Berkomik, Bangun Pola Pikir Konstruktif.

Seiring maraknya perkembangan komik di tanah air,Faber-Castell mengadakan kegiatan Comic Strip Competition untuk menstimulus siswa/idalam belajar mengaktualisasikan imaginasinya, menyusun, berkomunikasi, dan berkarya.

Komik pada perkembangannya telah menjadikan bagian dari seni massa yang aktif dalam peranannya sebagai sarana komunikasi. Pada awalnya, komik atau sastra gambar merupakan salah satu hal yang di anggap “momok” dikalangan pendidik dan orang tua.Mudahnya komik untuk digemari anak-anak, dan bahkan menjadi sesuatu yang membuat ketagihan, menjadikan sebagian orang tua menghindari komik sebagai bacaan untuk anak-anaknya. Komik dianggap membuat anak menjadi malas belajar.

Sebenarnya banyak hal positif yang muncul terkait kehadiran komik. Bagi sebagian pemerhati pendidikan pada anak, membaca komik justru mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak. Secara tidak langsung kegiatan berkomik bisa menjadi stimulus atau rangsangan bagi siswa/i dalam belajar mengaktualisasikan imaginasinya, menyusun, berkomunikasi, dan berkarya yang semuanya sangat bermanfaat dalam membangun pola pikir yang konstruktif.

Disamping itu, seiring maraknya perkembangan komik di tanah air, bibit-bibit komikus muda pun bermumculan dan sukses menyalurkan karya dengan ciri khas sendiri bercitra rasa Indonesia, bahkan beberapa di antararanya sukses di dunia internasional.

Fakta inilah yang membuat berbagai pihak menyelenggarakan kegiatan bertema komik. Seperti yang dilakukan oleh produsen alat tulis terbesar dan tertua di dunia, Faber-Castell. Siaran pers Faber-Castell menyebutkan dalam kegiatan Comic Strip Competition, peserta diajak untuk membuat sebuah cerita pendek dalam bentuk komik, yang terdiri atas 6 panel (kotak) dengan tema bebas.

Public Relations PT Faber-Castell International Indonesia Andri Kurniawan menjelaskan peserta juga diwajibkan untuk menggunakan alat gambar berupa produk Connector Pen Faber-Castell dan akan menjadi nilai tambah apabila menggunakan teknik-teknik connector pen seperti Pointilism, Countouring, Squiggling, dan lain-lainnya.

Dalam kompetisi tersebut peserta di bebaskan untuk berkreasi, dimana cerita dalam komik tersebut bisa berisikan cerita lucu, inspiratif, kreatif maupun cerita yang bersifat edukatif/mendidik. Sehingga tidak dibataskan atas 1 karya cerita komik saja, mereka bebas untuk mengirimkan karyanya. Setelah jadi, semua karyanya harus di upload/unduh di aplikasi yang bisa dilihat melalui Facebook Faber-Castell Creative Kids.

Lomba terdiri atas 2 kategori, yakni kategori anak (usia maksimal 15 tahun) dan kategori dewasa (usia diatas 15 tahun) serta berhadiah uang tunai jutaan rupiah bagi 2 pemenang utama dari 2 kategori tersebut dengan batas akhir pengiriman karya hingga 28 Februari 2013. Lomba tersebut berhadiah uang tunai jutaan rupiah.

BERITA TERKAIT

Pemkot Tangerang Bangun 332 Ruas Jalan Kota

Pemkot Tangerang Bangun 332 Ruas Jalan Kota  NERACA Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Banten selama kurun waktu tahun 2014…

WSBP Bangun Learning Center di Karawang

NERACA Jakarta – Ciptakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)…

Soal CSR, Bupati Sukabumi Minta PT SCG dan PT TSS Bangun Komunikasi Efektif

Soal CSR, Bupati Sukabumi Minta PT SCG dan PT TSS Bangun Komunikasi Efektif NERACA Sukabumi – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…

Pertimbangan Orangtua Agar Anak Sekolah Di Luar Negeri

      Secara rutin setiap tahun HSBC, melakukan survei global terkait dalam bidang pendidikan dalam "The Value of Education,…