Tepung Gandum Impor Dikenakan BM Sementara

NERACA

Jakarta - Setelah sekian lama ditunggu-tunggu produsen terigu lokal, pemerintah mengenakan bea masuk tindak pengamanan sementara (BMTPS) terhadap impor tepung gandum dalam upaya melindungi industri dalam negeri.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan, pengenaan BMTPS impor tepung gandum itu diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 139/PMK.011/2012.

PMK itu ditetapkan untuk melindungi industri dalam negeri sesuai dengan ketentuan Pasal 70 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Anti Dumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan. Pengenaan BMTPS berdasarkan PMK tersebut mulai berlaku untuk jangka waktu 200 hari terhitung sejak tanggal 5 Desember 2012.

“PMK dimaksud mengatur bahwa terhadap impor tepung gandum yang termasuk dalam pos tarif 1101.00.10.10 dan 1101.00.10.90 dikenakan BMTPS sebesar 20% dari nilai impor,” ungkap Yudi.

BMTPS dimaksud dikenakan terhadap importasi dari semua negara, kecuali terhadap barang yang diproduksi dari negara-negara sebagaimana yang tercantum dalam lampiran PMK tersebut.

Pengenaan BMTPS merupakan tambahan terhadap bea masuk umum (Most Favored Nation/MFN) atau tambahan terhadap bea masuk preferensi berdasarkan skema-skema perjanjian perdagangan barang internasional yang berlaku, dalam hal impor dilakukan dari negara-negara yang termasuk dalam skema-skema perjanjian perdagangan barang dimaksud dan memenuhi ketentuan dalam skema-skema perjanjian perdagangan internasional.

Jika ketentuan dalam skema-skema perjanjian perdagangan barang internasional tidak dipenuhi, pengenaan BMTPS atas importasi dari negara-negara yang terrnasuk dalam skema-skema perdagangan barang internasional merupakan tambahan terhadap bea masuk MFN.

PMK itu juga menyebutkan bahwa terhadap impor barang yang berasal dari Negara-negara yang dikecualikan dari pengenaan BMTPS dan negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan barang internasional denqan Indonesia, importir wajib menyerahkan dokumen Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin).

Pengenaan tarif bea masuk tersebut berlaku sepenuhnya terhadap impor barang yang dokumen pemberitahuan pabean impornya mendapat nomor pendaftaran dari Kantor Pabean pelabuhan pemasukan sejak berlakunya PMK itu.

Sebagaimana diketahui, pengenaan BMTPS pada impor tepung gandum merupakan usulan dari Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan. Ketua KPPI Bachrul Chairi mengatakan, pihaknya sudah memulai penyelidikan atas kasus pengamanan komoditas ini sejak 24 Agustus 2012.

Pada saat penyelidikan berlangsung, Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) pada 1 Oktober 2012 menyampaikan permohonan agar Pemerintah mengenakan BMTPS. Menurut Bachrul, BMTPS untuk tepung gandum dikenakan terhadap seluruh negara asal barang, kecuali terhadap barang yang berasal dari negara sedang berkembang yang pangsa pasar impornya tidak lebih dari 3%. "Atau secara kumulatif tidak lebih dari 9%," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Tekan Laju Impor, Industri Komponen Lokal Terus Dikembangkan

NERACA Jakarta - Pemerintah akan terus menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk memacu pengembangan industri elektronik di Tanah Air. Selain…

Impor Beras Karena Data Permintaan dan Pasokan Tak Valid

NERACA Jakarta – Impor pangan terutama beras disebut masih terjadi karena data yang dimiliki pemerintah tidak valid mengenai ketersediaan dan…

Perlunya Pembenahan Tata Niaga Impor Pangan

Oleh: Muhammad Razi Rahman Tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, sebenarnya Ombudsman pada 4 Februari lalu telah mengeluarkan peringatan dini…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

MRT Dinilai Tak Pengaruhi Pasar Otomotif

    NERACA   Jakarta - Pasar otomotif di wilayah Jakarta dan sekitarnya dinilai tidak akan terpengaruh dengan kehadiran Moda…

Harga Avtur Turun, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket

    NERACA   Jakarta - Sejumlah kalangan meminta maskapai penerbangan nasional menurunkan harga tiket pesawat menyusul penurunan harga avtur.…

WIKA Jajaki Peluang Proyek Infrastruktur Di Papua Nugini

      NERACA   Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya (WIKA) menjajaki berbagai peluang proyek…