Emiten BUMN Diklaim Jadi Motor Pengerak IHSG - Diprediksi Tembus 5000 poin

NERACA

Jakarta – Rencana pemerintah menargetkan enam perusahaan BUMN listing di pasar modal masih ditunggu oleh investor. Pasalnya, emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menjadi daya tarik dan termasuk mendongkrak pergerakan indeks BEI.

Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, industri pasar modal tahun ini diyakini akan lebih baik dan terlebih ada BUMN dengan kapitalisasi pasar sebanyak 30% mampu mendongkrak saham, “Tahun ini banyak program yang dilakukan emiten BUMN khususnya yaang dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai emiten tersebut,”katanya di Jakarta, Kamis (10/1).

Menurutnya aksi korporasi dan peran emiten BUMN dapat mendorong investor asing dan pelaku pasar domestik untuk segera mencatatkan di bursa di tengah kondisi ekonomi global yang melemah, “Kami optimistis target indeks bisa menembus 5.000 atau dengan kenaikan 14% sampai 17% per tahun,”ujarnya.

Sebagai informasi, tiga perusahaan milik negara yang berencana mencatatkan namanya di bursa tahun ini yakni PT Pegadaian, PT Pos Indonesia, dan PT Semen Baturaja. Hal senada juga disampaikan Head of Equity Research PT Danareksa Sekuritas Chandra Pasaribu, indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun ini dapat mencapai level 5.040.

Namum baginya, keyakinan indeks BEI menguat akan ditopang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksikan mencapai 6,5%, “Pandangan Danareksa sejauh ini kekuatan ekonomi domestik telah terbukti menjadi penggerak sehingga berdampak positif terhadap prediksi IHSG mencapai 5.000,”tandasnya.

Sektor Konsumsi

Kata Chandra, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan ditopang dari sektor konsumsi dan investasi. Sedangkan ekspor masih bergantung pada pemulihan ekonomi global yang saat ini masih diliputi ketidakpastian.

Sementara itu, Ekonom PT Danareksa Sekuritas Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan, pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat pada 2013 dibandingkan 2012. Apalagi ekonomi global diperkirakan lebih kuat pada semester kedua 2013.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi itu pun dinilai memiliki kaitan erat dengan pergerakan IHSG, “Tahun ini akan lebih kuat. Pertumbuhan ekonomi dengan pergerakan IHSG, kalau kita lihat IHSG sekitar 500 pada 2002 tetapi ekonomi kita terus ekspansi, Maret 2009 IHSG mencapai 2.500, IHSG naik lima kali lipat jadi ada ekspansi baru,”ujarnya.

Dana Asing sendiri, lanjutnya, tahun ini akan diperkirakan masih akan tetap masuk ke pasar modal Indonesia.Dana asing bergantung kepada kondisi pasar modal dan penawaran saham perdana sejumlah emiten.

Investor asing dinilai membutuhkan portofolio saham baru dengan reputasi baik dan nama besar seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penawaran perdana saham, “Inflow naik tetapi ada kecenderung menurun. Saat ini tantangan pasar modal adalah membutuhkan nama-nama baru dan mempunyai reputasi cukup baik. Tahun lalu memang ada 22 emiten yang mencatatkan perdana saham namun kapitalisasi pasar tidak besar,”jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pengawas pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) 2012, dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia sebesar Rp25,67 triliun pada 2011. Angka ini menurun sepanjang 2012 menjadi Rp15,44 triliun hingga 27 Desember 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

NERACA PERDAGANGAN DEFISIT US$1,16 MILIAR DI JANUARI 2019 - CORE: Defisit NPI Diprediksi Masih Berlanjut

Jakarta-Ekonom CORE memprediksi neraca perdagangan Indonesia (NPI) diperkirakan masih terus defisit hingga sepanjang tahun ini, karena kondisi ekspor impor Indonesia…

Manfaatkan e-Smart IKM, Omzet Usaha Jaket Tembus Rp 50 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin serius mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar terus memanfaatkan…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…