Perusahaan Harus Membuat Laporan Keberlanjutan CSR - Kesadaran Minim

Tata kelola perusahaan yang baik terwujud dalam program CSR-nya. Sayangnya, hingga kini baru sekitar 25 perusahaan yang membuat laporan berkelanjutan mengenai program CSR yang mereka lakukan.

NERACA

Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pengelolaan sebuah perusahaan. Penerapan program CSR khususnya yang menyentuh langsung kepada masyarakat, selain memberikan manfaat kepada sesama, tentunya diharapkan juga akan meningkatkan nilai tambah dari korporasi dimata masyarakat.

Ya, sejalan dengan tujuan Perusahaan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik serta dalam meningkatkan peran nyata korporasi ditengah masyarakat, CSR bukan lagi merupakan kegiatan yang bersifat mandatory. Kini, kegiatan tanggungjwab sosial perusahaan tersebut telah bergeser menjadi salah satu dari strategi bisnis perusahaan sebagai bentuk perwujudan konsep keberlanjutan perusahaan.

Seperti yang diungkapkan oleh Maria R. Nindita Radyati, Ph.D,. Praktisi CSR ini menuturkan, dengan adanya perubahan strategi bisnis, perusahaan dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dengan para pemangku kepentingannya sehingga menguntungkan perusahaan untuk jangka panjang.

Dalam penerapannya, Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) merupakan wujud CSR, yakni prinsip-prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam memberikan pertanggung-jawabannya kepada stakeholders.

Dalam hal ini, program tanggung jawab sosial yang diemban korporasi harus difokuskan kepada pentingnya tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat penyaluran, melalui upaya strategis dimana dalam mengimplementasikan program CSR harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan berkesinambungan dengan partisipasi aktif dari karyawan dan juga melibatkan peran serta masyarakat dan instansi terkait.

“Pada intinya Good Corporate Governance adalah transparansi dan akuntabilitas,” ujar wanita yang akrab disapa Nita ini.

Tren meningkatnya tuntutan publik atas transparansi dan akuntabilitas perusahaan merupakan wujud dari implementasi GCG dengan melalui penerapan Program CSR. Transparansi adalah keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan, dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan. Sedangkan akuntabilitas adalah kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggung-jawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.

Sesuai dengan Pasal 66 C Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT) No 40/2007 mewajibkan perusahaan melaporkan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan, maka penyediaan laporan yang transparan dan akuntabel telah menjadi sebuah kebutuhan sekaligus kewajiban bagi segala pemangku kepentingan perusahaan.

Ironisnya, berdasarkan data di situs www.corporateregister.com, dari ratusan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga saat ini baru sekitar 25 perusahaan yang membuat laporan berkelanjutan. Dari 25 perusahaan itu, sebagian besarnya adalah perusahaan tambang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan-perusahaan di Indonesia masih kurang menyadari pentingnya pembuatan laporan tersebut.

Padahal, laporan keberlanjutan sangat penting bagi sebuah perusahaan dalam mempertanggungjawabkan bisnis yang dijalankannya. Bukan hanya kepada para pemegang saham tetapi juga kepada publik. Terutama kaitannya dengan kepedulian sosial, pelestarian, serta peremajaan lingkungan.

Selain itu, peran penting lainnya adalah dalam menarik minat investor agar mau masuk dan berinvestasi ke dalam sebuah perusahaan. Trennya saat ini investor tidak hanya melihat laporan kinerja saja, tetapi juga melihat bagaimana perusahaan tersebut menjaga keberlangsungan bisnisnya di masa depan.

Pelaporan keberlanjutan punya banyak manfaat, antara lain meningkatnya transparansi perusahaan. Hal ini berarti adanya pelaksanaan tata kelola yang baik serta adanya niat mengubah kebijakan dan strategi perusahaan yang mengarah pada pelaksanaan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Nita.

Laporan keberlanjutan merupakan sebuah laporan dari kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem, mulai dari pelestarian dan peremajaan lingkungan, hingga keperdulian sosial. Inti dari kegiatan ini agar generasi yang akan datang bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam memanfaatkan sumber daya yang ada seperti saat ini.

Penyajian pelaporan perusahaan merupakan wujud pelaksanaan konsep GCG dikarenakan dalam konsep tersebut mengharuskan adanya untuk bisa menyediakan informasi kepada segala pemangku kepentingan perusahaan yang transparan dan akuntabel. Oleh karenanya, laporan keberlanjutan sebaiknya juga mudah dipahami dan mampu merespons kebutuhan pemangku kepentingan, akurat dalam arti secara fakta benar dan menyediakan detail yang dibutuhkan dan seimbang yang berarti menyampaikan prestasi positif maupun keterbatasan perusahaan, tepat waktu, dan mudah diakses.

BERITA TERKAIT

Optimalkan Program CSR - Holcim Libatkan Masyarakat Dalam Rumuskan Program

Sejatinya progam tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) harus berjalan berkesinambungan dan berkelanjutan dalam membangun dan memberdayakan…

Pemkab Tangerang Pantau 100 Perusahaan Tidak Patuh LKPM

Pemkab Tangerang Pantau 100 Perusahaan Tidak Patuh LKPM NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, melakukan pemantauan rutin terhadap…

Narobil.id Menjawab Tagihan Tanpa Harus Ribet

Menjawab kebutuhan pasar akan kemudahan layanan tagihan, PT Jatelindo Perkasa Abadi salah satu perusahaan biller agregator memperkenalkan platform aplikasi tagihan,…

BERITA LAINNYA DI CSR

Salurkan Dana Bantuan Pasca Gempa - XL Axiata Bangun Gedung Sekolah di Lombok Utara

Belum berakhir PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) membantu pemulihan wilayah Lombok pasca gempa tahun lalu. Kini XL Axiata kembali…

Peduli Kesehatan - Lagi, Astra Serahkan 10 Truk Tangki Air Ke PMI

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Astra International Tbk pada pekan kemarin kembali…

Peduli Dunia Pendidikan - BCA Bantu Beasiswa Rp 4,95 Miliar Ke 16 Perguruan Tinggi

Mempertegas komitmen kepeduliannya pada dunia pendidikan, PT Bank Central Asia (Persero) Tbk (BBCA) kembali menyalurkan beasiswa bakti BCA terhadap 16…