PLN Berpotensi Tambah 19 Juta Pelanggan Baru

NERACA

Jakarta - Infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan utama dalam pengembangan ekonomi baik di pusat maupun di daerah. Untuk di daerah, kebutuhan listrik menjadi syarat utama bisa menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memita para kepala daerah bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur di daerahnya masing-masing. Pasalnya dengan pembangunan infrastruktur di daerah maka PLN berpotensi mempunyai 19 juta pelanggan baru.

"Hingga kini, ada 3 juta pelanggan baru PLN untuk sektor rumah tangga sehingga total pelanggan rumah tangga mencapai 50 juta pelanggan. Namun kalau didukung dengan infrastruktur yang memadai khususnya di daerah maka PLN berpotensi akan mendapatkan 19 juta pelanggan baru," ungkap Direktur Utama (Dirut) PLN Nur Pamudji di Jakarta, Rabu (9/1).

Ia menjelaskan penambahan jaringan listrik di pedasaan harus didukung dengan sarana penunjang lainnya seperi tiang listrik yang tidak boleh dekat dengan pepohonan, membuat jalan sampai ke desa-desa terpencil dan tentunya semua pembangunan tersebut harus melibatkan kepala daerah setempat sehingga mendapat dukungan untuk segera direalisasikan.

PLN, lanjut Pamudji, akan melakukan penambahan listrik di pedesaan, sehingga harus mengupayakan penyediaan energi yang cukup serta penyaluran energi yang lebih baik dan lebih luas untuk mengatasi persoalan akses terhadap energi listrik. "Kami akan membangun transmisi di luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua untuk merealisasikan penambahan listrik di pedesaan," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Pamudji, rasio elektrifikasi nasional pada 2012 diperkirakan mencapai 74%. Sementara pada tahun ini, ditargetkan meningkat sekitar 2-3% menjadi 78%. Data PLN menunjukkan, di awal 2012, hanya 72,03% dari total penduduk Indonesia yang menikmati listrik. Rasio elektrifikasi adalah ukuran tingkat ketersediaan listrik di suatu daerah. Rasio ini juga merupakan hitungan untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia yang telah memperoleh akses listrik.

Hingga kuartal III-2012, PLN mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sekitar 10,2% menjadi Rp93,92 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp85,23 triliun. Pencapaian ini ditopang oleh konsumsi listrik dari segmen rumah tangga. Dari sisi pangsa pasar, konsumsi rumah tangga tercatat sebesar 41,6%, industri 34,6%, dan bisnis 16,2%. Sementara dari pertumbuhan konsumsi, maka konsumsi rumah mencatat perolehan tertinggi, yakni 11,9%, industri 8,8%, dan bisnis 7,7%, serta lain-lain 12,4%. Konsumsi batu bara periode Januari-September 2012 tercatat meningkat 24,64% menjadi 25,8 juta ton, dibandingkan periode tahun sebelumnya 20,7 juta ton. Konsumsi 25,8 juta ton tersebut merupakan 67,7% dari rencana 2012 sebesar 38,1 juta ton.

PLN juga menggenjot pemasangan jaringan listrik baru di Ambon dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mencapai target elektrifikasi sebesar 77,65% di 2013. PLN akan membangun jaringan distribusi baru di wilayah yang memiliki rasio elektrifikasi rendah, seperti Ambon, NTT, dan NTB. Jaringan tersebut akan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikembangkan di wilayah tersebut. "Kami akan mengutamakan penambahan rasio elektrifikasi di wilayah yang masih rendah. Pemanfaatan energi surya juga untuk optimalisasi bauran energi," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto.

Selain membangun jaringan baru, PLN juga menargetkan penambahan pelanggan baru sebanyak 3,2 juta di 2013. Hal itu masih akan ditambah dengan tambahan listrik yang diperoleh dari pembangkit listrik yang akan beroperasi di kuartal I-2013 sebagai bagian dari program percepatan 10.000 mega watt (MW) tahap I. Dengan begitu, Bambang berharap pasokan listrik di 2013 bisa memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik dalam negeri yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

Pasalnya, di 2012 rasio elektrifikasi di Papua hanya mencapai 35,89%, NTB 54,77%, NTT 44,49%, Sulawesi Tenggara 57,90%, dan Gorontalo 55,88%. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga memastikan akan ada tambahan aliran listrik sekitar 1.400 mega watt (MW) di periode Januari-Maret 2013 dari 10 pembangkit listrik yang akan beroperasi di kuartal I-2013.

BERITA TERKAIT

Kia dan Hyundai Diminta Tarik 2,9 Juta Kendaraan

Isu mobil terbakar karena cacat produksi mengemuka belakangan ini, dan terakhir kasus lebih masif menimpa Hyundai dan Kia sehingga organisasi…

Tiga Mobil Baru BMW Bakal Dirilis Jelang Akhir Tahun

BMW Indonesia masih menyisakan tiga model terbaru yang akan dikenalkan pada akhir tahun 2018, yang membuat merek mobil mewah asal…

Paramount Land Luncurkan ‘Grand Amarillo’ di Gading Serpong Senilai ± Rp350 Miliar - Bertepatan dengan Pembangunan Infrastruktur Pendukung Baru

Paramount Land Luncurkan ‘Grand Amarillo’ di Gading Serpong Senilai ± Rp350 Miliar Bertepatan dengan Pembangunan Infrastruktur Pendukung Baru NERACA Gading…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Produsen Pupuk Siapkan Teknologi Padi Lahan Rawa

NERACA Jakarta – Produsen pupuk siap mendukung program Kementerian Pertanian mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa pasang surut dan lebak untuk mengantarkan…

Industri Baja Nasional Didorong Penuhi Kebutuhan Domestik

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu pertumbuhan dan peningkatan kapasitas industri baja di dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan…

Otomotif - Pemberian Insentif Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif fiskal berupa tax holiday untuk industri otomotif…