Tembus 5.000, Kinerja IHSG Didukung Fundamental Ekonomi

NERACA

Jakarta- Meskipun tercatat terjadi perlambatan, sepanjang perekonomian masih ekspansi, investasi di pasar modal dinilai akan mengalami perkembangan yang cukup baik ke depan. Bahkan, PT Danareksa Sekuritas memproyeksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mencapai level 5.040 pada tahun ini. “Kekuatan ekonomi domestik telah terbukti menjadi penggerak sehingga berdampak positif terhadap IHSG sehingga bisa mencapai 5.000-an,” jelas Head of Equity Research PT Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu di Jakarta, Kamis (10/1).

Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,5% pada 2013, menurut dia akan menjadi sentimen positif untuk pergerakan IHSG ke depan. Sementara dari sisi sektoral, sektor-sektor yang berorientasi domestik, seperti konsumer, properti, manufaktur, dan perbankan diperkirakan akan tetap perform. Selain sektor tersebut, sektor lainnya yaitu sektor infrastruktur. Hal ini sejalan dengan pemerintah yang berencana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan membangun dan menambah infrastruktur.

Sementara untuk sektor komoditas, seperti pertambangan dan Crude Palm Oil (CPO) lanjut dia, masih terlalu berisiko. Mengingat perkembangan kedua sektor tersebut dipengaruhi oleh kondisi global. Karena itu, sulit untuk memprediksikan kapan kedua sektor tersebut akan kembali naik. “Dari sisi timing-nya belum pasti karena merupakan pengaruh global.” ujarnya.

Dia menambahkan, perekonomian Eropa saat ini masih resesi dan belum ada indikasi yang kuat akan terjadinya pemulihan dalam waktu dekat ini. Meskipun demikian, perkembangan investasi ke depan masih akan di dorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia, meskipun tercatat peningkatan ekspor masih bergantung pada pemulihan ekonomi global.

Sektor Infrastruktur

Sementara CEO PT Remax Capital, Lucky Bayu Purnomo mengatakan, pertumbuhan IHSG di tahun ini diproyeksikan akan mengalami penguatan di level 4.500. Beberapa saham yang dinilai perform yaitu breasal dari sektor infrastruktur dan manufaktur. “Pada dasarnya pasar cenderung fluktuatif, saya rekomendasikan saham infrastruktur dan manufaktur.” ujarnya.

Untuk infrastruktur, lanjut Lucky akan ditopang oleh rencana pemerintah untuk concern meningkatkan dan menambah infrastruktur. Hal tersebut juga berkaitan dengan adanya pelaksanaan pembangunan yang akan dilakukan sebelum dan setelah pemilihan umum (pemilu). Sementara sektor manufaktur akan tetap berjalan seiring terjadinya pertumbuhan industri untuk memenuhi kebutuhan internasional dan domestik. Beberapa kinerja saham yang dinilai cukup menjanjikan, antara lain, WIKA, ADHI, dan WSKT.

Sementara untuk sektor komoditas, seperti pertambangan dan CPO, lanjut dia masih akan terkoreksi. Untuk mengakumulasi kedua saham tersebut saat ini menurut dia memiliki nilai risiko yang tinggi. Karena itu, investor dan trader dinilai perlu untuk menerapkan sistem cut loss untuk level tertentu.

Meskipun demikian, saham-saham komoditas yang memiliki nilai kapitalisasi besar dan mencatatkan fundamental yang cukup baik masih layak dikoleksi, “Dalam pertimbangan risiko, membeli saham batu bara yang tidak memiliki kapitalisasi besar cenderung akan memiliki profil risiko yang tinggi, sehingga para investor dan trader harus menerapkan sistem cut loss pada level tersebut.” jelasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun NERACA Lebak - Perguliran nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,…

Jaga Pertumbuhan Kinerja Positif - Japfa Perkuat Kemitraan Dengan Peternak

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan kinerja perseroan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) gencar meningkatkan program kemitraan dengan peternak. “Perseroan…

Laju IHSG Belum Beranjak dari Zona Merah

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa (11/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tertahan di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…