Indeks Masih Berpotensi Menguat Terbatas

NERACA

Jakarta – Diluar perkiraan, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa ditutup menguat naik tipis 5 poin di tengah maraknya sentimen negatif yang beredar dari pasar global dan regional. Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI Selasa ditutup menguat 5,166 poin (0,12%) ke level 4.397,545. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,557 poin (0,21%) ke level 752,221.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI ditopang oleh saham-saham tambang yang berhasil menahan indeks di zona hijau, “Dari dalam negeri, tercatat akumulasi yang dilakukan investor terhadap saham pertambangan menjadi pendorong kenaikan IHSG BEI," katanya di Jakarta, Selasa (8/1).

Dia mengatakan, IHSG BEI Selasa kembali ditutup menguat setelah pada pembukaan perdagangan pekan ini sempat mengalami "profit taking”, “Kenaikan indeks BEI terjadi ditengah data makro ekonomi yang kurang begitu bagus hasilnya dari Jepang dan Jerman,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.375-4.416 poin. Beberapa saham pilihan yang dapat diperhatikan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Malindo Feedmill (MAIN), Tiphone Mobil Indonesia (TELE), PTPP.

Sementara analis e-Trading Securities Andrew Argado menambahkan, secara teknikal kenaikan IHSG BEI pada Selasa ini merupakan bagian dari konsolidasi, “Untuk perdagangan Rabu selanjutnya, IHSG BEI diperkirakan mengalami kenaikan tipis di kisaran 4.340-4,430 poin,”ungkapnya.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham tambang kelas berat mulai melaju, didorong aksi beli selektif. Di sisi lain, saham-saham agrukultur malah melemah akibat penjualan saham menyusul anjloknya harga sawit.

Aksi ambil untung banyak dilakukan investor lokal. Sedangkan transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 304,77 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 197.240 kali pada volume 5,692 miliar lembar saham senilai Rp 4,909 triliun. Sebanyak 115 saham naik, sisanya 120 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan kompak melemah di zona merah. Pergerakan pasar saham regional dibayangi sentimen negatif dari pasar global sehingga terjadi banyak aksi ambil untung.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 900 ke Rp 10.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 42.450, Indosat (ISAT) naik Rp 350 ke Rp 7.000, dan Centris Multi (CMPP) naik Rp 300 ke Rp 2.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 20.950, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 54.200, Atlas Resources (ARII) turun Rp 290 ke Rp 1.220, dan Hexindo (HEXA) turun Rp 200 ke Rp 8.250.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 14,825 poin (0,34%) ke level 4.407,204. Sementara Indeks LQ45 bertambah 3,461 poin (0,46%) ke level 754,125. Saham-saham tambang kelas berat mulai melaju, didorong aksi beli selektif. Di sisi lain, saham-saham agrukultur malah melemah akibat penjualan saham menyusul anjloknya harga sawit.

Investor asing masih mendominasi perdagangan. Sedangkan aksi jual banyak dilakukan oleh investor lokal. Empat sektor terjebak di zona merah, sementara enam sektor industri lainnya masih bisa menguat.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 114.443 kali pada volume 3,706 miliar lembar saham senilai Rp 2,616 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 900 ke Rp 10.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 42.300, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 300 ke Rp 24.100, dan Centris Multi (CMPP) naik Rp 300 ke Rp 2.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 21.100, Inovisi (INVS) turun Rp 150 ke Rp 7.200, Hexindo (HEXA) turun Rp 150 ke Rp 8.300, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 20.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 2,38 poin atau 0,05% ke posisi 4.394,76. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,61 poin (0,08%) ke level 751,27, “Indeks BEI bergerak menguat setelah terkoreksi pada perdagangan awal pekan. Dilihat dari posisi penutupannya, koreksi kemarin tidak memberi sinyal negatif," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo.

Meski demikian, dikatakan Satrio Utomo, minimnya sentimen positif dari bursa regional dapat membuat indeks BEI bergerak berfluktuasi pada kisaran 4.380-4.425 poin untuk hari ini.

Menurut dia, untuk jangka menengah indeks BEI masih bergerak dalam kecenderungan yang mendatar, disarankan pelaku pasar fokus mengakumulasi saham-saham sektor komoditas.

Sedangkan Purwoko Sartono menambahkan, indeks BEI akan bergerak "mixed" seiring dengan investor yang tengah menanti pandangan dan kebijakan Bank Indonesia (BI) menyikapi tren melemahnya nilai tukar rupiah dan kecenderungan yang sama pada nilai ekspor Indonesia.

Oleh karena itu, Purwoko memproyeksikan IHSG BEI Selasa akan bergerak di kisaran 4.370-4.397 poin. Beberapa saham pilihan, yakni Alam Sutera Realty (ASRI), Petrosea (PTRO), Cowell Development (COWL), Tower Bersama Infrastructure (TBIG).

Sedangkan bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 129,17 poin (0,55%) ke level 23.200,58, indeks Nikkei-225 turun 39,87 poin (0,38%) ke level 10.559,14, dan Straits Times melemah 7,40 poin (0,24%) ke level 3.210,43. (bani)

BERITA TERKAIT

Investor Ritel di Pasar Obligasi Masih Minim

NERACA Jakarta – Tren pertumbuhan obligasi yang terus meningkat tidak diiringi dengan pertumbuhan investor ritel yang berinvestasi di pasar obligasi.…

Pembajakan Masih Jadi Masalah Pemilik Kekayaan Intelektual

NERACA Jakarta – Mentor program Katapel milik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Mochtar Sarman mengatakan pembajakan menjadi masalah yang kerap kali…

Masih Banyak Perusahaan Publik Tak Peduli HAM - Studi FIHRRST

      NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), salah satu organisasi masyarakat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…