Kembangkan Proyek di Libya, Medco Anggarkan Capex US$ 574 Juta

NERACA

Jakarta – Seiring makin ekspansi PT Medco Energy International Tbk (MEDC) dalam pengembangan bisnis gas, tentunya membutuhkan pendanaan yang cukup besar. Ditahun 2013 ini, perseroan menganggarkan belanja modal US$574 juta atau naik dibandingkan tahun 2012 sebesar US$450 juta.

Direktur Utama PT Medco Energy International Tbk Lukman Mahfoedz mengatakan, belanja modal itu akan digunakan pengembangan usaha perseroan pada 2013. Dana belanja modal itu akan berasal dari kas internal dan project financing, “Belanja modal itu akan digunakan pengembangan Senoro, Libya, dan operating aset di Sumatra, proyek end hand oil recovery di Palembang untuk 12 sumur," katanya di Jakarta, Selasa (8.1).

Disebutkan, perseroan sedang mengembangkan proyek Libya 47 pada Januari 2013. Dari 22 sumur eksplorasi di Libya yang berhasil dilakukan ada 18 sumur. Sementara itu, dana untuk akuisisi pada 2013, Lukman belum dapat menjelaskan lebih detil, “Dana untuk akuisisi sekitar US$90 juta-US$120 juta pada 2012, dan 2013 akan lebih besar,”ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga sedang menunggu persetujuan akhir dari pemerintah untuk proyek Sarulla. Proyek Sarulla dapat direalisasikan pada 2016 dengan kapasitas 330 MW. " Proyek Sarulla ini sangat penting karena dapat menghemat BBM," tutur Lukman.

Perseroan juga diharapkan dapat mencatatkan pendapatan tumbuh 10% pada 2013, yang didukung dari domestik dan luar negeri. Sedangkan Ebitda sekitar US$320 juta pada 2013, “Pertumbuhan pendapatan itu akan berasal dari batu bara dan gas. Kami akan mengadakan negosiasi harga gas yang lebih baik. Produksi pun kami akan genjot di Yaman dan Oman,”paparnya.

Sebelumnya, Lukman pernah bilang, belanja modal di tahun 2013 sempat dianggarkan sebesar US$ 360 juta. Angka tersebut diperhitungkan guna mendukung beberapa proyek yang akan digarap perseroan. Diantaranya, proyek Donggi Senoro, blok A di Aceh, dan blok Libya 47, dan biaya eksplorasi sekitar US$60 juta.

Dia juga menyebutkan, perseroan juga sedang mengembangkan reneawable energy di Sarula dan Ijen. Saat ini perseroan sedang menunggu persetujuan akhir untuk menentukan pembelian aset di Sarula yang dinilai memiliki kapasitas mencapai 330 MW dan merupakan yang terbesar untuk geothermal.

Dengan pengembangan usaha yang dilakukan, perseroan optimistis menargetkan peningkatan EBITDA di tahun 2013 sekitar 10%. Sementara hingga akhir 2012, perseroan memproyeksikan dapat mencapai sekitar US$330 juta.

Divestasi Anak Usaha

Selain itu, perseroan juga berharap dapat merampungkan divestasi saham anak usahanya, PT Medco Ethanol Lampung pada 2013. Perseroan akan melepas aset anak usaha untuk fokus mengembangkan proyek di minyak dan gas. Namun, MEDC berharap dapat partner yang ahli dalam mengembangkan bisnis etanol.

Kata Lukman Mahfoedz, bisnis etanol memiliki prospek untuk masa depan. "Kita juga harus ada jaminan dalam berpartner agar langgeng ke depan,”jelasnya.

Penyelesaian pelepasan anak usaha tersebut diharapkan dapat terealisasi pada semester pertama 2013. Saat ini, kabarnya sudah ada peminat dari beberapa perusahaan swasta nasional. MEDC sebelumnya juga pernah melepas aset dan bekerjasama dengan pihak lain seperti Puma Energy dan Saratoga. (bani)

BERITA TERKAIT

Jabar Tawarkan Proyek Infrastruktur Unggulan di IIW

Jabar Tawarkan Proyek Infrastruktur Unggulan di IIW NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menawarkan 25 Proyek Infrastuktur di…

Rambah Bisnis Air Bersih - RAJA Siapkan Dana Akuisisi US$ 1,6 Juta

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di tahun depan, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menambah lini bisnis baru di sektor…

Pelita Samudera Siapkan Capex US$ 40 Juta

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capax) sebesar US$ 40…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Renuka Coalindo Masuk UMA

Perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan harga saham…

Pemda Jateng Tunda Rilis Obligasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah seniai Rp1,2 triliun. Padahal, proses penerbitan obligasi tersebut telah mendapat…

BATA Bagi Dividen Interim Rp 8,71 Persaham

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) akan membagikan dividen interim untuk tahu buku 2018 sejumlah Rp 8,71 per saham atau semuanya…