Siap Gelar IPO, Bank DKI Gencar Ekspansi Bisnis

NERACA

Jakarta – Bank DKI siap melakukan Penawaran Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO) dalam tahun ini. Masuknya Bank DKI di pasar bursa untuk memperkuat struktur permodalan. Dengan begitu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini bisa masuk ke dalam kategori Bank dengan modal minimal Rp 5 triliun.

“Modal kecil membatasi gerak kami dalam melakukan ekspansi bisnis,” kata Direktur Operasi Bank DKI, Martono Soeprapto di Jakarta, Jumat pekan lalu. Menurut Martono, Bank DKI masih membutuhkan tambahan modal sekitar Rp 1,3 triliun.

Tahun 2012 lalu, sambung Martono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyetorkan tambahan modal sebesar Rp 500 miliar. “Tahun ini Pemerintah akan menambah lagi modalnya sebesar Rp 450 miliar,” ujar Martono.

Martono menambahkan, sampai tahun 2012 total asset Bank DKI sebesar Rp 28 triliun. “Kami targetkan di tahun 2013 total asset kami meningkat jadi sekitar Rp 33 triliun sampai Rp 34 triliun,” jelasnya.

Untuk IPO nanti, imbuh Martono, rencananya Bank DKI akan melepas 20% saham ke publik. Saat ini, Bank DKI tengah menjajaki beberapa fund manager, di antaranya HSBC untuk dijadikan sebagai penasihat keuangan. Sementara untuk underwriter, Bank DKI juga telah mengundang beberapa perusahaan sekuritas seperti Mandiri Sekuritas.

Hingga saat ini, proses IPO Bank DKI tinggal menunggu persetujuan dari pemegang saham (Pemprov DKI). "Dalam waktu dekat kita akan mengadakan RUPS yang salah satu agendanya adalah meminta persetujuan IPO tadi," tutur Martono.

Di tempat berbeda, Direktur Keuangan Bank DKI, Benny Santoso mengatakan, manajemen Bank DKI menargetkan pelaksanaan IPO pada kuartal III-2012 dengan tetap melihat kondisi pasar keuangan baik global maupun domestik, agar penawaran saham ke publik disambut positif oleh pelaku pasar.

Menurutnya, rencana IPO terutama persentase saham Pemprov yang akan dilepas baru akan dipresentasikan ke Gubernur DKI, Joko Widodo. “Sesuai ketentuan pasar modal kan minimal 20%, tetapi nanti bergantung persetujuan Pak Gubernur,” beber Benny.

Selain itu dalam pelaksanaannya, tetap akan mengacu pada kondisi pasar keuangan. Manajemen paparnya, tidak akan memaksakan masuk ke pasar kalau kondisinya tidak memungkinkan. “Kita tidak ingin mengulang kegagalan BPD lain yang sudah masuk ke pasar modal, tapi harga sahamnya justru anjlok. Sebab itu, kita belum tunjuk pelaksana penjamin emisi dan masih tahap mengumpulkan informasi yang valid,” kata kata Benny.

Ekspansi Bisnis

Dalam kesempatan itu, Martono juga mengutarakan, sejauh ini kucuran kredit yang sudah direalisasikan bank milik Pemprov DKI Jakarta tersebut mencapai Rp 25 triliun.

Sepanjang tahun 2012, bilang Dia, Bank DKI berhasil membukukan laba sebesar Rp 480 miliar. Saat ini Bank DKI merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar dari BUMD untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Tahun lalu, Bank DKI memberi kontribusi ke APBD sebesar Rp 200 miliar.

Martono menyebut, Bank DKI juga terus menggelar ekspansi bisnis dengan memperbanyak jumlah kantor cabang dan kantor kas. “Kita akan menambah 300 lagi outlet di Jakarta dan luar kota. Jadi nanti totalnya sekitar 600 outlet. Setelah membuka kantor cabang di Surabaya, selanjutnya adalah Bandung dan Solo,” tuturnya. (Kam)

BERITA TERKAIT

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

CIMB Niaga Maksimalkan Potensi Bisnis Wealth Management

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memaksimalkan potensi bisnis wealth management seiring…

Disnakertrasn Kota Sukabumi Siap Berangkatkan Dua KK

Disnakertrasn Kota Sukabumi Siap Berangkatkan Dua KK NERACA Sukabumi - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Sukabumi akan memberangkatkan dua…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Genjot Pertumbuhan KPR, BTN Gandeng TNI

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperluas kerjasamanya. Setelah awal…

Perluas Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Layanan Kekinian

Istilah fintech (Financial Technology)  kini bukan hal yang asing didengar seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri digital saat ini. Bergerak dinamis perubahan industri…

Bantah Kendalikan Harga Saham - Bliss Properti Siap Tempuh Jalur Hukum

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) angkat bicara soal tuduhan soal mengendalikan harga saham yang…