Sosialiasi Redenominasi Terancam Molor Lagi

NERACA

Jakarta - Rencana pemerintah mendukung kesuksesan program redenominasi rupiah harus dengan memperbanyak konsultasi dan sosialisasi publik secara intensif selama 3-5 bulan sebelum UU redenominasi dibahas oleh DPR di 2013. Namun hingga saat ini, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan, belum menemukan waktu yang tepat untuk melakukan sosialisasi.

Menurut dia, Kementerian Keuangan menunggu jadwal dari Bank Indonesia tentang waktu ideal sosialiasi redenominasi. "Kita mau cari waktu bersama Gubernur BI untuk melakukan sosialisasi," katanya, akhir pekan kemarin.

Sebelumnya, Agus mengharapkan sosialisasi redenominasi sudah bisa dilakukan pada Januari 2013. Agus menyatakan, rencananya selama Januari hingga Mei dilakukan sosialisasi dan konsultasi publik redenominasi mata uang. Tujuannya, agar masyarakat betul-betul paham maksud serta risiko kebijakan redenominasi.

Akan tetapi, UU redenominasi juga masih bergantung dengan keputusan DPR. Apabila tidak mendapat restu pada tahun ini maka program tersebut akan kembali molor.

Bahkan, Komite Ekonomi Nasional (KEN) tidak menyarankan kebijakan redenominasi untuk direalisasikan dalam waktu dekat ini. Menurut Ketua KEN Chairul Tanjung, ini karena tingkat inflasi di Indonesia masih berada di level wajar dan terkendali. Dia mengatakan, redenominasi biasanya dilakukan apabila sebuah negara sedang mengalamihyperinflationatau tingkat inflasi sangat tinggi.

Dalam hal ini, redenominasi dilakukan untuk bisa mengontrol inflasi, seperti yang pernah dilakukan Turki. “Di Indonesia inflasi terkendali, tidak masalah. KEN melihat ini bukan prioritas,” ujarnya.

Menurut Chairul, redenominasi perlu mempertimbangkan wilayah dan demografi Indonesia, tingkat pendidikan pun tidak merata. Maka, diperlukan sosialiasi yang baik.

Jika sosialisasi tidak dilakukan dengan baik, masyarakat akan menganggap redenominasi sebagai sanering atau pemotongan nilai mata uang. Hal itu akan membuat kepercayaan terhadap rupiah menurun. “Akibatnya orang pada beli barang, emas, properti dan akan berakibat tidak baik,” tuturnya. Oleh karena itu, kebijakan yang dinilai lebih prioritas, yaitu UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Agus Suprijanto menjelaskan, redenominasi memang ditargetkan dimulai pada 2014 dan membutuhkan waktu transisi selama 8 tahun. Namun, hal itu bisa dilakukan jika DPR menyetujui UU redenominasi pada 2013. Selama masa transisi, Pemerintah menyusun infrastruktur, melakukan sosialisasi, mendesain uang rupiah baru, dan juga mewajibkan penyantuman dua nominal harga.

Lamanya proses ini dinilai karena ada beberapa tahapan yang harus ditempuh demi kenyamanan masyarakat dan juga menjaga kestabilan harga barang-barang konsumsi. Lebih lanjut, Agus menjelaskan pada proses selanjutnya, yakni pada 2019, pemerintah akan menerbitkan uang baru yang memiliki desain berbeda. Tapi, masyarakat dipastikan masih boleh mempergunakan mata uang lama hingga 2022 untuk mengantisipasi dampak negatif yang tidak diinginkan seperti melonjaknya inflasi.

BERITA TERKAIT

Padi Petani di Sumsel Terancam Tak Terserap

Padi Petani di Sumsel Terancam Tak Terserap NERACA Palembang - Produksi padi petani pada panen raya mendatang terancam tak terserap…

Lagi, Sandiaga Uno Jual Saham Saratoga

Kesekian kalinya, Sandiaga Uno yang juga calon wakil presiden RI nomor urut dua kembali menjual kepemilikan sahamnya di PT Saratoga…

Lagi, Ace Hardware Buka Gerai Ke-31

Jelang tutup tahun 2018, PT Ace Hardware Tbk (ACES) kembali membuka gerai ke-31 dan dengan demikian perusahaan ritel tersebut sepanjang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Cukai Rokok Tetap, Minuman Alkohol Naik

  NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyesuaian tarif cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) dan konsentrat…

PNBP Sektor Tambang Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) memuji kinerja sektor pertambangan yang berperan atas realisasi Penerimaan…

Penampungan Limbah di Atas Sesar Gempa Rentan Rusak

      NERACA   Medan - Keandalan instalasi penampungan limbah terhadap resiko bencana gempa menjadi salah satu persoalan yang…