Indonesia Capai Swasembada Garam Konsumsi

NERACA

Jakarta - Indonesia tahun 2012 sudah mencapai swasembada garam. Karena saat ini produksi garam Indonesia sudah mencapai 2,020 juta ton. Sementara kebutuhan garam konsumsi di Indonesia sebanyak 1,4 juta ton dan garam konsumsi 1,8 juta ton. Sehingga terjadi surplus produksi garam secara nasional.

Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, selama ini garam konsumsi nasional sebanyak 1,4 juta ton tidak dapat dipenuhi. Namun, pada akhir Desember 2012 lalu, produksi sudah mencapai 2,020 juta ton. Sehingga tahun 2012 ini terjadi surplus.

"Sebenarnya Indonesia sudah mencapai swasembada garam nasional pada tahun lalu. Hal ini berdasarkan capaian produksi garam sudah mencapai 2,020 juta ton. Baru kali ini, kita mencapai surplus. Belum lagi target produksi garam tahun 2013 sebanyak 2,5 juta ton," katanya usai acara Refleksi 2012 dan Outlook 2013 di Jakarta, Selasa (8/01).

Dijelaskan, pada tahun 2012, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp107,6 miliar untuk peningkatkan produksi dan kualitas garam rakyat menuju swasembada garam. Dana tersebut akan dilaksanakan di 42 kabupaten/kota yang tersebar di 10 provinsi. "Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan akses terhadap permodalan, pemasaran, informasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kelompok usaha garam rakyat (KUGAR)," ujarnya.

Menurut dia, berbagai kegiatan pemberdayaan usaha garam rakyat (PUGAR) juga dilakukan pada tahun 2012. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas petambak garam rakyat. "Sehingga bisa meningkatkan produksi garam konsumsi untuk mendukung swasembada garam konsumsi tahun 2012," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga membantu petani garam dengan sistem resi gudang dengan sistem yang mirip dengan resi gudang pada beras. Namun resi gudang pada garam pengelola adalah pihak swasta. "Sistem resi gudang ini akan dibangun untuk menyimpan sisa garam rakyat. Karena selama ini, sisanya masih disimpan di gudang-gudang kecil di halaman rumah penduduk," katanya lagi.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha, Ditjen KP3K KKP Ansori Zawawi menambahkan dari produksi garam Indonesia saat ini berarti mengalami surplus sekitar 788.204 ton. Kelebihan tersebut akan dijadikan garam industri. "Karena hingga saat ini, Indonesia masih terus mengimpor garam industri hingga mencapai 1,5 juta ton. Sementara kebutuhan garam industri mencapai 1,8 juta ton," ungkapnya.

Dipaparkan, untuk mengolah garam konsumsi menjadi garam industri, saat ini Indonesia sedang mengembangkan teknologi untuk bisa memproduksi garam industri sendiri. Hal itu dilakukan agar Indonesia bisa mengurangi impor garam. "Berlimpahnya produksi garam nasional, perlu diantisipasi agar harga jualnya tidak turun dan rendah. Oleh karena itu, kami mengeluarkan kebijakan kepada importir garam industri dengan mewajibkan mereka menyerap dan membeli hasil panen garam rakyat," tegasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan, setelah mencapai target swasembada garam, tahun depan menargetkan Indonesia dapat mengekspor. Hal ini menjadi target baru selama beberapa tahun terakhir bangsa yang memiliki banyak lautan tidak mampu melakukannya.

"Namun untuk mencapai target tersebut, kami akan memberikan pelatihan dan pendampingan agar garam yang diproduksi petani memiliki kualitas yang disyaratkan di dunia. Untuk itu sejak sekarang kita persiapkan semuanya," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Indonesia 2045, Antara Lumbung Pangan Dunia dan Krisis Pangan

Oleh : Abdul Aziz, Mahasiswa Fisipol di PTN Jakarta   Masa kampanye yang tinggal beberapa minggu lagi membuat intensitas kampanye…

Optimistis di 2019, BMW Indonesia Bakal Rilis 10 Mobil Baru

BMW Grup Indonesia akan meluncurkan sebanyak 10 mobil terbaru pada 2019, menunjukkan kepercayaan pabrikan mobil mewah asal Jerman itu dalam…

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

Kebijakan Harus Fokus Pada Capaian Ketahanan Pangan

  NERACA Jakarta – Berbagai program terkait kebijakan pangan sudah disampaikan oleh dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden,…

Penguatan Industri Hulu Jadi Salah Satu Prioritas Utama

NERACA Jakarta – Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur. Ada…