Petani Merasa Paling Dirugikan - Penerbitan PP Tembakau

NERACA

Jakarta – Sekretaris Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung Agus Setiawan mengatakan bahwa petani tembakau adalah pihak yang paling dirugikan dari terbitnya PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Dampak Tembakau. “Kami tidak salah paham. Kami sudah membedah pasal-pasal dalam PP tersebut. Kami yang akan jadi korban,” kata dia kepadaNeraca, Minggu (13/1).

Kekesalan Agus Setiawan tersebut bersumber dari pernyataan Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti pada Minggu pagi yang menyatakan bahwa petani tembakau salah paham dalam menafsirkan PP tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Ali menyatakan bahwa nantinya petani tembakau sedikit demi sedikit akan dialihkan untuk menanam komoditas yang lain.

Pernyataan Ali ini yang menyurut kemarahan Agus dan petani tembakau lainnya. “Ini berarti memang kami akan disingkirkan. Memang betul, bahwa dalam PP itu tidak ada larangan bagi petani untuk menanam tembakau. Tapi dengan tidak adanya larangan impor tembakau maka kami akan mati,” kata Agus.

Sampai saat ini, industri olahan tembakau yang ada di Temanggung hanya industri rokok. Memang dalam teorinya bisa dilakukan diferensiasi produk menjadi kosmetika, pestisida, produk pengencang kulit, dan sebagainya. Tapi semua industri itu belum ada di Temanggung. “Sampai saat ini, hanya pabrik rokok yang dapat menyerap 14-15 ribu ton hasil panen tembakau kering di Temanggung,” jelas Agus.

Agus mengakui bahwa petani tembakau memang belum merasakan efek negatif dari terbitnya PP tersebut. “Itu karena sekarang petani baru selesai panen. Sekarang baru mulai mencangkul lagi. Nanti efeknya akan sangat terasa pada Agustus sampai Oktober, ketika musim panen tembakau,” jelas Agus.

Menurut Agus, di desanya ada sekitar 6.500 jiwa atau sekitar 1.450 KK yang pencaharian sehari-harinya dari hasil menanam tembakau dari total petani tembakau se-Kabupaten Temanggung 65.000 KK atau sekitar 260.000 jiwa. Itu baru petani, belum pengrajin keranjang tempat tembakau atau industri kecil lainnya yang terkait tembakau. “Semua akan kena imbas negatif dari PP Tembakau ini,” ujar dia.

Tolak Bayar Pajak

Salah satu bentuk penolakan yang dilakukan oleh petani tembakau adalah aksi pembakaran keranjang tembakau oleh sekitar 4.000 petani tembakau di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung yang dilakukan Sabtu lalu. Permintaannya jelas, yaitu ingin PP tersebut dicabut.

Jika tidak ada perkembangan positif, mereka mengancam tidak akan membayar pajak dan tidak akan mengikuti hajatan demokrasi.

“Sebelum ada langkah dari pemerintah untuk melakukan tindakan yang positif untuk kami, kami sepakat untuk tidak membayar pajak. Kami juga tidak akan ikut hajatan demokrasi,” tegas Agus.

Aksi tersebut belum puncak, kata Agus. Dalam dua hari ke depan, akan ada aksi lagi di sentra-sentra tembakau. “Nanti 15 Kecamatan sentra tembakau di Temanggung akan aksi. Kemudian akan menyusul kabupaten-kabupaten lain yang menjadi sentra tembakau, yaitu Sleman, Boyolali, dan yang lain,” kata dia.

BERITA TERKAIT

Petani Cabai Diminta Antisipasi Panen Raya dan Harga Anjlok

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian meminta kepada petani cabai supaya mengantisipasi datangnya panen raya yang akan menjatuhkan harga cabai, salah…

Tiga Besar Dompet Digital Paling Sering Digunakan

      NERACA   Jakarta - Saat ini popularitas pembayaran digital dengan uang elektronik semakin meningkat. Masyarakat pun memiliki…

Distan Banten Imbau Petani Percepat Pola Tanam Padi - Antisipasi Kekeringan

Distan Banten Imbau Petani Percepat Pola Tanam Padi Antisipasi Kekeringan NERACA  Serang - Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mengimbau para…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

RS Diminta Jangan Diskriminatif Terhadap Pasien JKS KIS

    NERACA   Jakarta - Direktur Hukum Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi mengingatkan pengelola fasilitas…

Pemerintah Lelang 7 Ruas Tol dengan Total Investasi Rp151 triliun

    NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada…

PLN Komitmen Tanamkan Budaya K3

    NERACA   Jakarta - Dalam sebuah perusahaan, pengelolaan aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lindung Lingkungan (K3LL) tidak boleh…