Penjualan Kosmetik Ditargetkan Naik 15% di 2013

NERACA

Jakarta - Dengan bertambahnya permintaan akan produk kosmetik, Persatuan Perusahan Kosmetik Indonesia (Perkosmi) menargetkan penjualan kosmetik hingga akhir tahun akan mengalami kenaikan sebesar 15% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Untuk tahun ini, penjualan kosmetik di dalam negeri diproyeksikan mencapai Rp11,22 triliun, naik 15% dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 9,76 triliun. Tingginya permintaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penjualan kosmetik," kata Ketua Umum Perkosmi, Nuning S Barwa di Jakarta, Rabu (9/1).

Pertumbuhan volume, menurut Nuning, dikontribusikan dari konsumsi kosmetik kalangan menengah. "Kenaikan permintaan oleh konsumen kelas menengah terjadi bagi konsumen kosmetik wanita dan pria. Saat ini, peluang pasar kosmetik di Indonesia masih sangat besar sehingga semakin banyak produk impor yang masuk ke pasar domestik dan produsen kosmetik nasional harus bisa memenuhi kebutuhan konsumen," paparnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memberikan sejumlah insentif untuk mendorong pengembangan industri kosmetik di Indonesia. Pemberian insentif kepada industri komsetik antara lain dalam bentuk tax allowance dan pembebasan bea masuk atas impor mesin. Dengan adanya insentif tersebut, pemerintah berharap industri kosmetik mampu berekspansi secara rutin untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian M.S Hidayat memaparkan penjualan industri produk kosmetik dalam negeri ditargetkan mencapai Rp9,67 triliun pada 2012. Jumlah tersebut meningkat 14,8% dari tahun 2011 yang sebesar Rp8,5 triliun. "Tahun 2011 produk kosmetik memberikan hasil yang baik dari sisi kapasitas, perolehan devisa maupun penyerapan tenaga kerja," ujarnya.

Dia melanjutkan, tahun 2011 industri kosmetik mencatat prestasi yang baik dari segi ekspor yaitu mencapai Rp3 triliun. Sedangkan tahun 2010 sekitar US$ 700 juta atau Rp6,7 triliun. Sementara dari segi omset juga mengalami peningkatan. Tahun 2011 mencapai Rp 10,4 triliun tumbuh 16,9% dan tahun 2010 mencapai Rp 8,9 triliun. Dari segi tenaga kerja, Indonesia memiliki 760 industri kosmetik yang tersebar di wilayah Indonesia mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 75.000 secara langsung."Tenaga kerja industri kosmetik juga ada di bidang pemasaran sebanyak 600.000 tenaga kerja," tutupnya.

Harga Naik

Sementara itu, Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Putri K. Wardani mengatakan para pelaku usaha kosmetika dan obat-obatan tradisional akan menaikkan harga sebesar 10% pada 2013. Itu semuanya gara- bara kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar 15%. "Kenaikan TTL 15% di tahun depan membuat pelaku usaha naikkan harga jual produk kosmetika dan obat-obatan tradisional sekitar 10%. Pasalnya, biaya produksi yang terkait dengan listrik meningkat 23%," katanya.

Meningkatnya harga jual kosmetika dan obat-obatan tradisional, diakui Putri berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. "Jika kosmetika dan obat-obatan harganya mahal, maka konsumsi masyarakat akan menurun. Hal tersebut menurunkan daya saing industri di dalam negeri," paparnya.

Untuk menaikkan pertumbuhan pendapatan, lanjut Putri, pihaknya akan mengeluarkan 11 produk baru dalam kemasan kecil. Melalui produk kemasan kecil, kata Putri, perseroan akan menarik pangsa pasar kelas menengah ke bawah. Ini merupakan cara meningkatkan pendapatan perusahaan.

Menperin menjelaskan pengembangan industri kosmetik dan produk herbal dalam negeri terkendala ketersediaan bahan baku berkualitas dan memenuhi standar sehingga masih bergantung pada impor. Hidayat mengharapkan setiap perusahaan harus mengupayakan pengembangan riset, sumber daya alam, dan teknologi pengolahan agar bisa menghasilkan kosmetik dan herbal berkualitas serta sesuai dengan standar.

Adapun, pemerintah akan memberikan dukungan dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif agar industri kosmetik dan herbal mampu bersaing dengan produk impor. "Pesaing Indonesia dalam bisnis kosmetik dan herbal ini adalah Malaysia dan China. Mereka termasuk produsen yang juga melihat peluang di bisnis ini," ujarnya.

BERITA TERKAIT

BI Perkirakan Anggaran Penerimaan Operasional Naik 7,9%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan anggaran penerimaan operasional meningkat 7,9 persen menjadi RpRp29,1 triliun pada…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Volume Penjualan Indocement Capai 75,02%

NERACA Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk optimistis dapat mencapai target volume penjualan pada 2018 sebesar 17,06 juta ton…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Tampil dengan Warna Baru, Infinix HOT S3X Siap Goda Pengguna

NERACA Jakarta – Vendor smartphone terkemuka asal Hong Kong, Infinix, mengumumkan ketersediaan varian warna baru untuk produk andalannya, Infinix HOT…

Perkuat Ekspor Perikanan, KKP Benahi Pergudangan dan Logistik

NERACA Gorontalo - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP),  Rifky Efendi…

Secara Volume, Indonesia Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

NERACA Bogor - Rifky Efendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan…