2015, PTS Indonesia Kalah Saing dengan PTS Asing

Pada 2015, Komunitas ASEAN diberlakukan, penetrasi perguruan tinggi asing tidak lagi terbendung. Agar eksistensi perguruan tinggi swasta di Tanah Air tidak terganggu, diperlukanlah rancangan roadmap edukasi dengan program dan aksi-aksi yang jelas untuk menjawab tantangan yang kemungkinan tidak terelakkan.

Dalam beberapa tahun mendatang Komunitas ASEAN akan mulai diberlakukan. Saat Komunitas ASEAN itu diberlakukan, penetrasi perguruan tinggi asing tidak lagi terbendung sehingga dikhawatirkan akan mengancam eksistensi perguruan tinggi swasta di Tanah Air. Dari 3.214 PTS, diperkirakan hanya 10% yang siap bersaing menghadapi persaingan bebas perguruan tinggi asing tersebut.

Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTS), Thomas Suyatno menuturkan, sebanyak 90% dari 3.214 perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia dinilai tidak siap bersaing dengan perguruan tinggi asing saat 2015 mulai diberlakukan. Sehingga dikhawatirkan jika hal tersebut dibiarkan maka akan banyak PTS yang bangkrut.

Karena sedikitnya PTS yang mampu bersaing, lanjut Thomas, bukannya tidak mungkin jika perguruan tinggi asing akan mengakuisisi PTS yang lemah. Bisa saja pada awalnya Perguruan tinggi asing melakukan kerjasama tapi pada akhirnya PTS akan diakuisisi oleh perguruan tinggi asing.

Hal lain yang dikhawatirkan adalah di saat pasar Indonesia makin terbuka pada saat itu akan banyak dosen asing yang mengajar di perguruan tinggi asing yang tentunya akan membuat disparitas pendapatan yang lebar antara gaji pendidik lokal dan asing.

Dikatakan, memang dalam Undang-Undang Nomor 20/2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional dan UU Nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi ada rambu-rambu yang mengatur masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia. Namun, Thomas berharap agar hal itu bisa dijelaskan lagi lebih rinci dan tegas, sehingga masuknya perguruan tinggi asing tidak membahayakan keberadaan PTS.

Sementara itu, mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal mengatakan bahwa proses pembahasan Masyarakat ASEAN 2015 telah berlangsung sejak lama. Masing-masing negara yang tergabung dalam Masyarakat ASEAN, telah menyepakati konsekuensi keuntungan dan tantangan yang akan dihadapi dalam Masyarakat ASEAN 2015 tidak terkecuali dalam dunia pendidikan.

Oleh karena itu, sambungnya, dalam menyambut pemberlakuan Masyarakat ASEAN 2015, pemerintah bersama-sama dengan PTS perlu membuat roadmap edukasi untuk menjaga pasar pendidikan dalam negeri. Sehingga melalui program dan aksi-aksi yang jelas tersebut, Indonesia dapat menjawab beberapa tantangan yang kemungkinan tidak terelakkan, antara lain apabila pekerjaan di dalam negeri mempersyaratkan para calon pegawainya memiliki kompetensi global yang berasal dari perguruan tinggi asing, serta perguruan tinggi asing menjanjikan lapangan kerja di luar negeri.

BERITA TERKAIT

Dunia Memuji Perekonomian Indonesia

  Oleh: Karina Stefani, Pengamat Ekonomi Siapa bilang perekonomian kita menurun? Justru sebaliknya saat ini Indonesia sedang hangat-hangatnya dipuji di…

Paramount Land Luncurkan ‘Grand Amarillo’ di Gading Serpong Senilai ± Rp350 Miliar - Bertepatan dengan Pembangunan Infrastruktur Pendukung Baru

Paramount Land Luncurkan ‘Grand Amarillo’ di Gading Serpong Senilai ± Rp350 Miliar Bertepatan dengan Pembangunan Infrastruktur Pendukung Baru NERACA Gading…

Paramount Land Luncurkan ‘Grand Amarillo’ di Gading Serpong Senilai ± Rp350 Miliar - Bertepatan dengan Pembangunan Infrastruktur Pendukung Baru

Paramount Land Luncurkan ‘Grand Amarillo’ di Gading Serpong Senilai ± Rp350 Miliar Bertepatan dengan Pembangunan Infrastruktur Pendukung Baru NERACA Gading…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018.  Ketiga film…

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…