Mengutamakan Caesar Ketimbang Proses Kelahiran Normal - Oknum Dokter Nakal

Operasi caesar sebaiknya dilakukan jika memang ada kondisi-kondisi yang menyebabkan para wanita harus melakukannya, dan jika tidak, proses kelahiran normal tentu lebih baik. Namun, kini banyak oknum dokter yang ambil jalan pintas memilih caesar karena lebih mudah dan simpel.

NERACA

Ya, perkembangan teknologi membuat segala sesuatu bersifat instant dan cepat. Hal ini juga berlaku dalam dunia kedokteran, khususnya bagi ibu hamil yang akan melahirkan. Melahirkan Bayi dengan Operasi Caesar saat ini mungkin merupakan hal yang lumrah kita dengar, tetapi 2 dekade yang lalu cara ini bisa dibilang belum ada dan se-trend saat ini.

Harusnya, caesar diambil karena kondisi yang menyebabkan seorang ibu diharuskan melahirkan dengan cara caesar, seperti kondisi air ketuban yang sudah pecah namun belum ada kontraksi akan melahirkan, bayi yang terlilit tali pusat sehingga tidak dapat keluar secara normal, usia bayi yang belum matang atau prematur, posisi bayi yang sungsang, dan lain-lain.

Selain itu kondisi ibu yang memiliki panggul sempit sedangkan bayi besar, ibu yang kurang kuat mengejan, adanya riwayat caesar sebelumnya, preeklamsia dan sebagainya.

Tetapi zaman sekarang caesar menjadi salah kaprah, dimana Melahirkan Bayi dengan cara itu menjadi sebuah trend. Pasalnya, operasi caesar menimbulkan sedikit rasa sakit, dan cepat proses pemulihannya. Selain itu dengan Caesar, keluarga bisa melahirkan sesuai tanggal yang dianggap baik.

Padahal prosedur operasi melalui caesar ini harus memperhatikan kondisi-kondisi terburuk yang sekiranya membahayakan anak dan sang Ibu, bukan semudah dan seenak kita dan sang Dokter.

Pemahaman yang salah kaprah mengenai persalinan caesar ini bisa dibilang dapat membahayakan kesehatan perempuan apabila tidak ada indikasi medis yang kuat, karena bisa membuat keselamatan ibu dan bayi terancam.

Ada stigma negatif dari proses persalinan caesar yang dilakukan oleh oknum dokter nakal, karena dianggap proses ini dapat menambah pemasukan bagi sang Dokter nakal. Ini dikarenakan proses ini membutuhkan biaya ekstra dan lebih dari persalinan normal.

Perkiraan biaya melalui caesar ini antara 7-13 juta Rupiah. Maka dari itu wajar apabila stigma negatif dari para oknum dokter nakal tersebut yang ingin menambah pundi-pundi uangnya dengan menyarankan proses persalinan caesar tanpa didukung kondisi dan medis sang ibu dan bayi.

Padahal, berdasarkan hasil riset para dokter, menunjukkan bahwa risiko melahiran dengan cara operasi ini membutuhkan waktu penyembuhan luka rahim yang lebih lama dibandingkan persalinan normal.Rasa nyeri bisa selalu muncul selama luka belum benar-benar sembuh. Apalagi ditambah risiko terjangkit infeksi akibat jahitan operasi bisa terjadi. Maka dari itu apabila telah melakukan operasi dianjurkan untuk sering dan rajin melakukan check-up ke Dokter untuk memastikan kondisi pasca melahirkan.

Risiko Operasi Caesar

Menurut laporan British Medical Journal melahirkan melalui operasi caesar empat kali lebih berisiko mengalami komplikasi fatal ketimbang yang normal. Para ahli menemukan risiko terkena infeksi di rahim terjadi pada 12 dari setiap 1.000 proses melahirkan caesar. Bandingkan dengan proses melahirkan normal yang hanya tiga dari 1.000.

Semua pasien yang harus dioperasi berisiko mengalami infeksi setelah proses itu dilakukan. Tapi pada wanita yang melahirkan melalui caesar, risikonya bukan hanya infeksi saja.Mereka juga bisa mengalami penyumbatan pembuluh darah. Hal itu karena sejak hamil, wanita sudah merasa bermasalah dengan pembuluh darah di bagian kakinya karena meningkatnya beban mereka di area tulang panggul.

Apalagi setelah melahirkan, wanita yang memilih operasi caesar juga harus beristirahat di rumah sakit lebih lama. Risiko mereka mengalami pembekuan darah juga meningkat karena tidak terlalu banyak bergerak.

Banyak wanita yang memilih melahirkan caesar karena berpikir proses itu lebih mudah dan tidak sakit ketimbang normal. Mereka juga beranggapan bisa lebih cepat pulih. Namun faktanya, hal itu tidak terjadi.

"Normalnya butuh enam minggu untuk kembali sehat. Wanita yang melahirkan caesar tidak boleh menyetir mobil selama empat minggu dan beberapa wanita bahkan butuh waktu tiga bulan untuk benar-benar pulih. Sementara setelah melahirkan normal, wanita bisa bebas bergerak setelah 10 hari," ujar Melanie Every dari Royal College of Midwives.

BERITA TERKAIT

Travel Haji dan Umrah Nakal Perlu Disanksi Tegas

      NERACA   Jakarta - Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan UmrahRepublik Indonesia (AMPHURI) Firman M. Nur…

Komisi III DPR Bantah Proses Seleksi Hakim MK Terburu-Buru

Komisi III DPR Bantah Proses Seleksi Hakim MK Terburu-Buru NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J…

STABILITAS SISTEM KEUANGAN NORMAL

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri), Gubernur BI Perry Warjiyo (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kiri) dan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Indonesia Urutan ke8 di Asia Angka Kejadian Terbanyak - Hari Kanker Sedunia

Tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Kanker tergolong penyakit yang ditakuti sebab penyakit ini menyumbang angka kematian cukup…

Pilihan Jenis Olahraga Terbaik Sesuai Usia

Sudah banyak penelitian yang menyebut bahwa olahraga memiliki manfaat baik bagi kesehatan. Hanya saja yang harus dipahami adalah jenis olahraga…

Cara Terbaik Langsing Tanpa Diet

Langsing dengan berat badan ideal jadi impian banyak orang. Beberapa orang diet keras untuk mencapai impiannya itu. Namun, diet kerap…