asuransi Himalaya, terkait dengan kegiatan usaha konstruksi dan non konstruksi dengan PT Bank Mutiara Tbk.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Mutiara, Ahmad Fajar dan Direktur Utama Asuransi Himalaya, Kornelius Simanjuntak di Kantor Pusat Bank Mutiara di Jakarta, Jumat.

“Kerja sama dengan Asuransi Himalaya ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia usaha kepada Bank Mutiara,” kata Ahmad Fajar. Kerjasama ini berjangka waktu selama setahun dan akan dikaji kembali. Adapun Bank Mutiara akan mengucurkan bank garansi maksimal Rp50 miliar kepada nasabah Asuransi Himalaya.

Untuk mendapatkan layanan tersebut, selain haru melalui proses BI Checking, nasabah Asuransi Himalaya juga wajib menemoatkan deposito di Bank Mutiara. Selain itu, Asuransi Himalaya akan menerbitkan kontra garansi dari nilai bank garansi yang diterbitkan Bank Mutiara. “Kerja sama ini dapat meningkatkan pendapatan non bunga (fee based income) perseroan, khususnya dari provisi dan biaya administrasi,” tukas Fajar.

Sementara Kornelius Simanjuntak mengatakan, pihaknya mematok target premi sebesar Rp10 miliar dari kerja sama tersebut. Menurut dia, kerja sama ini sangat baik bagi para nasabah. “Terkait target semua balik lagi ke Bank Mutiara. Kita kan kalau kerja sama kan underwritting dua pihak,” ucap Kornelius. [dias]

BERITA TERKAIT

KSEI Dorong Investor Gunakan Login AKSes

NERACA Pekanbaru- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor di Riau agar memanfaatkan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) untuk…

Wali Kota Depok Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi

Wali Kota Depok Dorong Pelaku Usaha Terus Berinovasi NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mendorong para pelaku usaha…

Bersama Rumah Zakat - Pertamina Tanam 10 Ribu Pohon Magrove di Aceh Besar

PT Pertamina (Persero) MOR I Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, bersama Rumah Zakat Aceh menanam…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Entrepreneur Daring Diminta Manfaatkan Kredit UMKM

    NERACA   Jakarta - Entrepreneur muda yang kini duduk sebagai anggota DPR, Ahmad Sahroni mendorong wirausahawan muda untuk…

Allianz Life Dukung Pengembangan Keuangan Syariah

      NERACA   Jakarta - Allianz Indonesia mendukung acara “Islamic Finance in Indonesia” yang diselenggarakan oleh The Asset…

Bank Dunia Minta Pemerintah Dorong Masyarakat Melek Teknologi

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia meminta kepada pemerintah Indonesia agar terus mendorong masyarakat untuk melek teknologi (digital…