MNC Life Siap Hadapi MEA 2015 - Penuhi RBC dan Incar Joint Venture

NERACA

Jakarta - PT MNC Life Assurance mengaku optimis dalam menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, di mana terbukanya persaingan memperebutkan nasabah, baik asuransi lokal maupun asing. Menurut Direktur Utama MNC Life Assurance, Patricia Rolla Bawata, risk based capital (RBC) atau aturan permodalan minimum perusahaan asuransi yang dipimpinnya sudah sangat memenuhi persyaratan, yaitu 250% atau sekitar Rp245 miliar, dari yang diwajibkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senilai Rp70 miliar.

“Risk based capital kami sudah berada di kisaran 250%. Jadi, menghadapi MEA tahun 2015, MNC Life sangat yakin (mampu bersaing) dengan asuransi asing yang sudah sangat mature (kuat). Ini menandakan bahwa pasar kita masih sangat besar dan potensial,” ujar Patricia di Jakarta, Selasa (8/1).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, selain memiliki modal kuat, Patricia juga menuturkan seiring dengan gencarnya MNC Life berekspansi, pihaknya tengah meningkatkan aset dengan cara mengakuisisi perusahaan asuransi, baik lokal maupun joint venture (gabungan).

“Konsultan kami sudah membidik dan menawarkan kepada kami. Tentunya kami sangat berhati-hati agar nanti perusahaan asuransi kami beli adalah perusahanan potensial, baik dari segi aset maupun tata kelola perusahaannya,” terang Patricia.

Dia bilang, strategi akuisisi ini merupakan salah satu strategi pertumbuhan secara unorganik. Selain mengakuisisi perusahaan asuransi, dirinya mengatakan strategi berikutnya adalah meningkatkan penjualan dengan menambah jumlah agen dan kantor cabang.

“Tahun 2013, kami akan membuka 8 kantor cabang baru. Diantaranya akan diluncurkan bulan ini (Januari) sebanyak 3 kantor cabang yang berlokasi di Mangga Dua Jakarta, Batam, dan Pekanbaru,” jelas Patricia.

Selain itu, MNC Life tengah membidik pasar asuransi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai salah satu penunjang peningkatan premi, di mana hal tersebut masih dalam tahap pengembangan. “Sementara bukan dalam konsorsium, tapi rata-rata TKI yang di luar (negeri) mau membeli (asuransi) sendiri jumlahnya bervariasi,” ujarnya.

Mengenai target di 2013, PT MNC Life Assurance menargetkan jumlah nasabah dan pendapatan premi naik dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu. Tahun ini, mereka berharap mampu menggaet 800 ribu nasabah, dan meraup pendapat premi sebesar Rp300 miliar.

“Target itu masih realistis,” jelasnya. Rasa optimisme ini dilandasi pandangan sejumlah, bahwa meski kondisi makro ekonomi global menurun, namun konsumsi dalam negeri tidak terlalu terimbas. Pendapatan premi perseroan 2012 sebesar Rp158 miliar, tumbuh 182% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp56 miliar.

Promo Hario Saga

Patricia berujar, pihaknya berusaha menguatkan produk asuransi MNC Life melalui bank (bancassurance) dan mendorong penjualan voucher Hario Siaga. "Pencapaian tersebut juga didukung dengan pembukaan 8 kantor cabang baru tahun ini dengan penambahan 4.000 agen. Jadi, kami tahun ini akan memiliki 20 kantor cabang," ujar Patricia, lagi.

Dengan demikian, lima tahun ke depan, MNC Life akan mampu menjadi perusahaan asuransi papan atas. Selain itu dari produk unitlink, MNC Life menargetkan kontribusi pendapatannya di 2013 sebesar Rp50 miliar. Namun, perseroan mengaku belum bisa mempublikasikan laporan kinerja unitlink tahun 2012. Khusus untuk produk voucher Hario Siaga, perusahaan menargetkan kontribusi pendapatan premi sejumlah Rp120 miliar sampai Rp150 miliar.

Khusus produk Hario Siaga, Patricia menjelaskan bahwa MNC Life terus memperbesar jaringan pemasarannya sebagai salah satu produk yang menawarkan konsumen kemudahan dalam berasuransi. Dia mengaku, Hario Saga yang menyasar segmen kelas bawah, menawarkan produk asuransi jiwa seharga Rp10 ribu dan Rp50 ribu.

Dengan program ini, nasabah yang datang mengklaim langsung diberikan uang muka klaim sebelum proses klaim selesai. "Layanan uang muka klaim untuk kecelakaan sebesar Rp3 juta sementara untuk kematian 30 juta. Total klaim produk voucher Hario Siaga adalah Rp33 juta," tuturnya. [manda]

BERITA TERKAIT

RUU Pertanahan Tak Sejalan dengan Pemikiran dan Kebijakan Presiden Jokowi

RUU Pertanahan Tak Sejalan dengan Pemikiran dan Kebijakan Presiden Jokowi NERACA Jakarta - Pemerntah dan DPR diingatkan untuk tidak memaksakan…

PP HIMMAH Desak OJK dan BEI Periksa PT Garuda

PP HIMMAH Desak OJK dan BEI Periksa PT Garuda NERACA Jakarta - Aliansi kepemudaan yang menamakan dirinya sebagai Himpunan Mahasiswa…

Dunia Usaha - RUU Desain Industri Dorong Daya Saing dan Akomodir Teknologi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan daya saing industri di Indonesia agar mampu kompetitif baik di lingkup pasar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Survei BI : Pertumbuhan Kredit Baru Capai 78,3%

    NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan II-2019…

Perbankan Harap BI Turunkan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta – Desakan agar Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse…