BCA Turunkan Bunga Pinjaman Express

NERACA

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk memberikan surat konfirmasi penurunan suku bunga pinjaman kepada PT Express Transindo Utama Tbk (Express Group), dari sebelumnya sebesar 10% menjadi 9,75% per tahun. Penurunan suku bunga ini berlaku terhadap plafon pinjaman yang masih tersedia. Corporate Secretary Express Group, Merry Anggraini mengungkapkan, suku bunga yang ditawarkan oleh BCA adalah bersifat fixed (tetap) dengan metode perhitungan efektif sehingga perseroan dapat menghindari risiko fluktuasi suku bunga di masa depan.

“Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap performa keuangan dan tingkat keuntungan perseroan dengan berkurangnya rasio beban bunga terhadap pendapatan perseroan,” kata Merry di Jakarta, Selasa (8/1). Express Group berharap kerja sama dengan pihak BCA dapat terus berlanjut dengan baik kedepan.

Terkait kinerja kuartal III 2012, BCA telah berhasil melakukan pencapaian dengan dukungan pertumbuhan portofolio kredit sebesar 34,8% YoY menjadi Rp237,7 triliun. Sementara total dana giro dan tabungan meningkat 21,5% YoY menjadi Rp284,4 triliun pada akhir September 2012 dan berkontribusi sebesar 79,5% terhadap total dana pihak ketiga (DPK).

Di sembilan bulan pertama 2012, portofolio kredit BCA meningkat diseluruh segmen sebesar 34,8% YoY menjadi Rp237,7 triliun. Komposisi kredit segmen korporasi, komersial dan UKM serta konsumer masing-masing adalah sebesar 33,2%, 39,3% dan 27,5% dari total portofolio kredit.

Pertumbuhan kredit tersebut telah mendorong peningkatan rasio kredit terhadap DPK (loan to deposite ratio/LDR) menjadi 65,7%. Kredit konsumer mencatat pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah dan rendahnya tingkat suku bunga perbankan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

LBH Minta OJK Tuntaskan Kasus Fintech - LBH DAN YLKI TERIMA BANYAK PENGADUAN PINJAMAN ONLINE

Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diketahui telah menerima pengaduan 1.330 korban pinjaman online selama kurun waktu 4-25 November 2018.…

Bunga KPR Disebut Bakal Naik di 2019

    NERACA   Jakarta - Ekonom Andry Asmoro mengemukakan, kenaikan suku bunga acuan akan semakin meningkatkan potensi kenaikan suku…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Aturan Uang Eketronik Bakal Direvisi

      NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI) mewacanakan untuk merevisi beberapa ketentuan dalam peraturan uang elektronik agar…

BI dan Pemerintah Canangkan Syariah jadi Arus Baru Ekonomi

    NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI), pemerintah dan instansi terkait mencanangkan syariah untuk menjadi arus baru ekonomi…

AXA Mandiri Bayarkan Klaim Korban Lion Air

    NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) membayarkan klaim kepada pemegang polis atau ahli…