Dinilai Kurang Kondusif, First Media Tunda Rights Issue

NERACA

Jakarta – Sejatinya, PT First Media Tbk (KBLV) bakal menggelar penawaran umum terbatas (PUT III) atau rights issue tahun 2013. Namun rencana tersebut batal dilakukan lantaran kondisi pasar yang dinilai belum kondusif.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, akhir pekan kemarin. Sebagai informasi, perseroan awalnya akan melakukan rights issue pada bulan Mei 2012. Namun karena perseroan menilai kondisi pasar masih kurang tepat untuk melaksanakan Right Issue III tersebut.

Aksi korporasi tersebut merupakan salah satu komitmen untuk memenuhi persyaratan jumlah saham yang dimiliki oleh minority shareholders paling kurang 100 juta saham atau paling kurang 15% dari modal disetor.

Untuk saat ini jumlah saham minoritas perseroan mencapai 193.752.998 saham yang dipegang sejumlah 200 pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5%. Sebagai informasi, PT First Media Tbk (KLBV) catatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 29,34% per September 2012 menjadi Rp970,27 miliar dibandingkan pendapatan periode sama 2011 sebesar Rp750,16 miliar.

Laba Tumbuh

Disebutkan, beban layanan KBLV naik jadi Rp269,19 miliar, YoY dari Rp180,19 miliar. Laba kotor naik jadi Rp701,07 miliar, YoY dari Rp569,96 miliar. Sementara laba sebelum pajak naik menjadi Rp72,98 miliar, YoY dari Rp28,05 miliar.

Total liabilitas per September 2012 mencapai Rp1,66 triliun dari total liabilitas Rp1,28 triliun per Desember 2011 yang Rp1,28 triliun. Sedangkan total aset per September 2012 mencapai Rp4,12 triliun dari total aset per Desember 2011 Rp3,69 triliun.

Selain itu, perseroan juga mengharapkan dapat mencetak laba positif pada 2012. Hal itu didukung sejumlah investasi yang telah dilakukan perseroan tahun lalu. Presiden Direktur PT First Media Tbk, Irwan Djaja pernah bilang, dirina berharap mendapatkan untung lantaran ditahun 2011 banyak investasi yang belum di hasilkan.

Tahun 2011, perseroan menganggarkan belanja modal US$67 juta-US$68 juta. Untuk mengembangkan usaha perseroan, total dana belanja modal yang disiapkaan sebesar US$110 juta-US$120 juta.

Dana belanja modal dari kas internal, pinjaman bank dan payment dari pelanggan secara rutin. Belanja modal tersebut untuk pengembangan usaha pada 2012. Perseroan juga sedang mengembangkan fiber optic lewat anak perusahaan Link Net dan membangun jaringan baru untuk homepass. Pihaknya akan menambah 250 ribu homepass pada 2012. Sehingga homepass menjadi 900 ribu pada 2012. Total dana untuk mengembangkan kabel sebesar US$80 juta pada 2012.

Selain itu, perseroan akan ekspansi besar untuk membangun bts dan perangkat hardware. Dana yang disiapkan untuk ekspansi tersebut US$30-US$35 juta. Perseroan akan membangun 1.000-1.200 bts. (bani)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Right Issue - Keuangan Lippo Karawaci Makin Kokoh

NERACA Jakarta - Perusahaan real estate, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) merampungkan penawaran umum saham terbatas (right issue) senilai Rp…

Dinilai Manajemen Keuangan Lemah - Moody’s Pangkas Peringkat APLN Jadi B2

NERACA Jakarta-Melorotnya kinerja keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berujung pada terpangkasnya rating emiten properti ini. Lembaga peringkat internasional,…

Tunda Pengesahan RUU Pertanahan, Pastikan Rakyat Terlibat - Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Kritisi RUU Pertanahan

Tunda Pengesahan RUU Pertanahan, Pastikan Rakyat Terlibat Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Kritisi RUU Pertanahan NERACA Jakarta - Koalisi Organisasi Masyarakat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…