Pelindo I Dukung Implementasi Pendulum Nusantara - Tekan Biaya Logistik

NERACA

Jakarta - Dalam rangka menekan biaya logistik nasional, PT Pelabuhan Indonesia I Persero (Pelindo I) tengah menyiapkan Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Batu Ampat Batam. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung implementasi konsep Pendulum Nusantara.

Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir, menjelaskan gagasan konsep Pendulum Nusantara ini untuk perbaikan dan perkembangan transportasi nasional dan menekankan perlu adanya kesiapan yang lebih mendalam serta sosialiasi yang luas kepada para stakeholder utama, yakni pemilik barang, perusahaan pelayaran dan pengelola pelabuhan atau terminal operator dalam penerapan implementasi Pendulum Nusantara sehingga akan mampu menekan biaya logistik nasional.

"Implementasi dari Pendulum Nusantara ini ditindaklanjuti dengan dibentuknya Terminal Petikemas Indonesia yang merupakan hasil bentukan dari gabungan Unit Usaha dibawah Pelindo I, II, III dan IV," tutur Alfred dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (7/1).

Menurut dia, Pelindo I menyiapkan dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Batu Ampar Batam dari rangkaian enam pelabuhan di Indonesia untuk mendukung Pendulum Nusantara, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Sorong.

Pelabuhan Belawan memiliki terminal petikemas yang terdiri dari 3 phase atau tahapan program, yaitu phase atau tahap I adalah urgent program atau peningkatan produktivitas yang sudah dilakukan pada 2010-2012, di mana terjadi peningkatan kapasitas dari 800.000 Teus per tahun menjadi 1,2 juta per tahun, dengan investasi berupa penambahan peralatan 5 unit CC (Container Crane), 15 unit RTG (Rubber Tyred Gantry), 2 unit HMC (Harbour Mobile Crane), 14 unit Reach Stacker dan Side Loader, dermaga 100 meter dan CY (Container yard) 6.000 m2.

Kinerja pelayanan, Turn Round Time kapal dari 7-8 hari menjadi untuk terminal domestik kurang lebih 2,5–3,0 hari dan terminal internasional kurang lebih 1,2–1,5 hari serta menerapkan Service Level Guarantee dan Windows System.

Pelindo I akan melakukan program peningkatan kapasitas dan kualitas pada tahun 2013-2015 dengan peningkatan kapasitas dari 1,2 jt Teus/thn menjadi 2 juta Teus/thn, dengan investasi terdiri dari Paket I yang merupakan dana dari IDB dan Pelindo I untuk perpanjangan dermaga 350, dengan CY 15 ha dan peralatan CC sebanyak 4 unit serta Transtainer 8 unit, dan paket kedua didanai dari Pelindo I dan sindikasi BUMN lainnya, terdiri dari perpanjangan dermaga 350 m, dengan CY 15 ha dan peralatan CC sebanyak 4 Unit serta Transtainer 8 unit.

Tahapan ketiga, yaitu Expansion Program (2014-2016) berupa pengembangan Pelabuhan Belawan dengan membangun Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi Hub Port.

Kesiapan Pelabuhan

Sementara itu, kesiapan Pelabuhan Batu Ampar Batam, terdiri atas tahap I yaitu Improvement Batu Ampar Selatan (2013-2015) yang akan dilakukan Restrengthening dermaga sepanjang 400 m, pembangunan CY seluas 5 Ha, pengadaan Container Crane sebanyak 4 unit, RTG sebanyak 10 unit dan Head Truck + Chasis sebanyak 25 unit.

Tahap kedua, yaitu Pengembangan Batu Ampar Utara (2013-2016), penambahan dermaga sepanjang 600 m, CY seluas 20 Ha, CC sebanyak 6 unit, RTG sebanyak 15 unit, dan Head Truck + Chasis sebanyak 40 unit.

