Produk Smart TV Changhong Siap Bersaing - Kuasai Pasar Dunia 35 Persen

NERACA

Jakarta - Produsen televisi raksasa asal China, Changhong, mencoba untuk menyaingi produk Smart TV besutan Korea seperti Samsung. Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya bisa menyaingi dari soal harga saja, mereka mengklaim akan memiliki kualitas yang mendekati brand ternama asal Korea tersebut. Hal ini dikemukakan oleh Sales Director Changhong Indonesia Tjun Liang Hasan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Tjun Liang, optimisme Changhong untuk menyaingi produk Smart TV Samsung dikarenakan potensi konsumen pasar Indonesia yang besar dan semakin pintarnya masyarakat mengadopsi tren teknologi televisi di masa kini. Untuk itu, Tjun Liang membeberkan akan memberi harga produk Smart TV-nya lebih murah 10 persen hingga 20 persen dari produk Samsung, namun memiliki kualitas 90 persen atau bahkan sama dengan kualitas yang dimiliki produk Samsung.

Teknologi Smart TV terbaru dari Changhong yakni A7000 yang bisa diperoleh konsumen Indonesia menjelang akhir November nantinya, ditargetkan memproduksi 1.000 - 2.000 unit per bulan. Dari produksi ini, pihaknya menargetkan kontribusi perkiraan pendapatan produk Smart TV sekitar 10 persen dari total penjualan produk elektronik Changhong dalam waktu tiga bulan pertama setelah produknya dilepas di pasaran.

Meskipun Tjun tidak menyebutkan angka secara total, pihaknya memberikan gambaran soal target tersebut. “Harga Smart TV Changhong seri A7000 ukuran 42 inc akan kami jual Rp6 juta hingga Rp7juta, yang 55 inc sekitar Rp18 juta, jika target produksinya mencapai 1.000– 2.000 unit per bulan, bisa dihitung target kami,” kata Tjun.

Untuk mencapai target produksi tersebut, Tjun Liang menetapkan strategi penjualan dengan memperkuat modern channel elektronik seperti Hartono Elektronik di Surabaya dan Electronic Solution di beberapa kota di Indonesia, serta dealer-dealer resminya. Kedepannya, tidak hanya modern channel elektronik tetapi menjalin bisnis dengan memasarkan produk Changhong hingga ke hipermarket di seluruh Indonesia seperti Carrefour, Giant, atau Hypermart.

Sementara itu, strategi Changhong dalam memperkuat penjualan Smart TV di Indonesia sepertinya menjadi langkah yang tepat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh lembaga survey konsumer elektronik NDP DisplaySearch di akhir kuartal pertama 2012, jumlah produksi Smart TV mengalami penetrasi yang luar biasa, yakni mencapai 20% dari total output industri televisi. Sementara pengguna produk Smart TV di beberapa negara produsennya seperti Jepang mencapai 36%, diikuti oleh China dengan 30%.

Di Timur Tengah misalnya, menurut Direktur Changhong Electric Middle East FZE Steven Pan, penetrasi Smart TV diproyeksikan menembus 40% di tahun 2015. Bahkan di negara China, para produsen lokal menikmati tren positif laju pertumbuhan permintaan Smart TV. Berdasarkan data dari Ovid Consulting di awal semester 2012, penjualan Smart TV di China mengalami peningkatan nyaris sebesar 200% dibandingkan semester yang sama tahun lalu, dengan nilai total 9,78 juta yuan.

Meskipun nilai penjualan televisi layar datar masih lebih tinggi dari Smart TV, melihat haluan pasar konsumer elektronik yang berlangsung saat ini, para pabrikan elektronik dari dalam dan luar negeri meningkatkan porsi produksi Smart TV di antara lini produk televisi mereka secara keseluruhan. Inilah yang mengakibatkan hingga akhir semester pertama 2012, Smart TV telah mengambil 30 persen pasar televisi di China. Dari pasar ini, untuk produk Smart TV Changhong mengambil porsi 30 persennya.

Dari gambaran tersebut, Sales Vice Director Changhong Indonesia Djonni Sofian, membeberkan, animo itu yang membuat produksi Smart TV Changhong di seluruh dunia mencapai 35 persen dari jumlah produksi TV untuk semua tipe yang mencapai 7 juta unit pada 2011. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2012 dari target yang diperkirakan 10 juta unit untuk semua tipe.

BERITA TERKAIT

Australia Diminta Buka Akses Pasar Hortikultura

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pertemuan bilateral dengan Pemerintah Australia guna membahas isu-isu peternakan, hortikultura,…

38 Pasar Rakyat Kota Tangerang Menuju SNI

38 Pasar Rakyat Kota Tangerang Menuju SNI NERACA Tangerang - 38 pasar rakyat di Kota Tangerang, Banten saat ini sudah…

Pasar Industri Mainan Indonesia Yang Menggoda

    NERACA   Jakarta - Pasar mainan Indonesia yang terbilang besar, maka Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi industri…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Petani Cabai Diminta Antisipasi Panen Raya dan Harga Anjlok

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian meminta kepada petani cabai supaya mengantisipasi datangnya panen raya yang akan menjatuhkan harga cabai, salah…

Sumbang 74%, Ekspor Produk Manufaktur Masih Melejit

NERACA Jakarta – Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional. Pada periode Januari-Mei 2019, sektor manufaktur mampu…

Usaha Rintisan - Pemerintah Terus Pacu Startup Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar menciptakan wirausaha rintisan (startup), termasuk untuk sektor kerajinan dan batik. Sebab, selama ini…