BEI Optimis Saham Domestik Masih Miliki Daya Tarik

NERACA

Jakarta – Proyeksi tahun 2013 tren dana asing di pasar modal mengalami penurunan, direspon langsung oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, selama ini saham-saham emiten yang diperdagangkan di pasar modal masih memiliki daya tarik investor asing menempatkan dananya.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, investor asing masih menaruh kepercayaan terhadap industri pasar modal domestik seiring dengan kinerja emiten yang tumbuh, “Dari awal tahun ini, aksi beli bersih asing mencapai Rp2,52 triliun per 9 Januari 2013. Hal itu tentu cerminan kepercayaan investor asing di saham-saham Indonesia,”katanya di Jakarta, Kamis (10/1).

Dia mengharapkan, sentimen positif dari pelaku pasar saham asing itu dapat mendorong investor domestik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Kemudian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik juga dinilai menjadi salah satu faktor yang memberikan sentimen positif untuk investor asing sehingga menempatkan dananya di Indonesia.

Sementara Managing Director PT Valbury Securities, Johanes Soetikno mengaku masih optimis dana asing masih akan masuk ke pasar modal Indonesia. Menurutnya, banyaknya dana asing yang masuk ke Indonesia didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini berada pada posisi kedua dunia setelah Cina.

Selain itu, kebijakan mengenai pelonggaran quantative easing juga memberi sentimen positif ke pasar modal Indonesia. Karena itu, aliran dana asing diprediksikan masih akan mengalami peningkatan di tahun ini.

Johanes mengaku, pihaknya akan didatangi pebisnis dari London dalam waktu dekat ini. Menurutnya, pebisnis itu akan menjajaki investasi di Indonesia. Kemudian, pihaknya juga mencatat pertumbuhan capital inflow tidak hanya dilihat sepanjang 2012, yang mencapai sekitar Rp15 triliun. Namun, di awal bulan ini, capital inflow tercatat mencapai Rp2 triliun. “Dalam satu dua minggu ini saja, asing bisa masuk sampai Rp2 triliun.” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN, Gatot Thiargo yang mengatakan, tahun 2013 industri pasar modal akan lebih bersinar lebih baik dari tahun 2012. Alasannya, kondisi ini tidak lepas dari 18 BUMN yang telah tercatatkan di bursa, “Kapitalisasi pasar BUMN terbuka yang mencapai 30% sangat berpengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini,”paparnya.

Dia menjelaskan, tahun ini banyak program yang dilakukan BUMN Tbk yang akan meningkatkan value. Oleh karena itu, peran dan aksi korporasi BUMN yang telah melantai di bursa pada ini bisa menambah angin segar bagi para investor asing dan lokal di pasar modal tanah air di tengah masih adanya perlambatan ekonomi dunia. (lia)

BERITA TERKAIT

BEI "Surati" Asuransi Tugu Pratama - Jual Saham Rp 573,9 Miliar

NERACA Jakarta – Di balik penjualan saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) oleh salah satu pemegang sahamnya, merupakan…

BEI Serius Bidik IPO Perusahaan Kecil - Siapkan Papan Akselesari

NERACA Solo – Pacu pertumbuhan likuiditas di pasar modal dan juga memperkuat basis investor ritel, kedepan PT Bursa Efek Indonesia…

OJK Masih Fokus Pendampingan di 2019 - Minat Obligasi Daerah Tinggi

NERACA Solo – Minat pemerintah daerah menerbitkan obligasi daerah (mutual fund) dalam rangka mendanai proyek pembangunan infrastruktur cukup tinggi. Hanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek…

Bakrieland Raup Untung Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2018…

Pefindo Beri Peringkat A Semen Baturaja

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), serta surat utang jangka menengah atau Medium…