DPR: Internal Berpotensi Besar Jadi Dirut Mutiara - RUPSLB Pekan Depan

NERACA

Jakarta - Komisi XI DPR menilai direksi PT Bank Mutiara Tbk yang saat ini tengah menjabat, atau internal, berpotensi besar untuk dipilih mengisi posisi direktur utama yang kosong ditinggal Maryono setelah diangkat menjadi direktur utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, akhir 2012 lalu. Anggota Komisi XI DPR, Achsanul Qosasih mengatakan, terdapat dua calon kuat pengganti Maryono.

"Direksi yang ada sekarang sangat potensial untuk dipertimbangkan menjadi dirut (direktur utama), yaitu Pak Fajar (Ahmad Fajar, Direktur Treasury & International Banking) dan Pak Benny (Direktur Distribusi dan Jaringan, Benny Purnomo)," kata Achsanul di Jakarta, Rabu (9/1).

Dia mengatakan fraksinya, Partai Demokrat, tidak akan mengintervensi proses penunjukkan dirut Bank Mutiara. Namun, dirinya mengharapkan posisi tersebut benar-benar diisi oleh sosok yang memiliki integritas tinggi dan sudah teruji kemampuannya dalam menangani krisis, mengingat kompleksnya permasalahan di bank yang dahulu bernama Bank Century itu.

"Tahun 2013 merupakan tahun terakhir proses penjualan Bank Mutiara, sehingga dirut yang baru akan sering berhadapan dengan calon investor dan Timwas (tim pengawas) DPR. Dengan demikian, mereka yang ditunjuk haruslah orang yang memiliki integritas tinggi mementingkan kepentingan negara," tegas dia.

Achsanul juga menuturkan, dirut yang baru nantinya harus mampu menguasai berbagai permasalahan di Bank Mutiara sehingga kinerja bank itu tetap tumbuh baik dan proses penjualannya berjalan dengan lancar. Akan lebih baik, lanjut dia, apabila figur tersebut sudah terlibat menangani masalah Bank Mutiara sejak bank tersebut diambilalih pemerintah pada akhir 2008 silam.

"Yang terpenting penggantinya mengerti permasalahan Bank Mutiara dan ada baiknya mempelajari betul masalahnya karena dia akan langsung berhadapan dengan calon investor baru dan Timwas DPR, sehingga bisa segera memperbaiki kekurangannya untuk mengejar nilai yang ditargetkan," terangnya.

Sementara, Chief Economist PT Bank Negara Indonesia Tbk, Ryan Kiryanto mengatakan, sosok calon dirut Bank Mutiara harus mampu melanjutkan dan memperbaiki kinerja bagus yang diraih pendahulunya. "Maryono itu kan bankir senior. Jadi harus dicari pengganti yang memahami masalah internal, serta berpengalaman mengurusi bank terbuka sehingga siap menghadapi analis dan calon investor," kata dia, menerangkan.

Mengenai isu calon dirut berasal dari eksternal Bank Mutiara, Ryan menegaskan tidak penting mempermasalahkan asal-usulnya darimana. Namun yang terpenting adalah calon tersebut merupakan bankir senior yang berpengalaman dan teruji mengurus bank seperti Mutiara.

Sedangkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Mutiara, untuk menentukan dirut baru, diperkirakan akan digelar pekan depan. Pergantian dirut tersebut sangat krusial, mengingat tahun ini merupakan tahun terakhir proses penjualan Bank Mutiara dengan target harga sesuai dana talangan Pemerintah senilai Rp6,7 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Survei Internal : 52,4% Jokowi Sudah Dominan Kuasai Jawa Barat

Survei Internal : 52,4% Jokowi Sudah Dominan Kuasai Jawa Barat NERACA Jakarta - Tiga hari menjelang debat kedua Pilpres pada…

Sikapi Rekomendasi Credit Suisse - Dirut BEI Masih Optimis Pasar Tumbuh Positif

NERACA Jakarta – Di saat banyaknya pelaku pasar menuai kekhawatiran dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China terus…

IHSG Akhir Pekan Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (14/2) ditutup menguat sebesar 0,9 poin atau 0,01% menjadi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Kembangkan Peran Ekonomi Pesantren

  NERACA Surabaya - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat peran ekonomi pondok pesantren untuk menumbuhkan usaha mikro kecil dan…

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…