Agar Uang di Bantal Tak Menguap

Demi menghindari menguapnya uang cash, ada baiknya uang tersebut dibelanjakan untuk investasi atau di simpan di bank.

NERACA

Biasanya, uang cash yang ada di kantong, dompet atau di bawah bantal lebih cepat menguap dengan tak jelas sudah dibelanjakan untuk apa. Uang di dompet atau di kantong baju dan celana biasanya dalam jumlah kecil. Sedangkan uang yang berada di bawah bantal biasanya dalam jumlah besar, karena dikumpulkan dalam waktu lama. Untuk menghindari hal itu, lakukan hal-hal di bawah ini.

Tabungkan di Bank

Agar tak menguap, ada baiknya uang tersebut di simpan di bank. Di simpan di bank ada dua cara, yaitu dengan membuka rekening tabungan atau menempatkan uang tersebut dalam bentuk deposito, yaitu yang baru bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya dalam hitungan bulan dan kelipatannya.

Tabungan di bank memperoleh imbalan bunga setelah dipotong biaya administrasi dan pajak atas bunga. Sedangkan deposito juga sama-sama memperoleh bunga, bahkan dalam jumlah yang lebih besar.

Obligasi

Yang mirip dengan deposito adalah obligasi, yaitu membeli surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah (ORI) maupun pihak swasta. Obligasi biasanya diterbitkan saat pemerintah atau perusahaan itu membutuhkan suntikan modal yang besar untuk membiayai proyek tertentu.

Obligasi mempunyai jangka waktu tertentu. Surat berharga itu bisa dicairkan dalam jangka waktu yang lebih lama dari deposito serta memperoleh imbalan bunga yang diberikan secara periodik misalnya dalam 3, 6 dan 12 bulan. Yang jadi masalah adalah jika perusahaan penerbit obligasi itu gagal bayar utangnya saat jatuh tempo, maka dana kita akan mengendam lebih lama lagi.

Saham dan Reksadana

Belanja investasi juga bisa dalam bentuk saham dan reksadana. Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan. Keuntungan yang dapat diperoleh pemilik saham ada dua, yaitu dalam bentuk dividen yaitu keuntungan dalam satu tahun yang dibagikan saat rapat umum pemegang saham (RUPS)yang besarnya proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki.

Keuntungan berikutnya adalah selisih harga saham. Biasanya, yang ingin memperoleh keuntungan dalam jangka pendek adalah menjual saham di kala harganya naik. Namun nilai atau harga saham itu rentan, tak selalu naik, sebab ada kalanya nilainya merosot. Jika saham dijual saat harganya di bawah harga beli, tentu rugi.

Untuk membeli saham, calon investor harus berhubungan dengan perusahaan sekuritas. Alternatif belanja investasi berikutnya adalah dalam bentuk reksadana. Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi (MI). Oleh MI, dana tersebut diinvestasikan untuk membeli produk finansial, termasuk obligasi, saham, surat utang Negara (SUN), atau sukuk (obligasi syariah). Dana itu ditempatkan di sebuah bank penyimpanan atau disebut bank kustodian.

Investasi Emas dan Dinar

Logam mulia yang bernama emas kini juga menjadi salah satu primadona investasi yang menggiurkan. Sebab, harga emas di pasaran dunia cenderung naik terus mengikut laju inflasi. Memang ada kalanya harga naik turun atau fluktuatif karena dipengaruhi situasi perekonomian global, misalnya di Eropa dan Amerika Serikat.

Investasi emas bisa dalam bentuk pembelian emas fisik batangan, bentuk perhiasan, maupun dalam bentuk surat berharga. Ada pula yang berbentuk koin dengan sertifikat dari PT Aneka Tambang sebagai jaminan bahwa emas tersebut asli.

Dinar adalah produk investasi dengan obyek emas atau dinar yang menerapkan pola syariah. Keuntungan dari investasi dari jenis ini adalah berdasarkan marjin atau selisih nilai beli dan nilai jual emas. Nilai emas cenderung stabil jika dibandingkan dengan bursa saham. Dengan demikian, investasi emas atau dinar tergolong investasi yang paling aman, karena nilai jualnya selalu naik.

Sektor Properti

Seperti kata Robert T Kiyosaki, penulis buku ‘Rich Dad Poor Dad, investasi di sektor properti ibarat menempatkan uang agar bekerja sendiri menghasilkan uang yang lebih banyak. Nilai investasi properti sama seperti emas, nilai kapitalisasinya terus membumbung seiring detak dan bergeraknya jarum jam.

Investasi properti bias dalam bentuk pembelian aset tanah dan bangunan. Harga tanah di satu tempat 10 tahun lalu tentu beda dengan harga tanah saat, ini, pasti naik, bahkan bisa berlipat.

Passive Income

Aset properti juga dapat dijadikan dengan passive income, yaitu menghasilkan uang secara otomatis atau periodik, misalnya menyewakan kamar kos-kosan, mengontrakkan rumah, gedung atau ruko. Tiap bulan atau tiap tahun akan memperoleh uang sewa.

Ada lagi investasi yang dapat menghasilkan passive income. Yaitu membeli kendaraan niaga dan diomprengkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi orang sekolahan dan kantoran. Bedanya dengan properti, nilai jual kendaraan niaga itu akan turun seiring makin tua usianya. Kendati demikian, dari hasil ngompreng itu, dalam jangka waktu tertentu dapat dipakai untuk membeli atau mengangsur cicilan kendaraan tersebut. Artinya, mobil itu dapat dimanfaatkan untuk melunasi cicilannya.

Kepala Riset PT Henan Putihrai Sekutitas Felix Sindhunata mengatakan, situasi ekonomi 2013 memang menunjukkan trend yang membaik dibanding tahun sebelumnya. “Kalau investor kelas atas, biasanya tak mau ambil risiko, karenanya kebanyakan memilih model investasi dalam bentuk reksa dana,” kata Felix kepada Neraca, Selasa (8/1).

Menurut Felix, bagi investor kelas menengah ke bawah, akan dibelanjakan untuk apa uang di batal itu, tergantung dari ketahanan menghadapi risiko yang mungkin timbul. Jika ingin uangnya bermain dalam tempo cepat, membeli saham ritel, yaitu beli jual, beli jual, tentu akan menghasilkan keuntungan dalam tempo yang singkat, dengan catatan jika nilai sahamnya bergerak positif. Kalau turun, ya wassalam, kecuali sabar menunggu hingga harga membaik. (saksono)

BERITA TERKAIT

Padi Petani di Sumsel Terancam Tak Terserap

Padi Petani di Sumsel Terancam Tak Terserap NERACA Palembang - Produksi padi petani pada panen raya mendatang terancam tak terserap…

Kotjo: Pemberian Uang untuk Eni Hanya Hubungan Antarteman

Kotjo: Pemberian Uang untuk Eni Hanya Hubungan Antarteman NERACA Jakarta - Pemegang saham Blakgold Natural Resources Ltd Johanes Budisutrisno Kotjo…

Wakil Ketua MPR - Politik Uang Sumber Masalah Demokrasi

Mahyudin Wakil Ketua MPR  Politik Uang Sumber Masalah Demokrasi  Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin menegaskan politik…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…