KKP Akan Permudah Akses KUR Bagi Nelayan

NERACA

Karangasem – Nelayan di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, belum optimal memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digalakkan pemerintah. Program yang dimaksudkan untuk mempermudah pengusaha kecil, termasuk para penangkap ikan, untuk mengakses modal dari perbankan tersebut masih belum banyak diketahui para nelayan di sana.

Itulah sebabnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan menjanjikan kemudahan mengakses KUR bagi para nelayan dengan meminta bantuan perbankan dan para kepala daerah. KKP menilai perbankan sudah tidak punya alasan untuk tidak menyalurkan kredit ke nelayan karena pemerintah sudah menjamin KUR dengan total nilai sebesar Rp 30 triliun.

“Pemerintah selalu menganggarkan untuk KUR ini kurang lebih sampai Rp 30 triliun. Pemerintah menjamin perbankan melalui asuransi dimana perbankan sebenarnya sudah risiko tidak ada lagi di perbankan, resikonya justru pemerintah yang memberikan asuransi tadi sehingga sebenarnya perbankan itu tidak ada alasan untuk tidak memberikan kepada rakyat,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sharif Cicip Sutardjo di Karangasem, Bali, Minggu (6/1).

Sharif juga mengatakan, bank BUMN yang paling besar menyalurkan KUR sejauh ini adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Jadi sekarang ini memang paling besar BRI tapi bank daerah juga sudah mulai mendapat dukungan dari pemerintah sehingga mereka mulai menyalurkan tapi kebanyakan memang perbankan ini masih mendapatkan persayaaratan yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Padahal, kata Sharif, kredit macet (non performing loan) dari fasilitas KUR ini terbilang rendah. Sehingga perbankan seharusnya tidak ragu untuk menggenjot penyaluran KUR buat nelayan. “Sebenarnya NPL dari KUR ini sangat kecil kurang dari 10% sehingga ini merupakan bisnis yang baik untuk perbankan,” ucapnya.

Sharif juga bercerita, kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kampung nelayan di Tangerang beberapa waktu lalu sempat diwarnai kekecewaan lantaran nelayan sulit mengakses KUR. “Kemarin selain Presiden kecewa kepada rakyat atau nelayan ini belum tahu bisa mendapatkan bantuan atau dana dari perbankan melalui KUR tadi karena KUR diperuntukan untuk mereka,” imbuhnya.

Karena itu, terang Sharif, Presiden meminta kepada bupati dan pemda setempat bersama perbankan terutama BRI untuk memberikan penyuluhan dan sosilaisasi untuk mendapatkan kredit ini dari perbankan, termasuk bagaimana mengisi dan sebagainya karena memang rakyat kecil yang pendidikannya tidak lebih dari SD masih berpikir sulitnya mendapatkan kredit ini.

“Kita minta sebanyak-banyaknya KUR untuk nelayan. Kemarin memang masih kecil sekali, masih 5%. Makanya kita dorong trus. Kalau naik 10% menjadi Rp 3 triliun itu tidak banyak dan saya merasa sekarang ini sudah ada perbaikan dari tambak-tambak udang kita. Mungkin bisa triliunan tapi memang harus kerjasama dengan swasta,” beberanya.

Tanpa peran swasta, tegas Sharif, maka KUR akan sulit untuk disalurkan dengan apalagi memiliki akses yang lebih baik. Karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta perbankan harus bisa bekerjasama mendorong produksi di sektor perikanan. “Kita selalu kerjasama langsung dan datangin langsung perbankan itu,” tutup Sharif.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Bagi Penerima PKH

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) terus berupaya mendorong tumbuhnya wirausaha…

Berikan Kepastian Bagi Investor - BEI Masih Tagih Klarifikasi Manajeman KIJA

NERACA Jakarta – Guna memberikan kepastian informasi kepada investor terkait potensi gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta…

Diskon Pajak bagi Pengusaha

Kalangan dunia usaha tentunya menyambut gembira setelah pemerintah untuk memberikan diskon pajak (super deductible tax) hingga 200%. Tujuannya agar terjadi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

Milenial Masif, Industri Kreatif Bisa Fenomenal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bertekad untuk terus menumbuhkan sektor industri…

Kemarau Bakal Lama, Serapan Beras Bulog Dikhawatirkan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2019…