Untuk diketahui, Bank Dunia merilis data Logistic Performance Index (LPI) 2012 yang menyatakan bahwa Indonesia naik peringkat dari posisi 75 di tahun 2010 menjadi posisi 59 di tahun 2012. Naiknya peringkat ini mengindikasikan mulai membaiknya kinerja pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, dan diharapkan dengan Pendulum Nusantara bisa lebih optimal untuk meneka biaya logistik tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono. Ia mengatakan, implementasi Pendulum Nusantara dimulai tahun ini. "Sistem ini mengintegrasikan operasi dua pasang pelabuhan, yaitu Belawan (Medan)-Tanjung Priok (Jakarta) dan Tanjung Perak (Surabaya)-Makassar (Sulawesi Selatan)," katanya.

Bambang menambahkan, dengan penyatuan sistem di setiap dua pelabuhan itu, maka akan ada sepasang sistem yang saling terintegrasi. Dengan demikian, ia mengilustrasikan, Pelabuhan Tanjung Priok sudah bisa mengetahui muatan kapal yang berangkat dari Belawan. "Kapan sampainya, di dermaga mana, dan butuh berapa truk untuk bongkar-muat, bisa diketahui," kata Bambang.

Ia menyebut Pendulum Nusantara sebagai layanan kapal dari bagian barat hingga timur Indonesia yang dioperasikan dengan waktu tertentu. Layanan tersebut dinilai Bambang dapat diandalkan karena adanya kepastian jadwal sehingga efisiensi terjadi dengan sendirinya. "Dengan Pendulum Nusantara, nanti ada layanan kapal dari barat ke timur Indonesia yang tektok dalam waktu tertentu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, implementasi Pendulum Nusantara di empat pelabuhan tersebut dilakukan sejalan dengan pengembangan pelabuhan di Batam dan Sorong. Bambang menyebutkan, setidaknya diperlukan dua tahun untuk membangun dua pelabuhan itu. "Kami ingin mengembangkan pelabuhan di Batam dan Sorong sebagai anchor," katanya.

Kementerian Perhubungan menggagas sistem Pendulum Nusantara untuk sistem angkutan laut domestik. Tujuannya untuk menekan biaya-biaya yang selama ini dikeluhkan. Bambang mengatakan, selama ini pengiriman barang melalui jalur laut domestik lebih mahal ketimbang pengapalan barang dari atau ke luar negeri, misalnya melalui Singapura.

Dalam sistem tersebut, ia menjelaskan, operator pelabuhan dan para pemangku kepentingan menyediakan rute pelayaran sepanjang jalur barat-timur Indonesia yang beroperasi seperti pendulum. Dikatakan seperti pendulum karena akan terus bergerak. Rute yang dimaksud akan melewati enam pelabuhan utama, yakni Belawan, Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Sorong.

BERITA TERKAIT

Bank Muamalat Dukung Silaknas ICMI

    NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. ("Bank Muamalat") mendukung pelaksanaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan…

Sumsel Andalkan Pertanian Tekan Kemiskinan

Sumsel Andalkan Pertanian Tekan Kemiskinan NERACA Palembang - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan total mengandalkan sektor pertanian untuk menekan angka…

PDAM Kota Depok Ringankan Biaya Pasang Baru 50 Persen - Antisipasi Stabilisasi Inflasi 2018

PDAM Kota Depok Ringankan Biaya Pasang Baru 50 Persen Antisipasi Stabilisasi Inflasi 2018 NERACA Depok - Upaya antisipasi pengendarian stabilisasi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kampus Diminta Gelar Lokakarya Penumbuhan Wirausaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru karena ikut berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian…

Insinyur Perlu Berkontribusi Ciptakan Inovasi

NERACA Jakarta – Insinyur dinilai berperan penting dalam menyukseskan penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia melalui penguasaan teknologi terkini. Hal…

Sektor Riil - Komplek Petrokimia Senilai US$3,5 Miliar Dibangun di Cilegon

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk semakin memperkuat struktur manufaktur nasional dari sektor…