Pemerintah Diminta Fokus Perbaiki Industri Lokal

NERACA

Jakarta - Pemerintah diminta fokus lebih dulu pada perbaikan struktur industri domestik ketimbang mengejar target penyelesaian perjanjian perdagangan bebas. Ekonom Universitas Padjajaran Ina Primiana berpendapat free trade agreement (FTA) alias perdagangan bebas tidak akan berdampak positif ketika industri di dalam negeri tak siap.

Dia mencontohkan Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang membuat Indonesia kebanjiran produk impor asal Negeri Tirai Bambu karena industri lokal kurang berdaya saing. "Lebih baik sibuk mengurus industri kita supaya tetap bertahan daripada kita memikirkan dulu FTA yang terus membuka keran-keran impor masuk," katanya di Jakarta, Kamis (10/1).

Perbaikan struktur industri yang dimaksud menyangkut penghiliran industri yang selama ini mandek di hulu dan hanya memperdagangkan barang mentah. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan pemetaan terhadap subsektor industri yang tumbuh dan yang jenuh. "Dengan begitu, kita tahu mana barang yang perlu diimpor dan mana yang tidak," katanya.

Dari aspek teknis, Ina juga menyoroti tim negosiasi Indonesia yang kerap berganti-ganti orang sehingga keputusan yang diambil kerap tak konsisten. "Kita harus buat suatu SOP (standard operating procedure). Kalau mau buat FTA, siapa leading sector-nya," ujarnya.

Negara-negara seperti Korea Selatan dan Taiwan misalnya, memiliki tim khusus negosiasi FTA. Ina mengatakan Indonesia tak perlu khawatir akan kalah dari negara lain yang lebih dulu menjalin FTA dengan negara lain, misalnya Malaysia yang lebih dulu menjalin preferential trade agreement (PTA) dengan Pakistan. Perundingan FTA yang dilakukan terburu-terburu hanya akan membuat Indonesia lemah dalam negosiasi.

Prioritaskan Negosiasi

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan pemerintah pada 2013 akan memprioritaskan negosiasi comprehensive economic partnership agreement (CEPA) dengan Korea Selatan dibanding kerjasama perdagangan lainnya.

Pembahasan CEPA Indonesia-Korsel telah memasuki negosiasi putaran kedua (second round negotiation). Prioritas kerjasama perdagangan internasional lainnya mengegolkan daftar produk ramah lingkungan (environmental goods list) dalam forum APEC, trade fasilitation serta least development countries (LDCs) dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Di luar itu, ada hal-hal yang prioritasnya tinggi, tapi tidak setinggi tiga hal tadi, termasuk PTA dengan negara-negara Amerika Latin, Chile dan Peru, serta Afrika Selatan, tapi itu juga mungkin sedikit di belakang prioritas kita menyelesaikan (FTA) Asean dengan India, Asean dengan Jepang dan Indonesia dengan Australia," jelasnya.

Gita juga menegaskan tidak akan ada peninjauan ulang FTA yang sudah ada, termasuk ACFTA. Menurutnya, China sudah menangkap keinginan Indonesia untuk menyeimbangkan perdagangan melalui investasi.

Namun, lanjutnya, tidak mudah mendatangkan investasi dari Negeri Tirai Bambu itu karena saat ini kapasitas produksi di negara itu tidak terpakai optimal karena adanya penurunan permintaan dari negara tujuan ekspor. "Jadi, sulit untuk mendorong mereka bangun pabrik di sini juga," tuturnya.

BERITA TERKAIT

Kenaikan Harga BBM Dianulir, Cermin Buruknya Manajerial Pemerintah

Oleh: Zainal C. Airlangga Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Keputusan Jokowi ini…

Bantu Petelur, Pemerintah Cari Bahan Baku Pakan

    NERACA   Blitar - Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)…

RI Dapat Topang Asia Jadi Garda Depan Transformasi Industri 4.0 - Terkait Kemajuan Digital

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 di kawasan Asia dinilai dapat membangkitkan kontribusi sektor manufaktur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Laboratorium Pengujian di Era Disrupsi Teknologi

NERACA Jakarta -  Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Imam Haryono mengatakan saat ini, pemerintah Indonesia…

Terkait Kemajuan Digital - RI Dapat Topang Asia Jadi Garda Depan Transformasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 di kawasan Asia dinilai dapat membangkitkan kontribusi sektor manufaktur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi…

Ketahanan Pangan Harus Jadi Fokus Pembenahan

NERACA Jakarta – Salah satu hal yang layak untuk diprioritaskan dalam program para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden…